MerahPutih.com - Gempa bumi magnitudo 7,2 memicu kepanikan masyarakat di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, pada Jumat (14/5) pukul 13:33 WIB, tetapi tidak berpotensi tsunami.
"Masyarakat panik dan keluar rumah,” kata Kepala Sub Bidang Direktorat (Kasubdit) Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Barat, Hiramo, dalam rilis yang diterima Jumat (14/5)
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Nias Barat saat ini sedang melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait, sebagaimana dilansir dari Antara.
Berdasarkan hasil rekaman seismogram Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi tersebut berada pada 0,10 LU dan 96,53 BT di laut pada kedalaman 19 kilometer (km).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang berada di zona outer-rise, dan gempa bumi tersebut memiliki mekanisme sesar turun (normal fault)
Apabila ditarik garis lurus, maka jarak pusat gempa tersebut berada pada 141 km Barat Daya Nias Barat, 151 km Barat Daya Nias Selatan, 172 km Barat Daya Nias, 455 km Barat Daya Medan dan 1.339 km Barat Laut Jakarta.
Menurut BMKG gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan hingga Jumat (14/5) pukul 14.30 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan sebanyak tiga Kali (aftershock).
Masyarakat di sejumlah daerah di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara turut merasakan guncangan kuat gempa. Hingga berita diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerugian materil dari institusi resmi Pemerintah Pusat ataupun Daerah. (*)