MerahPutih.Com - DPRD DKI Jakarta menyetujui dana anggaran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya sebesar Rp 516.700.000.000 atau Rp 516 miliar dalam KUA-PPAS tahun 2020.
Pembahasan anggaran PDAM yang berlangsung di lantai 3 DPRD DKI, Jakarta Pusat berjalan alot lantaran banyak pandangan dan instruksi dari anggota dewan saat rapat badan anggaran (Banggar) lanjutan KUA-PPAS ini.
Baca Juga:
Sebab sejumlah anggota DPRD menganggap dana sebesar Rp 516 miliar itu sangat besar sedangkan saat ini PDAM belum maksimal untuk menyalurkan air bersih kepada warga Jakarta.
"Pada waktu itu dijanjikan sebenarnya sampai di rumah itu sudah betul-betul sesuai namanya air minum konsekuensinya seluruh pipa ganti, tapi apa yang terjadi sampai hari ini tetap saja tidak layak minum," tegas anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP, Pantas Nainggolan.
Kemudian Ketua Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda juga tak setuju dengan nilai dana PDAM sebesar Rp 516 miliar. Ia lebih setuju anggaran perusahaan air minum itu dianggarkan Rp 240.000.000.000 atau Rp 240 miliar pada 2020.
Angka itu ia pilih karena kesepakatan pada pagi tadi dengan anggota Banggar bahwa anggaran yang disepakati adalah Rp 240 miliar.
"Kesepakatan rapat pagi tadi saya setuju anggaran (PDAM) Rp 240 miliar," jelas dia.
Tapi ada sejumlah anggota Banggar yang setuju dengan anggaran PDAM senilai Rp 516 miliar dalam APBD 2020.
Lauw Siegvrieda anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP setuju dana anggaran PDAM sebesar Rp 516 miliar untuk pembenahan penyaluran air bersih pada warga DKI. Sebab kata Rieda panggilan akrabnya masih ada cacing dalam air PAM.
"Jadi saya ingin menyampaikan betul-betul minta tolong kepada pak Direktur PDAM (Priyatno Bambang Hernowo) perjuangkan lah untuk air bersih, itu ada air PAM juga masih ada cacingnya bayangin," papar dia.
Tapi dengan anggaran Rp 516 miliar ini, lanjut dia, PDAM harus bekerja dengan baik memberikan air bersih pada masyarakat Jakarta.
"Tolong kalau betul betul memang sesuai untuk kepentingan masyarakat saya setuju- saja (Rp 516 miliah) kalau tidak ada air bersih saya udak-udak," lanjut dia.
Ketua Fraksi PAN DPRD DKI, Lukmanul Hakim juga setuju dengan nilai anggaran PDAM Jaya sebesar Rp 516 miliar. Dengan nilai itu PDAM bisa berbenah.
"Saya juga berpendapat dengan ibu Rieda tadi, saya tinggal di Barat pipa-pipa di Barat jangan ada cacing pak, jadi saya setuju Rp 516 miliar," jelas dia.
Baca Juga:
Sudah menampung dan mendengarkan pandangan dari anggota, Ketua Banggar Prasetyo Edi Marsudi akhirnya menyetujui anggaran PDAM sebesar Rp 516 miliar.
"Saya putuskan anggaran PDAM sebesar Rp 516 miliar," kata Prasetyo sambil mengetuk palu.(Asp)
Baca Juga:
Penyediaan Air Bersih, Pemprov DKI Kerja Sama Pemkab Tangerang