Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan, Kuasa Hukum Ungkap 6 Keberatan ke Kejagung

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 05 Agustus 2026
Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan, Kuasa Hukum Ungkap 6 Keberatan ke Kejagung

Mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, ditahan kejagung. Foto: MerahPutih.com/Didik Setiawan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Eks Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, resmi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan usai ditetapkan sebagai tersangka.

Pada permohonan yang didaftarkan Rabu (5/8), tim kuasa hukum menilai proses penyidikan hingga penahanan kliennya menyimpan sejumlah pelanggaran hukum acara.

Baca juga:

Febrie Adriansyah Gugat Praperadilan ke PN Jaksel, Klaim Temukan Dugaan Pelanggaran Penyidikan

Tim Kuasa Hukum Febrie Adriansyah Ajukan 6 Pokok Keberatan

Anggota tim kuasa hukum Febrie, Firman Wijaya, mengatakan pihaknya mengajukan enam pokok keberatan yang akan diuji melalui mekanisme praperadilan.

Persoalan ini bukan soal menghindari proses hukum, tetapi menguji apakah proses penegakan hukum dilakukan sesuai aturan atau tidak.

kata Firman kepada wartawan, Rabu (5/8)

Keberatan pertama menyangkut penggunaan pasal-pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang yang menurutnya sudah tidak lagi berlaku setelah lahirnya KUHP baru.

Firman menilai, penyidik wajib menerapkan aturan yang lebih menguntungkan bagi tersangka sesuai asas lex mitior.

Baca juga:

Dua Skenario Praperadilan yang Disiapkan Febrie Adriansyah untuk Melawan Status Tersangka

Ia juga menyinggung berbagai instrumen hukum internasional yang mengatur penerapan hukuman lebih ringan sebagai bagian dari perlindungan hak asasi manusia.

Selain itu, Firman mempersoalkan penggunaan konsep trading in influence dalam penetapan tersangka. Menurutnya, Indonesia belum memiliki aturan pidana yang secara khusus mengatur perdagangan pengaruh meski telah meratifikasi UNCAC.

Febrie Adriansyah Pertanyakan Tindak Pidana Pencucian Uang

Kuasa hukum juga mempertanyakan dugaan tindak pidana asal dalam perkara pencucian uang yang disangkakan kepada Febrie.

Menurut Firman, penyidik hanya menyebut dugaan korupsi dalam rentang waktu tertentu tanpa menjelaskan perbuatan pidana secara konkret.

Tak hanya itu, tim kuasa hukum menilai terdapat dua kali penetapan tersangka terhadap Febrie dalam perkara yang disebut berkaitan dengan peristiwa yang sama.

Mereka juga mempersoalkan pejabat yang menandatangani dokumen penetapan tersangka serta surat penahanan karena dianggap tidak memiliki kewenangan berdasarkan peraturan internal Kejaksaan.

Baca juga:

Kuasa Hukum Febrie Adriansyah: Penyidik Wajib Buktikan Kepemilikan Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar

Firman juga menyoroti alasan penahanan yang dinilai tidak memenuhi ketentuan hukum acara pidana karena tidak menjelaskan secara rinci dasar perlunya penahanan.

Melalui praperadilan tersebut, tim kuasa hukum meminta hakim menyatakan penetapan tersangka dan penahanan terhadap Febrie tidak sah.

Mereka juga memohon agar pengadilan memerintahkan pembebasan Febrie dari tahanan serta menghentikan proses penyidikan. Menurut Firman, penegakan hukum harus dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

"Penegak hukum tidak boleh menegakkan hukum dengan melanggar hukum," tegasnya. (Pon)

#Febrie Adriansyah #Kasus Korupsi #Jampidsus #Kejaksaan Agung #Gugatan Praperadilan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 November 2026
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Berita Foto
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi izin tinggal WNA, Silmy Karim mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 29 Oktober 2026
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Yusril Soroti Underinvoicing Pertambangan, Kerugian Negara Disebut Tembus Ratusan Triliun
Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah mengkaji praktik underinvoicing dalam pemberantasan korupsi. Kerugian negara disebut mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
Yusril Soroti Underinvoicing Pertambangan, Kerugian Negara Disebut Tembus Ratusan Triliun
Indonesia
Denny JA Usulkan Reformasi Hukum Korupsi, Soroti Kerugian Negara
Denny JA mengusulkan reformasi delik korupsi agar risiko bisnis yang wajar dibedakan dari tindak pidana. Simak gagasan dan alasannya.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Denny JA Usulkan Reformasi Hukum Korupsi, Soroti Kerugian Negara
Berita Foto
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Tersangka Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres (WBE) Suhendrik, usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 23 Oktober 2026
Suhendrik Jalani Pemeriksaan Lanjutan Kasus Korupsi Iklan Bank BJB
Indonesia
Skandal Proyek Jalan Rp231 Miliar, KPK Garap 7 Mantan Pejabat BBPJN Sumut
KPK memeriksa tujuh mantan pejabat BBPJN Sumut terkait dugaan korupsi proyek jalan di Sumatera Utara senilai Rp231,8 miliar. Simak daftar tersangkanya.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 22 Oktober 2026
Skandal Proyek Jalan Rp231 Miliar, KPK Garap 7 Mantan Pejabat BBPJN Sumut
Indonesia
Prabowo Setuju Kajian DEN, Luhut Soroti Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Luhut Binsar Pandjaitan menyebut unsur kerugian negara berpotensi menghambat aksi korporasi. DEN mengusulkan penyesuaian definisi korupsi dengan mengacu pada UNCAC.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Prabowo Setuju Kajian DEN, Luhut Soroti Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Indonesia
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi DJKA dan Jual-Beli Posisi Perangkat Desa
Bupati Pati nonaktif Sudewo divonis 8 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 300 juta dalam perkara korupsi yang berkaitan dengan DJKA dan pengisian perangkat desa.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 21 Oktober 2026
Sudewo Divonis 8,5 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi DJKA dan Jual-Beli Posisi Perangkat Desa
Bagikan