Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Puan Janji Takkan Tinggalkan Jabatan Menko

Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Juli 2019

Merahputih.com - Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani menegaskan akan menyelesaikan tugasnya sebagai menteri hingga akhir masa jabatannya.

"Akan selesaikan dulu tugas sebagai menko sampai akhir jabatan," kata Puan di Semarang, Jumat (26/7).

Saat ini, dia tak ingin memikirkan soal isu bagi-bagi jabatan. Puan sendiri merupakan calon legislator dengan raihan suara terbesar suara secara nasional. Sehingga anak Megawati Soekarnoputri itu memiliki peluang besar duduk sebagai calon Ketua DPR.

Baca Juga: Puan: Posisi Ketua DPR Ditentukan Ibu Mega

Karena, Sesuai dengan Undang-undang MD3, kata dia, partai politik pemenang pemilu diberi kesempatan untuk menempatkan anggotanya sebagai Ketua DPR. "Ini bukan kemauan politik, tetapi perintah undang-undang," katanya.

Puan meminta kepastian itu ditunggu hingga bulan Oktober nanti saat dilaksanakan pelantikan. "Kalau boleh, pilih dua-duanya," katanya

Kini, Puan Maharani mengaku fokus akan meluncurkan Kartu Pra-kerja mulai 2020. Ini wujud kepedulian pemerintah untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang memiliki skil yang siap pakai dan mampu bersaing di dunia pekerjaan.

"Kartu Pra-kerja bertujuan memberikan akses bagi lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), Politeknik, ataupun Perguruan Tinggi untuk mendapatkan Pelatihan bersertifikasi," kata Puan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani (tengah) memimpin Rapat Tingkat Menteri (ANTARA FOTO/HO/Humas Kemenko PMK)

Kartu pra-kerja adalah program pelatihan dan pembinaan bagi warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan. Kartu tersebut dipromosikan oleh Presiden Joko Widodo pada masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kartu tersebut hanya dikhususkan bagi anak muda yang baru tamat SMA atau perguruan tinggi dan diberi tunjangan untuk biaya pelatihan kerja dalam jangka waktu 6-12 bulan.

Puan Maharani menjelaskan, selain Kartu Pra-kerja, pemerintahan Jokowi juga berkomitmen meluncurkan kartu kuliah yang akan membantu calon mahasiswa kurang mampu untuk memperoleh pendidikan hingga perguruan tinggi.

Baca Juga: Puan Ikut Makan Siang Mega-Prabowo, Jokowi Absen. Apa Artinya?

Melalui Kartu Kuliah, lanjut Puan Maharani, pemerintah akan memberikan subsidi agar tamatan SMA atau SMK kurang mampu bisa kuliah, agar memperluas SDM Indonesia yang berkualitas. "Kita akan kerja sama dengan universitas-universitas agar dapat menerima bahkan menambah kuota mahasiswa kurang mampu," ujar Puan.

Puan Maharani menambahkan, pemerintah juga akan mengeluarkan Kartu Sembako Murah untuk menjamin daya beli masyarakat yang kurang mampu. Kartu tersebut diharapkan dapat menanggulangi kemiskinan. (Knu)

Baca Artikel Asli