Warga Sidangsari Keluhkan Pembuangan Limbah Pabrik

Yohannes AbimanyuYohannes Abimanyu - Minggu, 11 Juni 2017
Warga Sidangsari Keluhkan Pembuangan Limbah Pabrik

Ilustrasi warga tolah pihak pabrik buang limbah ke aliran sungai. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Masyarakat Kelurahan Sindangsari, Kota Sukabumi, Jawa Barat, mengeluhkan pembuangan limbah dari pabrik kardus ke aliran irigasi Bendungan Jember yang mengalir di sekitar permukiman warga.

"Sudah ada sekitar tiga bulan aliran irigasi ini dijadikan tempat pembuangan limbah dari pabrik kardus yang berada tidak jauh dari permukiman," kata istri dari Ketua RW 03 Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Lembursitu Rani Fitriani di Sukabumi, Minggu (11/6).

Menurut dia, akibat pembuangan limbah itu aliran irigasi menjadi berwarna-warni bisa menjadi biru, merah, hitam pekat dan lain-lain. Walaupun tidak mengeluarkan bau dan dampaknya belum terlalu luas tetap sudah banyak warga yang mengeluh.

Apalagi air irigasi ini digunakan mayoritas warganya untuk mencuci pakaian, piring, kolam ikan, mengairi sekitar 8 hektare sawah bahkan juga digunakan untuk wudlu di masjid dan mushala.

Belum lama ini, ribuan ikan milik Ningrum mati mendadak akibat tercemar limbah yang dibuang dari pabrik tersebut dan masih banyak keluhan warga lainnya.

"Kami sudah melaporkan kasus ini kepada pihak kelurahan, dan Lurah Sindangsari Saepullah pun langsung mengambil sample air untuk diperiksa di Dinas Lingkungan Hidup setempat namun hingga kini belum ada hasilnya," katanya.

Penggiat warga Sindangsari Yadi menambahkan, saat ini warga memilih mempercayakan penanganan kasus pencemaran air irigasi tersebut kepada pihak pemerintah setempat, namun sayang belum ada tindakan yang tegas baru sebatas pengambilan sampel.

Padahal pencemaran ini sudah lama, bahkan hampir setiap hari di jam tertentu air berubah warna yang diduga berasal dari sisa pewarna untuk mewarnai kardus.

"Beruntung warga di sini tidak main hakim sendiri, tetapi lebih memilih jalur musyawarah tapi tidak menutup kemungkinan melakukan aksi unjuk rasa jika tidak ada penanganan dan tanggung jawab dari pihak manajemen pabrik," tambahnya.

Sementara, warga RT 01 RW 02 Kelurahan Sindangsari Usep Komarudin mengatakan, akibat pembuangan limbah itu kolam ikannya pun ikut terpapar karena airnya berasal dari air Irigasi Jember. "Saat pabrik membuang limbahnya air kolam saya terkadang berwarna merah, biru, hitam dan lain-lain," katanya.

Dihubungi secara terpisah, Lurah Sindangsari Saepullah mengatakan pihaknya telah mengambil sample air irigasi tersebut pas berubah warna untuk diteliti di DLH Kota Sukabumi. "Kami masih menunggu hasilnya," katanya.

Sumber: ANTARA

#Limbah Pabrik #Sukabumi #Limbah Industri #Pencemaran Sungai
Bagikan
Ditulis Oleh

Yohannes Abimanyu

Wonderful Indonesia, Pesona Indonesia dan pesona gw adalah satu

Berita Terkait

Indonesia
Sesar Bawah Laut Picu Gempa di Sukabumi, BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik
BMKG memastikan gempa di Sukabumi tidak menimbulkan kerusakan berarti karena masuk ketegori gempa dangkal.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Sesar Bawah Laut Picu Gempa di Sukabumi, BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik
Indonesia
Sukabumi Mulai Diserbu Turis Lebaran, Ingat Tol Bocimi Sesi 3 Buka Cuma Sampai 17.00 WIB
Arus lalu lintas di jalur fungsional Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sesi 3 terpantau padat pada Senin (23/3) pasca Lebaran 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 23 Maret 2026
Sukabumi Mulai Diserbu Turis Lebaran, Ingat Tol Bocimi Sesi 3 Buka Cuma Sampai 17.00 WIB
Indonesia
Ayah Nizam Diduga Anggota Gangster, Komisi III DPR Perintahkan Kapolres Sukabumi: Hajar Saja
Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, menyatakan mantan suami Lisnawati diketahui memiliki keterkaitan dengan kelompok gangster.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Ayah Nizam Diduga Anggota Gangster, Komisi III DPR Perintahkan Kapolres Sukabumi: Hajar Saja
Indonesia
Kapolres Sukabumi Beberkan Fakta Baru Kematian Nizam Syafi’i, Disebut Jadi Korban Penganiayaan Berulang
Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka lebam akibat trauma panas dan trauma benda tumpul.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Kapolres Sukabumi Beberkan Fakta Baru Kematian Nizam Syafi’i, Disebut Jadi Korban Penganiayaan Berulang
Indonesia
Komisi III DPR Ungkap Kejanggalan Kasus Kematian Nizam Syafi’i yang Tewas Disiksa Ibu Tiri
Komisi III meminta penyidik mengungkap secara jelas rentang waktu penganiayaan serta kronologi kejadian.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Komisi III DPR Ungkap Kejanggalan Kasus Kematian Nizam Syafi’i yang Tewas Disiksa Ibu Tiri
Indonesia
Menteri KLH Akui Labnya Kurang Lengkap, Hasil Pencemaran Cisadane Tunggu dari Kementan
Hanif menjelaskan Kementerian Lingkungan Hidup sendiri belum memiliki laboratorium untuk secara lengkap menangkap parameter cemaran terkait pestisida.
Wisnu Cipto - Kamis, 26 Februari 2026
Menteri KLH Akui Labnya Kurang Lengkap, Hasil Pencemaran Cisadane Tunggu dari Kementan
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Bocah NS di Sukabumi
DPR meminta polisi menindak tegas pelaku dan memastikan proses hukum berjalan maksimal.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Ketua Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Bocah NS di Sukabumi
Indonesia
Ternyata Gudang Pestisida Pencemar Sungai Cisadane Tidak Punya IPAL. Kok Bisa?
Gudang penyimpanan pestisida milik PT BS di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Tangsel itu, tidak memiliki fasilitas Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL).
Wisnu Cipto - Jumat, 13 Februari 2026
Ternyata Gudang Pestisida Pencemar Sungai Cisadane Tidak Punya IPAL. Kok Bisa?
Indonesia
Sungai Cisadane Butuh 2 Pekan untuk Benar-Benar Bersih dari Kontaminasi Pestisida
Pemerintah pusat hingga daerah turun langsung menangani kasus pencemaran kimia di Sungai Cisadane akibat insiden kebakaran pabrik pestisida.
Wisnu Cipto - Kamis, 12 Februari 2026
Sungai Cisadane Butuh 2 Pekan untuk Benar-Benar Bersih dari Kontaminasi Pestisida
Indonesia
KLH Imbau Warga Waspada, Pencemaran Sungai Cisadane Capai 22,5 Km
Sungai Cisadane Tangerang kini tercemar pestisida, akibat pabrik yang terbakar. Pencemaran meluas hingga 22,5 km.
Soffi Amira - Kamis, 12 Februari 2026
KLH Imbau Warga Waspada, Pencemaran Sungai Cisadane Capai 22,5 Km
Bagikan