MerahPutih.com - Hari ini, Muhammad Kerry Adrianto Riza, putra pengusaha Riza Chalid, menghadapi sidang putusan di Pengadilan Tipikor PN Jakarta Pusat terkait dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang periode 2018–2023.
“Jadwal hari ini, jamnya menyesuaikan dengan kesiapan terdakwa dan jaksa penuntut umum,” kata Juru Bicara PN Jakpus Sunoto di Jakarta, Kamis (26/2).
Baca juga:
Anak Riza Chalid Mohon Keadilan Usai Kena Tuntutan 18 Tahun, Seret-Seret Nama Prabowo
Riza Chalid Masih Buron
Riza Chalid ayah terdakwa juga menjadi tersangka dalam kasus ini, tetapi statusnya masih buron kabur ke luar negeri. Saudagar minyak itu sendiri sudah resmi masuk daftar red notice buronan interpool sejak 23 Januari 2026.
Dengan status tersebut, ruang gerak Riza Chalid di tingkat internasional semakin sempit karena resmi menjadi buronan di 19 negara anggota Interpol. Posisi terakhirnya Riza Chalid diduga masih berada di benua Asia.
Fakta Kerugian Negara Rp 285 Triliun
Hari ini, Kerry Adrianto Riza bersama delapan terdakwa lainnya akan menjalani sidang vonis yang dipimpin langsung Hakim Ketua Fajar Kusuma Aji. Kesembilan terdakwa diduga melakukan atau turut serta dalam tindak pidana yang merugikan negara hingga Rp285,18 triliun.
- Kerugian keuangan negara: USD 2,73 miliar + Rp25,44 triliun
- Kerugian perekonomian: Rp 171,99 triliun
- Keuntungan ilegal: USD 2,62 miliar
- Kerugian keuangan negara berasal dari pengadaan impor BBM dan produk kilang senilai USD 5,74 miliar serta penjualan solar nonsubsidi Rp2,54 triliun pada 2021–2023.
- Kerugian perekonomian muncul karena harga pengadaan BBM yang terlalu mahal, sementara keuntungan ilegal berasal dari selisih harga perolehan impor BBM melebihi kuota dibandingkan harga minyak mentah dan BBM dari sumber domestik.
Baca juga:
Anak Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara Terkait Dugaan Skandal Korupsi Minyak Mentah
Nama 8 Terdakwa Lain
- Agus Purwono, eks Vice President Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional (2023–2024)
- Yoki Firnandi, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (2022–2024)
- Gading Ramadhan Juedo, Komisaris PT Pelayaran Mahameru Kencana Abadi
- Dimas Werhaspati, Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara
- Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (2023)
- Maya Kusuma, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga (2023)
- Edward Corne, Vice President Trading Produk Pertamina Patra Niaga (2023–2025)
- Sani Dinar Saifudin, Direktur Feedstock and Product Optimalization PT KPI (2022–2025)
(*)