MERAHPUTIH.COM - KETUA DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani angkat bicara soal wacana parliamentary threshold atau ambang batas parlemen 5 persen. Dia menegaskan angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
"Pembicaraan bahwa ambang batas PT 5 persen itu kan masih dalam tahap pembicaraan di antarpartai politik, belum secara resmi juga," kata Puan di kompleks parlemen Senyan, Jakarta, Selasa (22/9).
Puan juga menanggapi wacana pilpres hanya bisa diikuti pasangan calon yang diusung minimal dua partai politik. Menurutnya, wacana tersebut juga belum resmi. "Bahwa nantinya calom presiden itu akan diusung dua partai politik itu juga masih dalam proses wacana informal, jadi belum resmi karena nanti pembahasan resminya itu akan dibahas di DPR," ujarnya.
Dia mengatakan pembicaraan informal antarpartai politik merupakan bagian dari proses menuju pembahasan RUU Pemilu. PDIP, kata Puan, siap ikut dalam pembicaraan tersebut. "Jadi, pembicaraan informal selalu akan dibicarakan bersama partai-partai politik. PDI tentu saja siap untuk selalu ikut bicara," katanya.
Baca juga:
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Puan menyebut PDIP sebenarnya sudah diajak berbicara mengenai wacana PT 5 persen. Namun, partainya tidak mengikuti forum yang sebelumnya menjadi tempat pembicaraan isu tersebut. "Terkait dengan ambang batas 5 persen yang sudah dibicarakan, kami juga sebenarnya sudah diajak berbicara namun tidak dalam forum tersebut," tutur Puan.
Hal yang sama terjadi dalam pembicaraan mengenai dukungan minimal dua partai untuk Pilpres. Puan mengatakan PDIP juga telah diajak membahas wacana tersebut. "Juga terkait dengan apakah pilpres hanya dua partai, kami pun sudah diajak bicara, tapi tidak dalam forum tersebut," katanya.
Sebelumnya, sejumlah ketua umum partai politik koalisi pemerintah membahas revisi UU Pemilu. Sekjen Gerindra Sugiono menyebut ada kesepakatan yang berkembang mengenai PT 5 persen. Namun, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan forum tersebut masih sebatas brainstorming dan belum menghasilkan keputusan final.
Sementara itu, wacana pasangan calon presiden minimal didukung dua fraksi sebelumnya disampaikan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. DPP PDIP melalui Deddy Sitorus menyatakan wacana tersebut masih perlu menunggu naskah akademik dan draf revisi UU Pemilu.(Pon)
Baca juga:
Tak Ada Presidential Threshold di Pemilu, Bamsoet: Capres Berkualitas Rendah Diprediksi bakal Muncul