Yusril Siap Dampingi Calon 'Dubes' Kutub Utara Temui Jokowi

Andika PratamaAndika Pratama - Minggu, 08 Desember 2019
Yusril Siap Dampingi Calon 'Dubes' Kutub Utara Temui Jokowi

Yusril Ihza Mahendra. (MP/Dery Ridwansah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Calon "Duta Besar" (Dubes) Indonesia untuk Kutub Utara, Tangguh Sipria Riang mendapat dukungan dari mantan menteri tiga presiden, Yusril Ihza Mahendra. Tangguh akan mewakili Indonesia di ajang internasional Fjällraven Polar 2020. Sebuah ekspedisi menggunakan kereta salju sejauh 300 kilometer di kutub utara.

"Visi misinya rasional, cocok dengan semangat perjuangan bangsa kita yakni memajukan kesejahteraan umat manusia, mencerdaskan kehidupan bangsa dan memelihara perdamaian dunia” ungkap Yusril dalam siaran persnya, Minggu (8/12).

Baca Juga

Gagal Jadi Menteri, Yusril Ihza Mahendra Kembali Jadi Advokat

Yusril bahkan akan mendampingi Tangguh untuk menemui Presiden Joko Widodo. Untuk menyampaikan misi kebangsaan yang akan digaungkannya di kutub utara nanti.

"Ya. Saya siap mendampingi Tangguh menghadap Pak Jokowi sebagai penasihat," tegas mantan Mensesneg era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan penasehat hukum Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin itu.

Dukungan Yusril telah diunggah melalui akun twitter pribadinya, @Yusrilihza_Mhd, Sabtu (7/12). Ada dua unggahan Yusril terkait dukungan terhadap Tangguh. Pertama terkait unggahan yang menjelaskan visi misi Tangguh ikut ajang tersebut. Unggahan kedua, Profesor hukum tata negara itu mencantumkan tautan terkait kontestan di ajang tersebut.

Tangguh
Calon "Duta Besar" (Dubes) Indonesia untuk Kutub Utara, Tangguh Sipria Riang

"(Dukungan) Sudah saya tweet di twitter saya," timpal Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) tersebut.

Baca Juga

Yusril Ingatkan Jokowi Jebakan Penyerahan Mandat Ketua KPK

Yusril juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memilih Tangguh sebagai wakil Indonesia di ekspedisi yang akan berlangsung 30 Maret-5 April 2020 tersebut. Mengingat, jurnalis lulusan Sastra Jepang itu akan mengusung lima misi mulia. Antara lain, misi kebangsaan, lingkungan, kemanusiaan, ekonomi sosial dan edukatif.

"Saya sudah baca visi misinya. Salah satunya, soal kemerdekaan Palestina. Tangguh, memang telah menyiapkan sejumlah isu-isu nasional yang perlu diketahui dunia luar. Menurut dia (Tangguh), misi-misi yang akan digaungkannya adalah misi yang seharusnya menjadi tugas tujuh menteri," papar Yusril.

Untuk diketahui, seleksi ajang Fjallraven Polar 2020 akan berakhir tanggal 12 Desember 2019. Satu dari dua pemenang per wilayah akan ditentukan berdasarkan vote terbanyak. Indonesia termasuk ke wilayah Asia/Oceania. Totalnya, ada 24 peserta dari seluruh dunia.

Voting dapat dilakukan melalui backlink https://tinyurl.com/votetangguh. Atau dapat juga diakses melalui link bio Instagram Tangguh, @GoehAround.

Baca Juga

Yusril: Selamat Bekerja Pak Jokowi-Ma'ruf dan Menteri Kabinet Indonesia Maju

Berikut lima misi utama Tangguh sebagai calon "Dubes" Indonesia untuk Kutub Utara jika terpilih di ajang Fjallraven Polar 2020.

1. Misi Lingkungan
Mengajak masyarakat Indonesia sadar akan perubahan iklim di kutub utara. Seperti apa dampaknya bagi kelangsungan hidup masyarakat secara nyata. Khususnya di Indonesia.

2. Misi Kebangsaan
Indonesia negara mayoritas muslim terbesar di dunia. Tapi sangat toleran dan memberi kebebasan bagi minoritas. Untuk berkarya dan berprestasi hingga tingkat global. Padahal di negara lain, minoritas muslim belum tentu mendapat porsi yang sama.
Itu orang luar belum banyak tahu soal Indonesia.

