Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Aneh, Fraksi Golkar Mengaku Tak Kenal Cawagub yang Diusung PKS dan Gerindra

Eddy Flo - Rabu, 19 Desember 2018

MerahPutih.Com - Langkah politik mencari pendamping Gubernur Anies Baswedan tampaknya masih harus menempuh jalan panjang dan berliku.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra sampai saat ini belum sepakat terkait figur penggandi Sandiaga Uno di kursi Wagub DKI Jakarta.

Di tengah deadlock politik antara PKS dan Gerindra, fakta baru diungkapkan Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali. Menurutnya, kandidat yang diajukan PKS dan Gerindra sebagai cawagub bukan tokoh yang familiar dan paham permasalahan DKI.

Ashraf Ali mengaku heran dengan keputusan kedua partai pengusung tersebut. Apalagi, selama proses penggodokan figur cawagub, Partai Golkar tidak pernah diajak diskusi atau berembuk bersama.

Pertemuan Partai Gerindra dan PKS DKI Jakarta
Pertemuan pengurus DPD Partai Gerindra DKI Jakarta dan DPW PKS DKI Jakarta di kantor DPD Gerindra DKI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/11) sore. Foto: MP/Asropih

"Tapi karena Golkar nggak kenal, saya juga nggak mengenal Pak Agung dan pak Syaikhu. Golkar juga tidak pernah diajak bicara," Ashraf Ali di Jakarta, Rabu (19/12).

Ali pun mengaku, dirinya tidak begitu mengenal dengan dua cawagub DKI Jakarta dari PKS yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

"Golkar gak bisa jawab karena gak kenal. Saya sudah diskusikan ini kepada institusi partai dan fraksi kita gak kenal nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Baru denger dan tahu dari media," tuturnya.

Meski demikian, lanjut Ali, keputusan untuk memilih orang nomor dua di DKI Jakarta itu ada di tangan PKS dan Gerindra.

Siapapun wakilnya, Ashraf Ali berharap sosok pengganti Sandiaga di kursi Wagub DKI harus mengetahui Ibu Kota dan sejalan dengan konsep Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Jadi silakan PKS dan Gerindra kalau waktunya cukup karena sudah ditunggu oleh rakyat. Apakah Segera dilaksanakan atau tidak," pungkasnya.(Asp)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Priyo Budi: Pidato Prabowo "Indonesia Punah" Warning, Biar Tidak Seperti Uni Sovyet

Baca Artikel Asli