Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 07 Mei 2026
Wabah Hantavirus Tewaskan Penumpang di MV Hondius, WHO Sebut bukan Paling Mematikan tapi Berbahaya

Apakah Hantavirus termasuk mematikan?. (Foto: unsplash/national)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KASUS hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah muncul laporan wabah di kapal pesiar MV Hondius yang menyebabkan sejumlah penumpang mengalami gangguan pernapasan serius hingga meninggal dunia. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai seberapa berbahayanya hantavirus, termasuk apakah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menetapkannya sebagai virus mematikan.

Sampai artikel ini tayang, WHO memang belum pernah secara khusus menyebut hantavirus sebagai 'virus paling mematikan' di dunia. Meski begitu, WHO secara resmi mengategorikan hantavirus sebagai virus berbahaya yang dapat menyebabkan penyakit serius dan berisiko fatal pada manusia.

Hantavirus merupakan kelompok virus zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang membawa virus. Dalam beberapa kasus tertentu, varian Andes hantavirus juga diketahui memiliki kemungkinan penularan antarmanusia dalam kontak yang sangat dekat, meski kasus seperti ini tergolong langka.

WHO menjelaskan hantavirus dapat memicu dua sindrom utama yang berbahaya, yakni Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau Hantavirus Cardiopulmonary Syndrome (HCPS), yaitu kondisi yang menyerang paru-paru dan sistem pernapasan. Penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi gagal napas akibat penumpukan cairan di paru-paru.

Sindrom kedua yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yang lebih banyak menyerang ginjal dan dapat menyebabkan perdarahan hingga gagal ginjal. Kedua kondisi tersebut memiliki risiko kematian yang cukup tinggi apabila tidak segera ditangani secara medis.

Baca juga:

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Ini Langkah Pencegahannya



Seperti dilansir laman resmi WHO, tingkat fatalitas hantavirus berbeda-beda tergantung jenis strain virus dan wilayah penyebarannya. Di beberapa negara Asia dan Eropa, tingkat kematian akibat jenis hantavirus tertentu berkisar di bawah 1 persen hingga sekitar 15 persen. Namun, untuk jenis HPS yang banyak ditemukan di wilayah Amerika, angka kematiannya dapat mencapai hingga 50 persen.

Hal yang membuat hantavirus cukup berbahaya yakni gejala awalnya yang sering menyerupai flu biasa. Penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, nyeri otot, tubuh lemas, hingga gangguan pencernaan seperti mual dan muntah. Karena terlihat seperti penyakit umum lainnya, banyak kasus baru diketahui setelah kondisi pasien memburuk dan mulai mengalami sesak napas berat atau gangguan organ.

Kasus di kapal pesiar MV Hondius juga menjadi perhatian karena adanya dugaan penyebaran hantavirus strain Andes, salah satu strain yang memiliki kemungkinan penularan antarmanusia. WHO saat ini masih terus menginvestigasi kasus tersebut untuk memastikan pola penularannya.

Meski demikian, WHO menilai risiko penyebaran luas hantavirus ke masyarakat global saat ini masih tergolong rendah. Sebagian besar penularan tetap terjadi melalui paparan hewan pengerat dan lingkungan yang terkontaminasi.

Para ahli kesehatan mengingatkan kewaspadaan tetap penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal atau bekerja di lingkungan dengan populasi tikus tinggi. Menjaga kebersihan lingkungan, menutup akses masuk tikus ke rumah, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi menjadi langkah utama dalam pencegahan.

Hantavirus mungkin bukan virus yang paling umum ditemukan, tetapi tingkat fatalitasnya membuat penyakit ini tidak bisa dianggap sepele. Kasus terbaru yang terjadi di kapal pesiar menjadi pengingat bahwa penyakit zoonosis masih menjadi ancaman kesehatan global yang perlu diwaspadai sejak dini.(Far)

Baca juga:

Kasus Hantavirus Melonjak di Argentina, Tempat Awal MV Hondius Memulai Pelayaran, WHO Lacak Perjalanan Korban untuk Menentukan Awal Mula Infeksi

#Kesehatan #WHO #Hantavirus #MV Hondius
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Dunia
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Sudah Berakhir, 3 Kasus Baru Ditemukan di Venezuela
Venezuela melaporkan tiga kematian baru akibat hantavirus di Anzoategui dan dua kasus tambahan masih diselidiki.
Wisnu Cipto - Rabu, 22 Juli 2026
WHO Umumkan Wabah Hantavirus Sudah Berakhir, 3 Kasus Baru Ditemukan di Venezuela
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Dunia
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
WHO menyatakan wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius resmi berakhir. Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan 3 kematian, lebih dari 650 kontak ditindaklanjuti.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Bagikan