Korban Tewas Bencana Alam NTT 179 Jiwa, 45 Orang Masih Hilang

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 12 April 2021
Korban Tewas Bencana Alam NTT 179 Jiwa, 45 Orang Masih Hilang

Foto udara suasana Desa Waimatan yang ditinggalkan warganya mengungsi akibat tanah longsor di Ile Ape, Kabupaten Lembata, NTT, Minggu (11/4/2021). (ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi menyampaikan perkembangan data jumlah korban bencana siklon tropis seroja yang terjadi di NTT per Senin (12/4).

“Jadi korban bencana per hari ini yang meninggal 179 orang dan yang hilang 45 orang,” kata Josef, Senin (12/4).

Adapun 179 meninggal ini tersebar di Kota Kupang 6 orang, Flores Timur 72 orang, Malaka 8 orang, Lembata 47 orang, Ende 1 orang, Sabu Raijua 3 orang, Alor 28 orang, Kupang 12 orang, Sikka 1 orang, dan Roteo Ndao 1 orang.

Baca Juga:

Tentara Perbatasan Dikerahkan Buka Dapur Umum di Malaka NTT

Sedangkan yang 45 orang hilang tersebar di Flores Timur 2 orang, Lembata 22 orang, Sabu Raijua 5 orang, Alor 13 orang, dan Kupang 3 orang.

Sementara untuk pencarian orang yang hilang dilakukan dengan berbagai cara.

“Usaha untuk mencari 45 yang hilang masih terus dilakukan dengan menggunakan anjing pelacak, SAR dog, atau K-9. Mudah-mudahan kita bisa menemukan 45 orang yang hilang itu,” ucap dia.

Selain itu, saat ini jumlah orang yang mengalami luka-luka sebanyak 268 orang. Sementara jumlah pengungsi saat ini 7.462 jiwa serta 118.166 kepala keluarga atau 404.326 jiwa lainnya terdampak.

Tim Satgas Kesehatan Korps Marinir TNI AL memberikan pemulihan trauma kepada anak-anak korban bencana banjir bandang NTT. (Foto: MP/Istimewa)
Tim Satgas Kesehatan Korps Marinir TNI AL memberikan pemulihan trauma kepada anak-anak korban bencana banjir bandang NTT. (Foto: MP/Istimewa)

Kemudian kerugian material yang tercatat sejauh ini 57.040 rumah terdampak (16.608 rusak berat, 10.381 rusak sedang, 33.183 rusak ringan), 4.767 rumah terendam, 1.652 fasilitas umum terdampak dan 5 jembatan putus.

Josef juga menyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada lagi desa yang terisolasi dampak bencana yang diakibatkan siklon tropis seroja di NTT.

Diakui semua desa yang terdampak bencana sudah dijangkau oleh satgas bencana siklon tropis seroja.

"Jadi tidak ada lagi desa yang terisolasi dan tidak ada lagi desa yang tidak bisa terjangkau oleh satgas," jelas dia.

Menurutnya, hal itu bisa teratasi dengan jalur alternatif yang dilaksanakan dalam proses distribusi logistik ini yakni melalui jalur udara, juga laut.

Baca Juga:

KRI Ahmad Yani 351 DIkerahkan Kirim Bantuan Kemanusiaan di NTT

Jalur udara dari beberapa helikopter yang dikirimkan oleh BNPB, juga KRI yang dikirimkan TNI AL.

Juga bantuan dari PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP).

"Bantuan telah didistribusikan ke tempat-tempat yang membutuhkan, sehingga bantuan-bantuan yang didatangkan ke posko itu langsung didistribusikan ke tempat-tempat yang sangat membutuhkan,” jelas dia. (Knu)

Baca Juga:

Marinir Berikan Trauma Healing untuk Anak-anak Korban Bencana Alam NTT

#NTT #Bencana Alam
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Untuk korban luka-luka akibat runtuhan material bangunan terdata mengalami kenaikan, di mana sebanyak 17 jiwa dilaporkan menderita luka berat dan 101 warga mengalami luka ringan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
BNPB Mulai Distribusian Paket Bantuan Kemanusiaan Bagi Penyintas Gempa Magnitudo 6,7 di Palu
Indonesia
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
data serta peta sebaran potensi likuefaksi yang dirilis ini diharapkan dapat menjadi rujukan fundamental bagi jajaran pemerintah daerah setempat dalam merumuskan kebijakan penataan ruang dan zonasi wilayah aman.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 19 Juni 2026
Berbagai Titik di Sulawesi Tengah Berpotensi Alami Fenomena Likuefaksi, Ini Daftarnya
Indonesia
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran pemulihan pascabencana di Sumatra sebesar Rp 100,1 triliun untuk tiga tahun ke depan.
Wisnu Cipto - Kamis, 18 Juni 2026
Prabowo Setujui Anggara Rp 100 T Pemulihan Bencana Sumatra, Disalurkan Lewat 33 Kementerian/Lembaga
Indonesia
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
USGS mendeteksi gempa susulan M 5,2 di Palu, tiga menit setelah gempa utama M 6,7. BMKG pastikan tidak berpotensi tsunami, pasien RS Samaritan panik dievakuasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
USGS Deteksi Gempa Susulan M 5,2 di Palu, Titik Kedalamannya Sama!
Indonesia
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Warga juga harus mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar dingin di sepanjang sungai berhulu di Gunung Semeru, terutama saat hujan turun
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Gunung Semeru Siaga, BPBD Lumajang Minta Warga Waspada Awan Panas
Indonesia
Gunung Lewotobi Laki-laki 5 Kali Erupsi Jumat, 12 Juni Pagi hingga Siang, Tinggi Letusan Sampai 1.000 Meter
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) lima kali erupsi sejak Jumat, 12 Juni pagi sampai siang WITA.
Frengky Aruan - Jumat, 12 Juni 2026
Gunung Lewotobi Laki-laki 5 Kali Erupsi Jumat, 12 Juni Pagi hingga Siang, Tinggi Letusan Sampai 1.000 Meter
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
pusat gempa itu berada di laut pada kedalaman 91 kilometer sebelah timur laut Pulau Puah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Juni 2026
Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Wilayah Kabupaten Banggai
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Gempa bumi magnitudo 5,1 mengguncang Timor Tengah Selatan, NTT, Kamis (27/5) pagi.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Timor Tengah Selatan, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana, khususnya banjir dan genangan.
Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026
BPBD DKI Minta Warga Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem
Dunia
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Lontaran material vulkanis tersebut diidentifikasi sebagai arus piroklastik (pyroclastic density current/PDC) yang dipicu runtuhan aliran lava.
Dwi Astarini - Minggu, 03 Mei 2026
Gunung Mayon di Filipina Meletus, Abu Vulkanis Ganggu Lalu Lintas
Bagikan