Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Anggota DPRD DKI Tak Setuju Usulan Tarif Jaklingko Rp 2.000, Nanti Warga Malah Naik Motor

Frengky Aruan - 2 jam, 58 menit lalu

MerahPutih.com - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli (MTZ) tak setuju dengan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) yang mengusulkan tarif layanan Mikrotrans atau Jaklingko senilai Rp 2.000.

Menurut dia, kenaikan itu masih terlalu kemahalan, harusnya dikisaran Rp 1.000.

"Soal JakLingko atau Mikrotrans. Saya kira tarif Rp2.000 jangan dulu. Menurut saya Rp 1.000 saja," kata MTZ kepada wartawan, Senin (6/7).

Ia berpendapat, harus ada kehati-hatian dalam menaikan harga transportasi. Sekarang masyarakat sedang sensitif terhadap kenaikan tarif.

Politikus PKS ini mengetahui, alasan pengenaan tarif Jaklingko ini untuk melakukan pendataan penumpang, karena masih ada praktik yang mengakali data penumpang sesungguhnya di lapangan. Namun, pengenaan tarif jangan langsung tinggi.

Baca juga:

Ketua DTKJ Anggap Jaklingko Gratis Uji Coba Kebablasan, Usul Tarif Baru Rp 2.000

"Alasan DTKJ kan agar data penumpang lebih riil. Nah, kalau hanya untuk mendapatkan data penumpang, enggak harus Rp 2.000. Kalau begitu dibuat saja yang lebih murah, semurah mungkin. Mungkin Rp 1.000," urainya.

Kendati begitu, menurut dia, kenaikan tarif Jaklingko 2.000 ini perlu dikaji lagi. Karena salah satu fungsi Mikrotrans adalah mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, termasuk motor.

Kalau Rp 2.000, nanti masyarakat malah hitung-hitungan,

Ah, mending naik motor saja". Tapi kalau Rp1.000, insyaallah masih masuk akal," tutupnya. (Asp).
Baca Artikel Asli