MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi I DPR RI Iman Sukri mendesak pemerintah segera menerbitkan travel warning ke Yaman dan wilayah konflik lainnya di Timur Tengah. Desakan itu muncul setelah seorang warga negara Indonesia (WNI) tewas dalam serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah di Yaman.
"Kami berduka cita atas meninggalnya satu WNI akibat serangan terhadap kapal MV Tihamah di Yaman. Kami meminta pemerintah segera mengeluarkan travel warning ke Yaman dan wilayah konflik lain di Timur Tengah bagi WNI mengingat situasi keamanan di wilayah tersebut semakin berisiko," kata Iman di Jakarta, Rabu (12/8).
Serangan terhadap MV Tihamah terjadi di kawasan Bab el-Mandeb, Yaman, pada Selasa (11/8). Kapal tersebut membawa 11 awak, terdiri atas 8 warga negara Pakistan dan 3 WNI.
Berdasarkan laporan Reuters, empat awak kapal tewas dalam serangan kelompok Houthi. Korban tewas terdiri atas tiga warga Pakistan dan satu WNI. Sejumlah awak kapal lainnya juga dilaporkan mengalami luka.
Iman menilai insiden tersebut menjadi bukti bahwa situasi keamanan di kawasan Timur Tengah semakin berbahaya. Menurut dia, pemerintah tidak boleh menunggu sampai lebih banyak WNI menjadi korban untuk mengeluarkan peringatan perjalanan. "Serangan terhadap kapal sipil menunjukkan risiko nyata bagi WNI, baik yang bekerja sebagai awak kapal maupun yang melakukan perjalanan ke kawasan tersebut," ujarnya.
Baca juga:
Blokade Selat Bab al-Mandsb Oleh Houthi Bikin Pelayaran Kapal Turun 56 Persen
Politikus PKB itu mengatakan travel warning merupakan langkah perlindungan preventif. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan peringatan kepada masyarakat agar mempertimbangkan risiko keamanan sebelum bepergian ke daerah konflik. "Apalagi saat ini situasi di Selat Hormuz maupun perairan di wilayah Timur Tengah kian memanas seiring konflik AS-Israel yang tak kunjung berakhir," kata Iman.
Selain menerbitkan travel warning, Iman meminta Kementerian Luar Negeri segera menangani WNI yang menjadi korban. Pemerintah diminta memastikan WNI yang terluka memperoleh perawatan dan korban selamat mendapatkan pendampingan. "Kami meminta pemerintah memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi, baik perawatan bagi WNI yang terluka, pendampingan bagi yang selamat, maupun proses pemulangan jenazah ke Indonesia," ujarnya.
Iman menegaskan pemerintah juga harus memastikan seluruh hak WNI yang menjadi korban terpenuhi. Menurut dia, perlindungan terhadap warga negara merupakan tanggung jawab utama negara, terutama ketika mereka berada di tengah situasi konflik bersenjata.(Pon)
Baca juga:
Houthi Serang 3 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi, CENTCOM Usulkan Hentikan Serangan di Hormuz