MerahPutih.com - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di luar luar negeri sudah dimulai pekan ini. Ribuan warga yang terdaftar untuk memilih capres-cawapres dan pileg, sudah mengirimkan kertas suara ke Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN). PPLN mengirimkan surat suara kepada para pemilih di luar negeri pada 2-11 Januari 2024.
PPLN Hong Kong dan Makau hingga Selasa (23/1) telah menerima lebih dari 54 ribu surat suara yang telah tercoblos. Total surat suara yang sudah dikirimkan adalah sebanyak 162.301 surat suara dari 164.691 pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Baca Juga:
Paham Situasi Pemilu 2024, Prabowo Kutip Quote John F Kennedy
Ketua PPLN Hong Kong dan Makau Agustinus Guntoro mengakui, jika kesalahan alamat memang menjadi persoalan tidak terhindarkan.
"Hingga saat ini terdata ada 3.000-an surat suara yang 'return to sender', yaitu kembali ke PPLN Hong Kong dan Makau di KJRI Hong Kong karena alamat tidak akurat, itu juga belum dihitung semua dan masih ada beberapa karung belum terhitung," katanya dikutip Antara.
Ia mengatakan, surat-surat suara yang kembali tapi belum dicoblos itu akan ditangani sesuai dengan aturan KPU. Berdasarkan aturan KPU para pemilih yang seharusnya memilih lewat pos tapi tidak mendapat surat suara karena persoalan alamat bisa difasilitasi untuk memilih di TPS atau dikirim ulang.
Ia mengatakan, sesuai aturan surat suara jika tidak bisa dikirim ke pemilih awal, surat itu nantinya dapat dialokasikan untuk Daftar Pemilih Khusus (DPK) pada hari pencoblosan yaitu 13 Febuari 2024.
"Kami menunggu pengembalian surat suara yang tercoblos sehari sebelum perhitungan surat suara," ungkap Agustinus.
Agustinus menyebut, perhitungan surat suara melalui pos dilakukan sehari setelah perhitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk TPS di Hong Kong, pencoblosan dilakukan pada 13 Februari, sedangkan perhitungan suara dilakukan serentak dengan Indonesia yaitu pada 14 Februari.
Sementara yang perhitungan suara melalui pos menurut KPU bisa dihitung antara 15-22 Februari. Di mana, akan dihitung pada 16 Februari.
"Jdi surat suara lewat ditunggu sampai 15 Februari," ungkap Agustinus.
Untuk pencoblosan di TPS, hanya dipusatkan di KJRI Hong Kong dengan 4 TPS untuk 2.691 suara yang masuk dalam DPT. Tetapi, tidak menutup kemungkinan tambahan pemilih.
Berdasarkan data Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing per November 2023, DPT di Tiongkok mencapai 168.084 orang. Rinciannya DPT untuk Beijing adalah 795 pemilih, di Guangzhou sebanyak 1.709 pemilih, di Shanghai sebanyak 889 orang pemilih dan di Hong Kong serta Makau sebanyak 164.961 orang.
Pemungutan suara di luar negeri bisa dilakukan dengan mekanisme "early voting" melalui tiga cara yakni pemberian suara lewat pos (postal voting), melalui Kotak Suara Keliling (KSK) dan mencoblos langsung di TPS luar negeri dengan total PPLN, KSK, dan Pos sebanyak 3.059 di 128 negara.
Baca Juga:
KSAD Klaim Belum Terima Pengaduan Aparat TNI Tidak Netral di Pemilu