Waspada, Leher Kaku Bisa Jadi Penyakit Serius
Leher kaku bisa jadi merupakan tanda penyakit serius. (Foto: Pexels/Ba Tik)
JANGAN remehkan apabila leher terasa kaku. Kondisi ini mungkin terjadi setelah kamu bangun tidur. Bisa juga karena kamu habis melakukan aktivitas berat. Keluhan yang terasa mulai dari nyeri leher, kesulitan menggerakkan leher, sakit kepala, hingga nyeri bahu atau lengan.
Kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Untuk meredakan dan menghilangkannya dengan cara mengompres bagian leher dengan es yang dibungkus kain. Kemudian berikan pijatan lembut pada bagian leher. Gel atau krim pereda rasa sakit juga akan membantu penyembuhannya.
Baca Juga:
Namun, apabila tak kunjung sembuh, kamu harus mulai waspada terhadap kondisi ini. Bisa jadi leher kaku merupakan pertanda penyakit serius. Seperti yang dimuat di laman Alodokter, ada beberapa penyakit serius memiliki gejala leher kaku, misalnya:
1. Meningitis
Leher kaku dan sulit digerakkan merupakan gejala penyakit meningitis. Penyakit ini merupakan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Obat anti nyeri tidak akan ampuh mengatasi kondisi ini.
Gejala lain meningitis ialah sakit kepala, demam tinggi, mual dan muntah, kejang, sulit berkonsentrasi, tidak nafsu makan, hingga sensitif terhadap cahaya. Paling parahnya, pengidap meningitis bisa mengalami penurunan kesadaran hingga koma. Meningitis akan menimbulkan kerusakan otak permanen dan kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
2. Tortikolis
Leher kaku disertai dengan nyeri leher, bengkok, dan terdapat kram atau kedutan di otot leher kemungkinan besar merupakan penyakit tortikolis. Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa mengidap penyakit ini.
Penyebab penyakit ini ialah gangguan saraf dan cidera. Bahkan, penyakit ini memang terjadi apabila seseorang mengalami kelainan genetik. Tanpa penanganan khusus tortikolis dapat sembuh. Namun, dalam beberapa kasus penyakit ini bisa menetap, sehingga menimbulkan kesulitan dalam beraktivitas.
Baca Juga:
Penyebab Rematik yang Jarang Diketahui, Bukan Karena Mandi Malam
3. Cervical spondylosis
Tulang, ligamen, dan otot leher yang mengalami peradangan merupakan gangguan kesehatan bernama cervical spondylosis. Penyakit ini membuat leher terasa kaku dan nyeri. Rasa sakit akan semakin parah apabila leher digerakkan. Pusing dan sakit kepala juga terasa ketika mengalami kondisi ini.
4. Rheumatoid arthritis
Rheumatoid arthritis memiliki gejala umum berupa leher kaku. Tingkat keparahan penyakit ini bermacam-macam, seperti nyeri berdenyut di bagian belakang leher, kekakuan hingga pembengkakan sendi leher. Akibatnya, kepala menjadi sulit digerakkan. Bahkan nyeri pada leher bisa terasa kembali meskipun rheumatoid arthritis membaik.
Jika kamu mengalami leher kaku hingga seminggu lebih segera berkonsultasi dengan dokter. Terlebih apabila disertai dengan gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, kejang serta mual dan muntah. (ikh)
Baca Juga:
Minum Air Jeruk Nipis Saja Bisa Hilangkan Perut Buncit? Mitos Ah!
Bagikan
Berita Terkait
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya