WHO Soroti Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Gejala Awal yang Sering Dikira Flu

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
WHO Soroti Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Ini Gejala Awal yang Sering Dikira Flu

MV Hondius. (foto: Oceanwide Expedition)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kasus wabah hantavirus di kapal pesiar mewah MV Hondius belakangan menjadi perhatian dunia. Sejumlah penumpang dilaporkan mengalami gangguan pernapasan berat selama perjalanan kapal di kawasan Atlantik Selatan.

Hingga awal Mei 2026, tercatat beberapa kasus suspek dan konfirmasi hantavirus, termasuk korban meninggal dunia. Situasi ini semakin disorot setelah muncul dugaan penularan antarmanusia dari varian Andes hantavirus, sesuatu yang tergolong sangat jarang terjadi.

Dikutip dari World Health Organization, wabah di kapal pesiar tersebut membuat banyak orang mulai mencari tahu mengenai hantavirus, termasuk bagaimana gejala penyakit ini berkembang di dalam tubuh manusia.

Hantavirus merupakan virus yang umumnya ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran hewan pengerat seperti tikus. Seseorang dapat terinfeksi ketika menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi virus, terutama di area dengan sanitasi buruk atau populasi tikus yang tinggi.

Baca juga:

WHO Ungkap Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar, Ketahui Cara Penularan hingga Risikonya

Gejala awal hantavirus sering kali menyerupai flu biasa sehingga cukup sulit dikenali. Berdasarkan informasi dari Alodokter, penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, menggigil, hingga gangguan pencernaan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.

Pada sebagian kasus, gejala awal tersebut dapat muncul satu hingga delapan minggu setelah seseorang terpapar virus.

Namun, hantavirus menjadi berbahaya karena perkembangan penyakitnya bisa berlangsung sangat cepat. Setelah fase awal, penderita dapat mengalami sesak napas berat akibat penumpukan cairan di paru-paru.

Kondisi ini dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome atau HPS, salah satu bentuk infeksi hantavirus paling serius.

Dalam kondisi berat, pasien dapat mengalami tekanan darah turun drastis, gagal napas, hingga syok yang mengancam nyawa.

Selain HPS, beberapa jenis hantavirus juga diketahui dapat menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome atau HFRS, yakni kondisi yang menyerang ginjal dan memicu perdarahan.

Baca juga:

MV Hondius yang Terserang Wabah Hantavirus Menuju Kepulauan Canary, WHO Mulai Lacak Kontak dengan para Korban

Gejalanya meliputi demam tinggi, nyeri punggung, gangguan penglihatan, hingga penurunan fungsi ginjal. Meski demikian, jenis yang banyak disorot dalam kasus kapal pesiar MV Hondius adalah Andes hantavirus yang lebih berkaitan dengan gangguan paru-paru dan sistem pernapasan.

Para ahli menilai hantavirus tergolong penyakit langka, tetapi memiliki tingkat fatalitas cukup tinggi apabila tidak segera ditangani.

Sebagian besar penularan terjadi melalui kontak dengan hewan pengerat. Namun, varian Andes hantavirus diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kontak sangat dekat, misalnya antar pasangan atau orang yang berada di ruang tertutup bersama dalam waktu lama.

Karena gejalanya mirip dengan penyakit umum lainnya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan apabila mengalami demam tinggi dan gangguan pernapasan setelah berada di lingkungan yang berisiko terpapar tikus atau wilayah dengan kasus hantavirus.

Menjaga kebersihan lingkungan, menghindari kontak dengan kotoran tikus, serta menggunakan perlindungan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Kasus di kapal pesiar MV Hondius menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis seperti hantavirus masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan global. Meski risiko penyebaran luas saat ini dinilai masih rendah, kewaspadaan tetap diperlukan agar kasus serupa tidak berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih besar. (Far)

#Hantavirus #Virus #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Olahraga
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Atlet HYROX asal Australia Joanna Wietrzyk mengalami inkontinensia feses saat lomba di Beijing, tetapi tetap bertanding hingga keluar sebagai juara.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Joanna Wietrzyk Alami Inkontinensia Feses di Tengah Lomba HYROX, Tetap Finis dan Jadi Juara
Dunia
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
umlah lansia berusia 100 tahun ke atas di Jepang tembus 107.677 orang per September 2026. Sebanyak 87,6% di antaranya adalah wanita. Simak data lengkapnya!
Wisnu Cipto - Selasa, 15 September 2026
Rekor Baru Jepang! Warga Berusia 100 Tahun Tembus 100 Ribu, 87,6% Perempuan
Indonesia
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Untuk memenuhi itu, katanya, pihaknya pun berupaya membangun kepercayaan dari para mitra global dan filantropis.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Menkes Butuh USD 27 Miliar Buat Meningkatan Usia Harapan Hidup Jadi 76 Tahun
Indonesia
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Program ini difokuskan untuk memperkuat deteksi dini penyakit sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
Pemerintah Klaim Program CKG Telah Jangkau 130 Juta Jiwa
Berita Foto
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Pengunjung memukul bola golf lewat teknologi AI Human Motion Analytics dalam ajang Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta, Jumat (11/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 11 September 2026
Hadapi Era Ageing Population, Alita-Fujitsu Hadirkan Teknologi AI Human Motion Analytics
Lifestyle
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Abu vulkanis dapat menempel pada kulit, rambut, pakaian, dan sepatu. Simak alasan pentingnya mandi dan mengganti pakaian setelah terpapar abu.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
Hujan Abu Vulkanis Menempel di Rambut dan Pakaian, Ini Alasan Harus Segera Bersih-bersih
Indonesia
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Pelaku usaha yang terbukti menimbun atau membatasi pasokan hingga menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga tidak wajar dapat dikenai sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kemenkes Ancam Pidanakan Penimbun Masker di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Bagikan