MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH pusat amat mungkin melanjutkan pemotongan anggaran dana bagi hasil (DBH) untuk Pemerintah DKI di 2027. Ketua DPRD DKI Jakarta Khoirudin mengatakan gejolak ekonomi global berimbas pada ekonomi Jakarta. Dampak ekonomi pun akan kembali terjadi pada APBD DKI tahun depan.
"Pada prinsipnya, Pak Gubernur menyampaikan tekanan ekonomi kita, dampak dari tekanan ekonomi dunia, berdampak kepada anggaran kita. Juga dampak dari itu semua, pengurangan DBH masih terus berlanjut," kata Khoirudin di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Meski demikian, Khoirudin menyebut Pemprov DKI dan DPRD Jakarta tetap optimistis hal tersebut tak mengganggu layanan kepada masyarakat. "Walaupun begitu, kami optimistis ya karena akan tetap mengutamakan layanan ke masyarakat," ucap Khoirudin.
Baca juga:
Dana Bagi Hasil dari Pemerintah Pusat Disunat, Dewan PSI Usulkan Penyesuaian Tarif Transjakarta
Politisi PKS itu merinci program yang tetap diprioritaskan di tahun depan yakni bantuan sosial pendidikan mulai dari KJP Plus dan KJMU. "Kemudian juga di Dinas Kesehatan juga enggak boleh berkurang. Ini layanan dasar masyarakat dan insyaallah ini kita kawal betul agar walaupun anggaran terbatas, masyarakat tetap terlayani dengan baik," kata Khoirudin.
"Ya untuk prioritas pembangunan masih tidak bergeser ke banjir ya, pada kemacetan, ya terus dengan melakukan creative financing," lanjutnya menyudahi.(Asp)
Baca juga:
RAPBD DKI 2026 Disesuaikan Jadi Rp 81,2 Triliun, Dana Bagi Hasil dari Pusat Turun Rp 15 Triliun