MerahPutih.com - Sebanyak 324 unit hunian sementara (huntara) di kawasan Tanah Tinggi, Johar Baru, Senen, Jakarta Pusat, segera ditempati warga bantaran rel. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan padat perkotaan.
“Program ini merupakan terobosan penting dalam penataan kawasan kumuh, pengurangan risiko kecelakaan kereta api, serta penyediaan hunian layak bagi warga,” kata Chico Hakim, Staf Khusus Gubernur Jakarta bidang Media dan Komunikasi Publik, Minggu (27/4).
Baca juga:
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah
Chico menuturkan, Pemprov DKI melihat pembangunan huntara sebagai bentuk sinergi positif antara pemerintah pusat dan daerah. Pemprov juga menyiapkan tiga rusun – Nagrak, Rorotan, dan PIK Pulogadung – sebagai opsi relokasi tambahan bagi warga terdampak.
Selain hunian, Pemprov memastikan kesiapan infrastruktur penunjang seperti akses air bersih, layanan kesehatan, pendidikan, hingga transportasi umum. “Kami berkomitmen agar hunian ini benar-benar layak huni dan terintegrasi dengan ekosistem kota,” ujarnya.
Baca juga:
Target Penataan Kawasan Kumuh
Penataan kawasan kumuh menjadi agenda besar pembangunan Jakarta. Berdasarkan RPJMD DKI Jakarta 2025–2029 dan Pergub Nomor 33 Tahun 2024, Pemprov menargetkan penataan seluruh RW kumuh secara bertahap. Dari total 445 RW kumuh, 284 RW sudah ditangani hingga 2024. Target tambahan 55 RW akan ditangani pada 2025, dengan penyelesaian bertahap hingga 2027.
“Program penataan bantaran rel dan kawasan rawan akan terus didorong melalui hunian vertikal dan kolaborasi dengan pemerintah pusat,” jelas Chico.
Baca juga:
Menurutnya, dampak penataan kawasan bantaran rel sangat signifikan. Ke depan, penataan serupa akan dilakukan di kawasan bantaran rel lain di Jakarta melalui kerja sama dengan pemerintah pusat, PT KAI, dan pemangku kepentingan terkait.
“Mengurangi risiko kecelakaan kereta dan bencana di bantaran rel, mengembalikan lahan milik negara menjadi lebih tertib dan estetis, serta hunian layak akan meningkatkan kesehatan, pendidikan anak, dan produktivitas,” tandas Chico. (Asp)