Merahputih.com - Aksi unjuk rasa tolak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pilkada yang berlagsung di sekitar area Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dimanfaatkan pedagang untuk mengumpulkan cuan.
Keramain yang muncul seperti aksi unjuk rasa dijadikan pedagang menjadi indikator untuk menjajakan dagangan. Dagangan ini sangat beragam, mulai aksesori, makanan dan minuman, baju atau topi.
Seperti hanya aksi unjuk rasa yang berlangsung di DPR RI, hari ini. Terlihat di pinggir jalan Gatot Subroto Nomor 1, Kota Jakarta Pusat, terlihat ramai sekali pedagang yang berjualan.
Dari pantauan Merahputih.com, ada yang menjual tali pinggang. Ada juga pedagang yang berjualan cerutu rokok.
Baca juga:
Pakar Nilai Demo Hari Ini Simbol Perlawanan Terhadap Dinasti Politik
Adapula pedagang yang berjualan kopi keliling, lengkap dengan air mineral dan berbagai minuman perasa yang segar dan terjangkau.
Biasanya pedagang asongan seperti ini meraup untung besar di moment ini.
Para pedagaang yang hendak menjajakan jualanannya mesti datang lebih awal ketimbang massa aksi. Tujuannya supaya lebih mudah mengkoordinasi lapak yang hendak digunakan untuk memajang jualanannya.
Baca juga:
5.000 Mahasiswa Kepung Gedung DPR, Pagar Pembatas Berhasil Dijebol
Sedangkan pedagang yang berjualan keliling biasanya lebih ke penjual minuman. Mereka membelah lautan manusia, sambil mempromosikan dagangannya.
Adapun harga yang dipatok sama pada umumnya berkisar Rp 4 ribu-6 ribu untuk air mineral. Sedangkan minuman perasa biasanya dijual dengan harga Rp 5 ribu per bungkusnya. (Tka)