MerahPutih.com - Anggota Komisi X DPR RI, Andi Muawiyah Ramly, menyesalkan sikap dewan juri dalam pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dinilai tidak fair dalam memberikan penilaian kepada peserta.
Politikus yang akrab disapa Amure itu menilai keputusan juri tidak mencerminkan objektivitas dan profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kompetisi pendidikan.
“Sikap juri seperti itu tidak mencerminkan kualitas seorang juri sejati. Dalam lomba pendidikan, apalagi yang membawa semangat 4 Pilar MPR, objektivitas dan integritas harus menjadi hal utama,” tegas Amure di Jakarta, Selasa (12/5).
Meski mengkritik proses penilaian, Amure tetap mengapresiasi semangat para peserta yang telah mengikuti kompetisi tersebut.
Menurut dia, para siswa tetap layak mendapat penghargaan atas usaha, pengetahuan, dan semangat kebangsaan yang mereka tunjukkan selama lomba berlangsung.
“Untuk adik-adik siswa, saya berharap tetap semangat dan jangan kecewa berlebihan. Kalian adalah generasi penerus bangsa yang harus terus belajar, berprestasi, dan menjaga nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Baca juga:
Wakil Ketua MPR Minta Maaf soal Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalbar, Janji Segera Evaluasi
Amure juga menegaskan bahwa kegiatan seperti LCC 4 Pilar MPR tetap penting dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan karakter kebangsaan bagi generasi muda.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk menanamkan pemahaman tentang demokrasi, Pancasila, konstitusi, dan nasionalisme di kalangan pelajar.
“Kegiatan semacam ini harus terus dilaksanakan secara konsisten demi menanamkan pemahaman yang utuh tentang demokrasi, Pancasila, konstitusi, serta nasionalisme di kalangan siswa,” katanya.
“Namun pelaksanaannya juga harus benar-benar profesional, transparan, dan adil agar tujuan pendidikan itu tidak tercoreng,” tambahnya.
Amure berharap pelaksanaan LCC 4 Pilar MPR ke depan dapat dievaluasi secara menyeluruh agar mampu menghadirkan kompetisi yang sehat dan bermartabat.
“Sehingga mampu menghadirkan kompetisi yang sehat, bermartabat, dan benar-benar menjadi ruang pembelajaran bagi para pelajar Indonesia,” tutupnya.
Polemik penilaian LCC 4 Pilar MPR Kalbar sebelumnya ramai diperbincangkan setelah video perlombaan beredar di media sosial.
Baca juga:
MPR Langsung Nonaktifkan Juri dan MC Lomba Cerdas Cermat yang Dianggap tak Adil
Dalam video tersebut, juri memberikan penilaian berbeda terhadap jawaban yang dinilai serupa dari dua kelompok peserta.
Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK.
Sementara itu, jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru memperoleh nilai 10 dari juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita.
Peserta Grup C sempat mengajukan protes karena merasa jawaban yang diberikan sama. Namun, juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas. (Knu)