Gubernur Riau masih Terlibat Kasus Korupsi meski sudah Diingatkan, Pemerintah Buka Wacana Evaluasi Sistem Pengawasan
Wamendagri Bima Arya Sugiarto.(foto: dok Kemendagri)
MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH pusat angkat suara terkait dengan Gubernur Riau Abdul Wahid yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat terjerat kasus korupsi. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyatakan prihatin dengan hal ini.
Dia menyebut pihaknya kerap memberikan arahan kepada kepala daerah terkait dengan pencegahan korupsi. "Sudah sering pemerintah pusat terutama Kemendagri mengingatkan dan memberikan arahan kepada kepala daerah," jelas Bima kepada wartawan, Jumat (7/11).
Sistem pencegahan juga sudah dibangun bersama sama KPK, kejaksaan, dan BPKP. Para kepala daerah bahkan telah dibina dalam retret Magelang untuk tidak korupsi. “Sejak retret Magelang sudah diingatkan untuk tidak korupsi," imbuhnya.
Dia menilai sistem pemilu perlu dieevaluasi karena rentannya kepala daerah terjerat korupsi. "Mulai dari rekrutmen kepala daerah, sistem pemilihan sampai sistem pengawasan pemerintahan," ucap Bima yang juga mantan Wali Kota Bogor tersebut.
Baca juga:
KPK Geledah Rumah Dinas Gubernur Riau Abdul Wahid, Lanjutkan Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi
Abdul Wahid menjadi Gubernur Riau yang keempat terjerat kasus korupsi. Tiga mantan Gubernur Riau yang juga pernah tersandung kasus korupsi yakni Saleh Djasit, Rusli Zainal, dan Annas Maamun.(knu)
Baca juga:
KPK Amankan Dokumen dan CCTV Usai Geledah Rumah Dinas Gubernur Riau Abdul Wahid
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
PT Karabha Digdaya Milik Kemenkeu Terseret Kasus Suap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok
KPK Periksa Eks Menteri BUMN Rini Soemarno terkait Dugaan Korupsi Jual Beli Gas PGN
KPK semakin Sering Tangkap Pegawai Pajak serta Bea dan Cukai, DPR Ingatkan Pencegahan Harus Dilakukan
KPK Tetapkan 6 Tersangka Korupsi Impor di Bea Cukai, Barang Bukti Rp 40,5 Miliar Disita
KPK Ungkap Skandal Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Terima Rp 800 Juta
KPK Pamerkan Uang Rp1 Miliar Hasil OTT Suap Restitusi Pajak di KPP Madya Banjarmasin
KPK Tetapkan Bos Pajak Banjarmasin sebagai Tersangka Kasus Restitusi Pajak
Kejagung Lacak Jejak Riza Chalid, Diduga Masih Berada di Asia
Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Interpol, Polri Sebut Bisa Ditangkap di 196 Negara