Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

WOW! Google Temukan 18 Juta Malware dan Email Phising Seputar COVID-19

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Sabtu, 18 April 2020
WOW! Google Temukan 18 Juta Malware dan Email Phising Seputar COVID-19

Google Temukan 18 Juta Malware dan Email Phising (Foto: pixabay/firmbee)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GOOGLE mengatakan melihat lebih dari 18 juta malware harian dan email phising terkait dengan penipuan COVID-19. Hal ini sudah terjadi selama seminggu terakhir.

Data tersebut dikumpulkan oleh Google pada minggu kedua bulan April 2020 ini. Google juga menyebutkan ada 240 juta pesan spam setiap hari terkait Virus Corona.

Baca Juga:

Perusahaan Ini Siapkan Solusi Liburan di Pantai saat Pandemi COVID-19

Serangan phising dan scam yang beredar memanfaatkan ketakutan serta kondisi keuangan untuk mencari perhatian agar para pengguna meresponnya. Dengan kata lain, email scam yang sama bisa saja menggunakan subjek email yang berbeda.

Serangan phising dan scam memanfaatkan ketakutan masyarakat (Foto: pixabay/geralt)

Scam tersebut mencakup peniruan organisasi pemerintah seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencoba meminta sumbangan atau menipu pengguna agar mengunduh malware.

Modusnya dengan berpura-pura memiliki informasi tentang dana bantuan dari pemerintah untuk para masyarakat yang terdampak pandemi Corona. Salah satu sasaran untuk serangan phising tersebut ialah para pekerja yang bekerja dari rumah.

Baca Juga:

Mendadak Viral, Bangunan Dipenuhi Ratusan Boneka Seram

Seperti yang dilansir dari laman The Verge, para scammer tersebut akan berpura-pura berafiliasi dengan pihak perusahaan tempat si pengguna bekerja.

Terkait hal itu, Google mengklaim jika perlindungan pengguna berbasis kecerdasan buatan bisa memblokir 99,9% trik spam, phising serta malware sebelum menuju korbannya.

Google menyarankan agar penggunanya tak mengklik link apapun dari sumber yang tak jelas (Foto: pixabay/kalhh)

Google mengaku telah bekerjasama dengan WHO untuk mengimplementasikan Domain-based Message Authentication, Reporting dan Conformance (DMARC). Tujuannya agar menyulitkan para scammer berpura-pura menggunakan domain who.int.

Selain itu, Google pun membrikan tips agar para penggunanya tak tertipu oleh trik para penjahat dunia maya tersebut. Caranya dengan tidak mengklik link apapun di email yang sumbernya tak jelas. Selain itu, laporkan juga email phising tersebut dan pastikan keaslian alamat URL sebelum kamu menginformasikannya ke suatu situs. Sebagian besar scammer mencoba menyerupai URL asli. (ryn)

Baca Juga:

Cara Pria Jomlo ini Cari Pacar Ditengah Pandemi Corona Gegerkan Jagat Maya

#Google #COVID-19 #Virus Corona #Malware
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
AI pada dasarnya bekerja berdasarkan data dan instruksi yang diberikan manusia sehingga cenderung hanya mampu bereaksi terhadap apa yang dipelajarinya.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 16 Juli 2026
Ingat! Hal Ini Yang Tidak Ada Tergantikan Oleh AI
Lifestyle
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Laporan menunjukkan 75 persen permintaan kepada Gemini di kawasan berasal dari perangkat seluler. Lebih dari 40 persen perintah telah menggunakan masukan multimodal berupa suara, foto, atau video
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Masuk Wilayah Tercepat Penggunaan Gemini, Prompt Gunakan Bahasa Lokal
Indonesia
Pemotor Wanita Tanpa SIM Nekat Terobos Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Google Maps Makan Korban Lagi
Beruntung, kesigapan petugas Kepolisian didukung tim layanan jalan tol berhasil menghentikan laju kendaraan sebelum fatalitas kecelakaan terjadi
Angga Yudha Pratama - Rabu, 01 Juli 2026
Pemotor Wanita Tanpa SIM Nekat Terobos Tol Jakarta-Cikampek KM 50, Google Maps Makan Korban Lagi
Tekno
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Android 17 hadir dengan fitur transfer data iPhone tanpa kabel, AI Gemini Intelligence, keamanan lebih ketat, multitasking canggih, dan dukungan HyperOS 4 untuk sejumlah HP Xiaomi
ImanK - Jumat, 19 Juni 2026
Android 17: Transfer Data iPhone Kini Lebih Mudah
Indonesia
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Google menyatakan bersedia bekerja sama dengan regulator, namun menganggap banyak tuntutan tersebut justru kontraproduktif.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 26 Mei 2026
Uni Eropa Segera Denda Google, Dihitung Berdasarkan Omzet Perusahaan
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Indonesia
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Mengikuti prosedur dalam regulasi tersebut, Google mendapat sanksi berupa teguran melalui surat dari Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 10 April 2026
Bandel Google Abaikan PP Tunas Terancam Pada Penutupan Akses
Indonesia
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Pemerintah Indonesia menjatuhkan rapor merah dan sanksi kepada Google sebagai pemilik YouTube karena dinilai tidak menunjukkan iktikad untuk batas usia minimal pengakses 16 tahun yang diatur dalam PP Tunas.
Wisnu Cipto - Kamis, 09 April 2026
YouTube Tetap Bandel Langgar PP Tunas, Google Kena Rapor Merah dan Surat Teguran
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Meta dan Google belum memenuhi kewajiban membatasi akses anak16 tahun ke bawah di Indonesia
Wisnu Cipto - Selasa, 07 April 2026
Langgar PP Tunas, Meta dan Google Dicecar 29 Pertanyaan Saat Diperiksa Komdigi
Bagikan