Kesehatan

Yuk Aktif Bergerak Demi Tulang Kuat dan Jantung Sehat

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 24 Oktober 2022
Yuk Aktif Bergerak Demi Tulang Kuat dan Jantung Sehat

Aktif bergerak membuat tulang dan jantung sehat. (Foto: Unsplash/Jos Zwaan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALBE Nutritions melalui brand Entrasol berkolaborasi bersama Perkumpulan Warga Tulang Indonesia (Perwatusi) dengan menggelar puncak Hari Osteoporosis Nasional (HON) 2022 di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (23/10).

Tahun ini tema yang diangkat adalah Indonesia Bergerak: Tulang Kuat, Jantung Sehat dan digelar serentak hingga November di lima kota (Jakarta, Sukabumi, Banten, Sidoarjo, dan Palembang), 12 provinsi, dan 47 kabupaten. Tujuan gerakan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai pentingnya sinergi kesehatan antara otot, tulang, dan jantung.

Baca Juga:

Pentingnya Penyerapan Kalsium yang Optimal Bagi Kesehatan Tulang

Lebih jauh, Entrasol mengajak ribuan peserta melakukan gerakan 30 Minutes Everyday, serta pemeriksaan kepadatan tulang dan massa otot secara rutin guna mendeteksi risiko osteoporosis. Aktivitas ini juga berhasil memecahkan rekor MURI sebagai “Pemeriksaan Kepadatan Tulang dan Massa Otot Kepada Warga Indonesia Terbanyak”.

Pentingnya olahraga 30 menit sehari. (Foto: Unsplash/Anupam Mahapatra)

Group Business Unit Head Adult Nutrition KALBE Nutritionals Christofer Samuel Lesmana berharap lewat peringatan HON ini kesadaran masyarakat terhadap risiko osteoporosis di Indonesia meningkat.

"Sehingga di masa depan kita bisa mengharapkan Indonesia yang sehat, aktif, dan produktif melalui aktivitas fisik dan nutrisi tepat setiap hari bersama Entrasol guna mencegah terjadinya osteoporosis sejak dini," ungkap Christofer dalam siaran pers yang diterima Merahputih.com, Minggu (23/10).

Baca Juga:

Pentingnya Mengetahui Sumber Bahan Baku Suplemen Kesehatan

Osteoporosis terjadi ketika proses pengikisan tulang dan pembentukan tulang menjadi tidak seimbang. Sel-sel yang menyebabkan pengikisan tulang (osteoklas), mulai membuat kanal dan lubang dalam tulang lebih cepat daripada kerja sel-sel pemicu pembentukan tulang (osteoblas). Tulang pun mengalami penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang, sehingga menjadi rapuh dan mudah patah.

Ketua Dewan Pengawas Perwatusi Prof. DR. dr. Ichramsjah A. Rachman, Sp.OG (K) mengatakan bahwa pengeroposan tulang terjadi pelan sekali selama bertahun-tahun. Selama proses itu, tidak timbul keluhan dan kelainan bentuk, tetapi tulang itu tiba-tiba saja retak atau patah.

Osteoporosis bisa menyebabkan dampak yang serius. (Foto: Unsplash/Adrian "Rosco" Stef)

"Osteoporosis bisa menyebabkan dampak yang serius, karena berpotensi memberikan beban signifikan pada kualitas hidup yang membuat aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian, berbelanja, atau mengemudi menjadi sulit," papar Ichramsjah.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan rutin beraktivitas fisik. dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, selalu dokter spesialis kedokteran olahraga mengatakan bahwa aktivitas fisik perlu dilakukan minimal 30 menit setiap harinya.

"Dengan aktivitas fisik 30 Minutes Everyday tentunya akan membangun tulang yang sehat dan akan berpengaruh kepada otot dan kesehatan jantung yang baik," tuturnya. (and)

Baca Juga:

Perempuan Rawan Osteoporosis, Kok Bisa?

#Kesehatan #Tulang Belakang #Kesehatan Tulang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan