Merahputih.com - Orang yang terpapar COVID-19 di Perumahan Griya Melati, Kota Bogor, Jawa Barat kembali bertambah lima orang. Sehingga, total orang terpapar COVID-19 menjadi 65 orang dari sebelumnya 60 orang.
Wali Kota Bogor Bima Arya menyebutkan kasus ini merupakan penyebaran COVID-19 secara masif di satu lokasi menjadi kasus pertama di Kota Bogor.
Baca Juga
"Ini hasil dari penelusuran kontak erat atau pun yang tadinya (tes) antigen kita lakukan (tes) PCR," ungkap Wali Kota Bogor Bima Arya kepada wartawan, Rabu (26/5).
Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor telah menyimpulkan ada kegiatan utama yang menyebabkan penularan di perumahan yang ada di Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor tersebut.
Penyebaran COVID-19 terjadi saat warga menjalani kegiatan keagamaan selama Ramadan dan Lebaran. Pertama, potensi penularan saat warga menjalankan itikaf di masjid, kedua salat Jumat, dan ketiga saat warga salat Id. "Kemungkinan besar disitu," kata Bima.
Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor juga memutuskan agar tak terjadi penyebaran virus, maka akan dilakukan tes PCR untuk seluruh warga. "Jadi selama ini baru ada sekitar 252 warga (tracing). Inikan ada sekitar 600 jiwa, kita pastikan itu dites secara cepat," ucapnya.
Baca Juga
Kapolda Metro Jaya Kumpulkan Seluruh Kapolsek Antisipasi Lonjakan COVID-19
Bima menambahkan, selain ada penambahan kasus, disisi lain ada juga warga yang terpapar kini sudah sembuh. "Ada satu orang yang sembuh. Yang lainnya masih isolasi. Tapi gejalanya ringan saja. Satu di rumah sakit," tambah Bima.
Bima juga memastikan pusat isolasi di Gedung Pusdiklat BPKP, Ciawi, Bogor, masih dapat menampung warga yang diketahui terpapar. "Cukup-cukup. Jadi masih ada 34 lagi (tempat tidur). Mudah-mudahan gak ada lagi yang ke sana," tukasnya. (Knu)