Pemprov DKI Belum Izinkan Bioskop dan Gym Beroperasi

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 21 Agustus 2020
Pemprov DKI Belum Izinkan Bioskop dan Gym Beroperasi

Stiker bertuliskan 'Ditutup Sementara' dipasang oleh petugas Satpol PP di pintu masuk bioskop di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan dalam rangka pencegahan penularan Virus Corona COVID-1

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pembatasan jenis usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang boleh beroperasi pada masa PSBB Transisi Fase 1.

Perpanjangan pembatasan jenis kegiatan di sektor pariwisata tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2976 Tahun 2020 yang ditetapkan pada 14 Agustus 2020 dan dikeluarkan Kamis (20/8).

Baca Juga

Langgar Protokol Kesehatan, 90 Ribu Warga Jakarta Disanksi Kerja Sosial

Dalam SK tersebut, hanya 13 jenis usaha yang diizinkan beroperasi. Sedangkan, untuk bioskop, pusat kesegaran jasmani atau gym, biliard, bowling, ice skating, taman rekreasi keluarga atau permainan anak, kolam renang dan water park, tenis lapangan, kolam pemancingan, hingga akad nikah di dalam gedung belum boleh dilaksanakan.

Menparekraf pastikan bioskop terapkan protokol kesehatan (Antara/Birkom Kemenparekraf)
Menparekraf pastikan bioskop terapkan protokol kesehatan (Antara/Birkom Kemenparekraf)

Pelaksana Tugas (Plt) Kadisparekraf DKI, Gumilar Ekalaya mengatakan, kebijakan untuk memperpanjangan masa PSBB pada sektor pariwisata ini didasari oleh pertimbangan dari sisi kesehatan, keamanan, dan keselamatan, terlebih kondisi pandemi di DKI masih fluktuatif meskipun cenderung terkendali.

“Kita mempertimbangkan beberapa sektor usaha yang boleh dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat tentunya, ada 13 jenis usaha (di sektor industri pariwisata) yang tetap boleh buka pada perpanjangan PSBB kali ini,” ucap Gumilar saat dihubungi, Kamis malam (20/8).

Gumilar menerangkan, pembukaan 13 jenis usaha itu tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Antara lain, pembatasan kapasitas hanya 50 persen, pembatasan usia pengunjung tempat pariwisata, serta diizinkannya sektor pariwisata di tempat terbuka.

Baca Juga

Warga Berkerumun, Laju Pertambahan Pasien COVID-19 Masih Melejit

Dalam SK tersebut, ada 13 tempat yang dapat dilaksanakan dalam masa perpanjangan PSBB Transisi menuju Masyarakat Sehat, Aman dan Produktif mulai 14 Agustus 2020 hingga 27 Agustus 2020 untuk kemudian dievaluasi dengan melihat perkembangan kasus COVID-19.

Berikut 13 jenis kegiatan yang tertulis pada SK 2976 ini, yakni:

1. Hotel/Akomodasi
Maksimal pemilik usaha, pekerja, Ruang pertemuan 50 persen dari kapasitas.

2.Restoran/Rumah Makan
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan hanya diperbolehkan melaksanakan pertunjukan jenis musik akustik.

3. Kawasan Pariwisata
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.

4.Taman Margasatwa/Kebun Binatang
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung. 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.

5. Museum dan Galeri
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas.

6. Pantai Wisata Kepulauan Seribu
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas.

7. Perawatan Jasa Rambut
(Salon/Barbershop) Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas, hanya diperbolehkan melaksanakan perawatan rambut.

8. Taman Rekreasi Indoor dan Outdoor
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.

9. Golf dan Driving Range
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas.

10. Pertunjukan di Ruang terbuka
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk. Harus memiliki surat terbuka persetujuan teknis dari Dinas Parekraf

11. Produksi Film
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.

12. Corporate Event
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.

13. Meeting/Seminar/Workshop
Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf. (Asp)

#Pemprov DKI #Bioskop
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Berita Terkait

Lifestyle
9 Film Horor Baru Saat Liburan Sekolah
Tak hanya menghadirkan film horor murni, beberapa judul juga menawarkan perpaduan genre thriller, fantasi, hingga komedi yang membuat pengalaman menonton semakin beragam.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
9 Film Horor Baru Saat Liburan Sekolah
Indonesia
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
Menbud siap berkoordinasi dengan Danantara terkait tantangan ini untuk mendukung distribusi film nasional yang lebih merata di berbagai wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 18 Juni 2026
Menteri Kebudayaan Minta Tambahan Dana Rp 3,9 Triliun, Buat Dukung Industri Film
ShowBiz
Sinopsis Film 'Juminten Edan', Angkat Kisah Horor Penuh Misteri dan Trauma Masa Lalu
Juminten Edan segera tayang di bioskop Indonesia pada 23 Juli 2026. Film ini mengisahkan wanita tuna wicara yang kembali ke pulau tempat ia dibesarkan.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Sinopsis Film 'Juminten Edan', Angkat Kisah Horor Penuh Misteri dan Trauma Masa Lalu
Fun
Kolaborasi 3 Raksasa Bawa Monopoly di Layar Lebar, Mimpi yang Tertunda Sejak 2008
Lionsgate, LuckyChap Entertainment, dan Hasbro Entertainment berkolaborasi menggarap film adaptasi permainan papan legendaris Monopoly.
Wisnu Cipto - Sabtu, 13 Juni 2026
Kolaborasi 3 Raksasa Bawa Monopoly di Layar Lebar, Mimpi yang Tertunda Sejak 2008
Lifestyle
Supergirl Dari DC Studios Tayang di Bioskop 24 Juni 2026, Begini Jalan Ceritanya
Film garapan sutradara Craig Gillespie ini, Kara Zor-El alias Supergirl terpaksa bekerja sama dengan sosok yang tidak terduga setelah musuh kejam menyerang orang-orang terdekatnya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
Supergirl Dari DC Studios Tayang di Bioskop 24 Juni 2026, Begini Jalan Ceritanya
ShowBiz
Jadwal Lengkap Film yang Tayang di Bioskop Juni 2026: dari Horor, Aksi, Animasi, hingga Drama Romantis
Simak daftar lengkap film bioskop yang tayang sepanjang Juni 2026. Ada Toy Story 5, Colony, Backrooms, Supergirl, BTS World Tour Arirang, hingga Power Ballad.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 02 Juni 2026
Jadwal Lengkap Film yang Tayang di Bioskop Juni 2026: dari Horor, Aksi, Animasi, hingga Drama Romantis
Indonesia
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
Pramono membawa suara kawasan ESEAO ke panggung internasional
Angga Yudha Pratama - Jumat, 22 Mei 2026
Pramono Anung Pimpin C40 Cities, Jakarta Siap Guncang Dunia Lewat Revolusi Iklim Global
ShowBiz
5 Fakta di Balik Film 'Crocodile Tears' yang Sedang Tayang di Bioskop
Ketegangan demi ketegangan terjadi, sampai akhirnya Mama memutuskan ada yang harus dilakukan, segera
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
5 Fakta di Balik Film 'Crocodile Tears' yang Sedang Tayang di Bioskop
Indonesia
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Selain protein, hasil uji laboratorium menunjukkan ikan sapu-sapu mengandung karbohidrat sebesar 9 persen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Labkesda DKI Temukan Kandungan Logam Berat Timbal pada Ikan Sapu-Sapu Ciliwung
Indonesia
Gubernur Pramono Anung Ubah Jadwal CFD Jakarta, Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Area bebas kendaraan di sisi timur mencakup Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca, sementara sisi barat meliputi Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio hingga Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya
Angga Yudha Pratama - Jumat, 08 Mei 2026
Gubernur Pramono Anung Ubah Jadwal CFD Jakarta, Berlaku Mulai 1 Juni 2026
Bagikan