3. Misi Kemanusiaan
Secara simbolis, saya akan menyertakan bendera Palestina sebagai bentuk solidaritas, persaudaraan dan kemanusiaan. Salah satu tujuan berdirinya negara Indonesia, untuk mendorong ketertiban dunia. Artinya, sangat wajar, jika Indonesia mendukung
kemerdekaan Palestina.

4. Misi Sosial Ekonomi
Indonesia harus lebih mengembangkan potensi Eco-tourism. Wilayah tropis Indonesia jauh lebih layak diberdayakan sebagai Eco-tourism. Kalau di kutub saja bisa dijadikan ekspedisi, Indonesia juga pasti bisa.

5. Misi Edukatif
Mengajak generasi milenial agar lebih peduli cara merawat bumi. Mengingat dampaknya akan dirasakan anak cucu nanti. Sebagai jurnalis, saya akan mengedukasi masyarakat lewat publikasi dalam bentuk reportase kegiatan, video dokumenter dan penulisan buku. (Pon)

#Yusril Ihza Mahendra
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Pemerintah resmi melarang konser penyanyi gospel AS Israel Houghton pada 24 Oktober 2026 di Jakarta demi keamanan dan menolak motif politik pro-Israel.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Tok! Negara Larang Konser Israel di Jakarta 24 Oktober: Uang Tiket Wajib Dikembalikan!
Indonesia
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Kasus Mary Jane Veloso akhirnya menemui titik terang setelah Presiden Filipina memberikan pengampunan mutlak. Simak alasan Pemerintah RI menghormati keputusan ini dan kesepakatan di baliknya!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Alasan Indonesia Legowo Mary Jane Veloso Dapat Pengampunan Mutlak dari Filipina
Indonesia
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Menko Yusril tegaskan sanksi berat bagi oknum terkait dugaan sel mewah Lapas Cibinong temuan Ombudsman. "Jangan ada dusta!" Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Ombudsman Temukan Sel Mewah di Lapas Cibinong, Yusril: Jangan Ada Dusta di Antara Kita
Indonesia
Menko Yusril Persilakan Media Liput Lapas Cibinong Buktikan Sendiri Tuduhan Sel Napi Sultan
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan media buktikan temuan Ombudsman soal sel mewah berfasilitas apartemen di Lapas Cibinong. Cek selengkapnya!
Wisnu Cipto - Kamis, 24 September 2026
Menko Yusril Persilakan Media Liput Lapas Cibinong Buktikan Sendiri Tuduhan Sel Napi Sultan
Indonesia
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Menko Yusril Ihza Mahendra persilakan KPK periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk.
Wisnu Cipto - Rabu, 23 September 2026
Hukum Tidak Pandang Bulu, Menko Yusril Persilakan KPK Periksa Menteri Nusron Wahid
Indonesia
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Pemerintah menelusuri pihak yang merekrut 8 WNI yang diduga awalnya ditawari pekerjaan sebelum diarahkan mengikuti dinas militer Rusia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Indonesia
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Kasus 8 WNI yang diduga direkrut menjadi tentara Rusia mendapat perhatian pemerintah. Yusril meminta masyarakat waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Indonesia
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal kericuhan Pejompongan pasca demo 27 Agustus. Warga diminta tenang dan tak termakan hoaks selagi Polda Metro Jaya usut tuntas kasus ini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Indonesia
Yusril Minta Situasi Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Peringatan Damai Aceh
Yusril Ihza Mahendra berharap situasi Aceh tetap kondusif setelah kericuhan dalam rangkaian peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 17 Agustus 2026
Yusril Minta Situasi Aceh Tetap Kondusif Usai Kericuhan Peringatan Damai Aceh
Indonesia
Yusril Ihza Mahendra Sebut Kasus Penghinaan Presiden Resmi Jadi Delik Aduan Murni Tanpa Perantara
Konstruksi KUHP Nasional menetapkan tindak pidana penyerangan kehormatan atau harkat dan martabat presiden serta wakil presiden sebagai delik aduan murni
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Yusril Ihza Mahendra Sebut Kasus Penghinaan Presiden Resmi Jadi Delik Aduan Murni Tanpa Perantara
Bagikan