Merahputih.com - Muhammad Kerry Andrianto Riza, anak pengusaha Riza Chalid sekaligus pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa, memohon keadilan kepada Presiden Prabowo Subianto usai menerima tuntutan 18 tahun penjara dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah periode 2018-2023 di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, Jumat (13/2) malam.
Kerry berharap Prabowo melihat kasus ini secara objektif lantaran merasa fakta persidangan yang menunjukkan ketidakterlibatannya telah dikesampingkan oleh jaksa penuntut umum.
"Saya mohon keadilan untuk saya. Pak Prabowo adalah negarawan yang hebat dan bijaksana, yang saya yakin tidak ingin ada kriminalisasi di negara ini," ujar Kerry.
Baca juga:
Anak Riza Chalid Dituntut 18 Tahun Penjara Terkait Dugaan Skandal Korupsi Minyak Mentah
Jaksa penuntut umum melayangkan tuntutan yang sangat berat terhadap Kerry. Selain hukuman badan selama 18 tahun, ia diwajibkan membayar denda sebesar Rp2 miliar subsider 190 hari penjara. Tak hanya itu, beban uang pengganti yang dijatuhkan mencapai angka fantastis, yakni Rp13,4 triliun.
Rinciannya terdiri dari Rp2,9 triliun untuk kerugian keuangan negara dan Rp10,5 triliun untuk kerugian perekonomian negara. Jika harta bendanya tidak mencukupi, Kerry terancam tambahan pidana penjara selama 10 tahun.
Dalam dakwaan, Kerry disebut memperkaya diri sendiri dan pihak lain melalui berbagai proyek, mulai dari penyewaan kapal hingga pengelolaan TBBM Merak. Jaksa meyakini perbuatan tersebut melanggar Pasal 603 KUHP Nasional juncto Pasal 18 UU Tipikor, dengan estimasi total kerugian negara dalam pusaran kasus ini mencapai Rp285,18 triliun.
Baca juga:
Interpol Terbitkan Red Notice Riza Chalid, Kejagung Buka Peluang Ekstradisi
Merespons tuntutan tersebut, Kerry menyatakan bahwa seluruh saksi yang dihadirkan selama proses persidangan sebenarnya tidak ada yang memberatkannya. Ia merasa ada upaya paksa dalam mengaitkan namanya dengan perkara korupsi kilang minyak tersebut.
"Saya meyakini di balik kesulitan pasti terdapat kemudahan dan berharap Allah melindungi semuanya," pungkasnya.

