Headline

Aneh, Fraksi Golkar Mengaku Tak Kenal Cawagub yang Diusung PKS dan Gerindra

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 19 Desember 2018
Aneh, Fraksi Golkar Mengaku Tak Kenal Cawagub yang Diusung PKS dan Gerindra

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali (Foto: Ist)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Langkah politik mencari pendamping Gubernur Anies Baswedan tampaknya masih harus menempuh jalan panjang dan berliku.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra sampai saat ini belum sepakat terkait figur penggandi Sandiaga Uno di kursi Wagub DKI Jakarta.

Di tengah deadlock politik antara PKS dan Gerindra, fakta baru diungkapkan Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ashraf Ali. Menurutnya, kandidat yang diajukan PKS dan Gerindra sebagai cawagub bukan tokoh yang familiar dan paham permasalahan DKI.

Ashraf Ali mengaku heran dengan keputusan kedua partai pengusung tersebut. Apalagi, selama proses penggodokan figur cawagub, Partai Golkar tidak pernah diajak diskusi atau berembuk bersama.

Pertemuan Partai Gerindra dan PKS DKI Jakarta
Pertemuan pengurus DPD Partai Gerindra DKI Jakarta dan DPW PKS DKI Jakarta di kantor DPD Gerindra DKI, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (5/11) sore. Foto: MP/Asropih

"Tapi karena Golkar nggak kenal, saya juga nggak mengenal Pak Agung dan pak Syaikhu. Golkar juga tidak pernah diajak bicara," Ashraf Ali di Jakarta, Rabu (19/12).

Ali pun mengaku, dirinya tidak begitu mengenal dengan dua cawagub DKI Jakarta dari PKS yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto.

"Golkar gak bisa jawab karena gak kenal. Saya sudah diskusikan ini kepada institusi partai dan fraksi kita gak kenal nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Baru denger dan tahu dari media," tuturnya.

Meski demikian, lanjut Ali, keputusan untuk memilih orang nomor dua di DKI Jakarta itu ada di tangan PKS dan Gerindra.

Siapapun wakilnya, Ashraf Ali berharap sosok pengganti Sandiaga di kursi Wagub DKI harus mengetahui Ibu Kota dan sejalan dengan konsep Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

"Jadi silakan PKS dan Gerindra kalau waktunya cukup karena sudah ditunggu oleh rakyat. Apakah Segera dilaksanakan atau tidak," pungkasnya.(Asp)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Priyo Budi: Pidato Prabowo "Indonesia Punah" Warning, Biar Tidak Seperti Uni Sovyet

#Partai Golkar #PKS #Partai Gerindra #Wakil Gubernur DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
PKS mendesak Presiden Prabowo Subianto memimpin upaya ASEAN mengatasi kabut asap lintas batas akibat karhutla dan memperkuat kerja sama dengan Malaysia.
Frengky Aruan - Sabtu, 10 Oktober 2026
Kabut Asap Ganggu Malaysia, PKS Desak Prabowo Ambil Langkah Besar di ASEAN
Indonesia
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
salah satu persoalan yang perlu diperjelas adalah siapa yang bertanggung jawab terhadap aset setelah dilakukan penyitaan maupun perampasan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
PKS Tidak Ingin Buru-Buru Bahas RUU Perampasan Aset, Banyak Persoalan Harus Diperjelas
Indonesia
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Gerindra mengklaim kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai oke.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Indonesia
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Mandat utama BI yakni menjaga kestabilan nilai rupiah dan mengendalikan inflasi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Baru BI Diminta Kembalikan Fokus Bank Sentral pada Stabilitas Rupiah
Indonesia
Rano Karno Tegaskan Jakarta Harus Jadi Ruang Aman untuk Berdiskusi dan Menyampaikan Pendapat
Wakil Gubernur DKI menegaskan Jakarta harus menjadi ruang publik yang inklusif, terbuka bagi diskusi, dan menjamin kebebasan masyarakat berpendapat.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 18 Juli 2026
Rano Karno Tegaskan Jakarta Harus Jadi Ruang Aman untuk Berdiskusi dan Menyampaikan Pendapat
Indonesia
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Melalui pernyataan resmi, jajaran petinggi PKS menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Narji selama bergabung.
Dwi Astarini - Kamis, 09 Juli 2026
Komedian Narji Gabung ke Partainya Jokowi, PKS Ikhlas
Indonesia
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
PKS mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto yang memasukkan penyebaran LGBTQ sebagai ancaman nonmiliter.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 07 Juli 2026
Prabowo Masukkan Penyebaran LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, PKS Beri Dukungan
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Mardani menegaskan kelanjutan kepemimpinan Prabowo pada periode berikutnya sepenuhnya berada di tangan Prabowo sendiri
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 20 Juni 2026
PKS Sebut Jokowi Masuk Akal Minta Prabowo-Gibran Dua Periode
Bagikan