MerahPutih.com – Masyarakat kini bisa menghemat biaya perjalanan dengan memanfaatkan kartu JakLingko Hitam. Kartu uang elektronik ini mendukung skema tarif integrasi antarmoda dengan biaya maksimum Rp 10 ribu untuk perjalanan menggunakan Transjakarta (TJ), MRT, dan LRT DKI Jakarta.
“Kartu tersebut dipergunakan untuk mengakses layanan integrasi multi moda. Transjakarta, MRT dan LRT DKI Jakarta dengan tarif maksimum Rp 10 ribu,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jakarta Budi Awaludin, kepada awak media, dikutip Senin (8/6).
Baca juga:
Tarif TransJakarta Bakal Naik, Pemprov Janji Tetap Masih Ramah di Kantong
Fitur dan Keunggulan Kartu
Kartu JakLingko hitam memungkinkan pengguna berpindah dengan mudah pada empat moda transportasi: MRT, LRT, Transjakarta, dan Commuterline. Kartu ini terintegrasi dengan aplikasi JakLingko, sehingga bila kartu hilang, saldo tetap aman tersimpan di aplikasi.
Pada fase Account Based Ticketing (ABT), kartu mampu mengenali profil pengguna. Hal ini membuka peluang pemberian insentif tarif khusus bagi kelompok tertentu, seperti lansia atau pelajar.
Baca juga:
Tak Ada Ampun, Pramudi JakLingko Ugal-Ugalan Langsung Dipecat
Selain kartu hitam, tersedia juga JakLingko Card berwarna biru yang diterbitkan oleh lima bank: BCA, Mandiri, BNI, Bank Jakarta, dan BRI. Kartu ini bisa dibeli di vending machine di halte Transjakarta maupun stasiun MRT dan LRT.
Kartu ini bisa digunakan naik TJ Rp 5 ribu maksimal selama tiga jam perjalanan. Tidak ada syarat. Warga non-Jakarta juga boleh memiliki kartu tersebut,
Kadishub Jakarta Budi Awaludin
Syarat Skema Tarif Integrasi Rp 10 Ribu
Tak hanya itu dilansir dari Antara, kartu Jaklingko Hitam juga menawarkan tarif integrasi Rp 10 ribu berlaku sebagai biaya maksimum ketika pengguna menggunakan lebih dari satu moda transportasi dalam satu perjalanan berkelanjutan.
Baca juga:
Namun, skema tarif intergrasi untuk layanan transportasi TJ, LRT dan MRT Jakarta ini hanya dapat dimanfaatkan melalui aplikasi JakLingko.
“Tarif maksimum Rp10.000 dalam 3 jam yang diakses melalui aplikasi JakLingko agar mencakup seluruh rute Transjabodetabek,” Kadishub Jakarta Budi Awaludin.
(*)