Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ancaman People Power dan Narasi Kecurangan Bagian dari Upaya Delegitimasi Pemilu

Eddy Flo - Jumat, 26 April 2019

MerahPutih.Com - Ancaman people power dan narasi kecurangan yang selama ini dialamatkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) menurut pengamat politik Karyono Wibowo merupakan bagian dari upaya delegitimasi pemilu.

Lebih dari itu, Karyono Wibowo menilai sebutan people power terhadap gerakan massa yang kecewa dengan hasil pemilihan umum tidaklah tepat.

Menurut peneliti Indonesian Public Institute (IPI) ini, people power bisa terjadi jika memenuhi beberapa prasyarat yang menurut teori sosial diantaranya faktor obyektif dan subyektif.

Faktor obyektif terjadinya people power yakni terjadinya kesenjangan sosial yang begitu lebar termasuk kemiskinan, pembungkaman kebebasan berpendapat, pemerintahan yang korup dan otoriter.

Peneliti Indonesian Public Opinion Karyono Wibowo
Pengamat Politik Karyono Wibowo (Screenshot youtube.com)

"Itu pun masih belum cukup. Kadang-kadang ditambah lagi faktor eksternal, adanya kondisi krisis ekonomi," kata Karyono dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/4).

Faktor obyektif itu, kata Karyono, akan bertemu faktor subyektif, yaitu adanya aktor-aktor yang dipercaya masyarakat untuk melakukan perubahan. Jika sudah memenuhi semua prasyarat itu, gerakan massa yang terjadi bisa disebut dengan people power.

Sementara itu, terkait usulan pembentukan Pansus Kecurangan Pemilu menurut Karyono Wibowo bukanlah solusi yang tepat lantaran menggiring hasil pemilu kepada negosiasi politik di tingkat parlemen.

Pansus Kecurangan Pemilu justru berpotensi mendelegitimasi hasil Pemilu. Usulan tersebut datang dari Wakil Ketua DPR RI yang juga politikus Gerindra, Fadli Zon.

Menurut Karyono, apa yang disampaikan Fadli Zon sebagai upaya penggiringan opini publik seolah-olah terjadi kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

"Ini bagian dari propaganda untuk mendelegitimasi hasil pemilu. Dibentuk opini publik tentang kecurangan sehingga masyarakat atau publik itu tidak percaya dengan penyelenggara pemilu," ucap dia.

Selain itu, ia menduga propaganda yang disemburkan Fadli Zon bertujuan membangun persepsi seolah-olah Prabowo-Sandi kalah akibat adanya kecurangan.

"Nah ini kan bagian dari propaganda yang ujungnya nanti itu adalah kalau bukan Prabowo-Sandi yang menang maka pemilu curang," tandas Karyono Wibowo.(Knu)

Baca Artikel Asli