Kesehatan

Waspada, Leher Kaku Bisa Jadi Penyakit Serius

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 03 Januari 2022
Waspada, Leher Kaku Bisa Jadi Penyakit Serius

Leher kaku bisa jadi merupakan tanda penyakit serius. (Foto: Pexels/Ba Tik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JANGAN remehkan apabila leher terasa kaku. Kondisi ini mungkin terjadi setelah kamu bangun tidur. Bisa juga karena kamu habis melakukan aktivitas berat. Keluhan yang terasa mulai dari nyeri leher, kesulitan menggerakkan leher, sakit kepala, hingga nyeri bahu atau lengan.

Kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Untuk meredakan dan menghilangkannya dengan cara mengompres bagian leher dengan es yang dibungkus kain. Kemudian berikan pijatan lembut pada bagian leher. Gel atau krim pereda rasa sakit juga akan membantu penyembuhannya.

Baca Juga:

Tegang di Leher dan Pundak saat Stres? Lakukan Gerakan ini

Namun, apabila tak kunjung sembuh, kamu harus mulai waspada terhadap kondisi ini. Bisa jadi leher kaku merupakan pertanda penyakit serius. Seperti yang dimuat di laman Alodokter, ada beberapa penyakit serius memiliki gejala leher kaku, misalnya:

1. Meningitis

Disertai dengan demam tinggi. (Foto: Unsplash/I8r8oosh)

Leher kaku dan sulit digerakkan merupakan gejala penyakit meningitis. Penyakit ini merupakan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau jamur. Obat anti nyeri tidak akan ampuh mengatasi kondisi ini.

Gejala lain meningitis ialah sakit kepala, demam tinggi, mual dan muntah, kejang, sulit berkonsentrasi, tidak nafsu makan, hingga sensitif terhadap cahaya. Paling parahnya, pengidap meningitis bisa mengalami penurunan kesadaran hingga koma. Meningitis akan menimbulkan kerusakan otak permanen dan kematian jika tidak ditangani dengan tepat.

2. Tortikolis

Penyebab penyakit ini bisa karena cidera. (Foto: Unsplash/Kate Hliznitsova)

Leher kaku disertai dengan nyeri leher, bengkok, dan terdapat kram atau kedutan di otot leher kemungkinan besar merupakan penyakit tortikolis. Baik anak-anak maupun orang dewasa bisa mengidap penyakit ini.

Penyebab penyakit ini ialah gangguan saraf dan cidera. Bahkan, penyakit ini memang terjadi apabila seseorang mengalami kelainan genetik. Tanpa penanganan khusus tortikolis dapat sembuh. Namun, dalam beberapa kasus penyakit ini bisa menetap, sehingga menimbulkan kesulitan dalam beraktivitas.

Baca Juga:

Penyebab Rematik yang Jarang Diketahui, Bukan Karena Mandi Malam

3. Cervical spondylosis

Rasa sakit makin parah apabila leher digerakkan. (Foto: Pexels/Karolina Grabowska)

Tulang, ligamen, dan otot leher yang mengalami peradangan merupakan gangguan kesehatan bernama cervical spondylosis. Penyakit ini membuat leher terasa kaku dan nyeri. Rasa sakit akan semakin parah apabila leher digerakkan. Pusing dan sakit kepala juga terasa ketika mengalami kondisi ini.

4. Rheumatoid arthritis

Tingka keparahan penyakit ini bermacam-macam. (Foto: Unsplash/Teslariu Mihai)

Rheumatoid arthritis memiliki gejala umum berupa leher kaku. Tingkat keparahan penyakit ini bermacam-macam, seperti nyeri berdenyut di bagian belakang leher, kekakuan hingga pembengkakan sendi leher. Akibatnya, kepala menjadi sulit digerakkan. Bahkan nyeri pada leher bisa terasa kembali meskipun rheumatoid arthritis membaik.

Jika kamu mengalami leher kaku hingga seminggu lebih segera berkonsultasi dengan dokter. Terlebih apabila disertai dengan gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, kejang serta mual dan muntah. (ikh)

Baca Juga:

Minum Air Jeruk Nipis Saja Bisa Hilangkan Perut Buncit? Mitos Ah!

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan