Kesehatan

Vaksinasi Influenza, Perlindungan Wajib Bagi Tenaga Kesehatan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 11 Mei 2023
Vaksinasi Influenza, Perlindungan Wajib Bagi Tenaga Kesehatan

Tenaga kesehatan menjadi salah satu golongan yang paling krusial untuk mendapatkan vaksinasi influenza. (merahputih.com/Disya Shaliha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

“KALAU dia kontak dengan pasien kanker yang sedang kemoterapi atau yang sedang radioterapi, kalau pasien kankernya tertular dengan influeza, ceritanya jadi berubah. Pasiennya yang seharusnya sembuh, mungkin menjadi lebih lama, bahkan bisa berbahaya,” tegas Prof. Samsuridjal Djauzi, penasihat satgas imunisasi dewasa PAPDI.

Pernyataan Prof. Djauzi tersebut disampaikan pada Konferensi Pers & CSR Vaksinasi Influenza untuk Tenaga Kesehatan di Aula Lantai 12 RSUD Pasar Minggu, Kamis (11/5). Hal itu didasari oleh data dari survei yang menunjukkan 70 persen tenaga kesehatan yang menderita influenza di Indonesia masih tetap bekerja, karena influenza kerap kali dianggap penyakit ringan.

Faktanya, meski terbilang ringan untuk individu dengan imunitas tinggi, influenza dapat menjadi fatal bagi beberapa golongan rentan seperti anak usia enam bulan hingga lima tahun, ibu hamil, lansia di atas 65 tahun, dan pasien dewasa dengan penyakit penyerta yang melemahkan imun. Perlu diingat juga, walaupun memiliki gejala serupa, influenza amatlah berbeda dengan kondisi demam biasa.

Baca juga:

Florona, Kolaborasi Influenza dan Corona Menginfeksi Tubuh

Di Indonesia vaksinasi influenza umumnya diperoleh masyarakat yang akan berangkat umrah. (merahputih.com/Disya Shaliha)

Dalam beberapa kasus, influenza bahkan dapat memicu terjadinya serangan jantung, stroke, atau memperparah penyakit bawaan serius seperti diabetes, asma dan komplikasi ginjal.

“Jadi tenaga kesehatan ini harus dijaga jangan sampai terkena Influenza,” lanjut Prof. Djauzi.

Profesor yang juga aktif sebagai Guru Besar Tetap Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, juga memaparkan kalau hal ini telah menjadi isu yang telah diperhatikan di banyak negara, menjadikan tenaga kesehatan wajib mendapatkan suntikan vaksin influenza secara rutin setiap tahunnya.

“Bahkan di luar negeri, jumlah tenaga kesehatan yang telah divaksinasi influenza menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam proses akreditasi rumah sakit,” jelas Prof. Djauzi.

Sementara itu menurutnya, di Indonesia, kesadaran mengenai pentingnya vaksin influenza terutama untuk tenaga kesehatan belum begitu tinggi “Di Indonesia Vaksinasi Influenza belum mencapai satu juta kepala (pertahunnya), dan itu pun kebanyakan dilakukan oleh (orang-orang) yang pergi Umrah,” ujar profesor berusia 78 tahun itu.

Baca juga:

Enam Vitamin Ini Bisa Halau Influenza

Vaksinasi pada tenaga kesehatan dapat mengurangi penularan influenza pada pasien yang memiliki penyakit komorbiditas. (merahputih.com/Disya Shaliha)

Senada dengan Prof. Djauzi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr. Dwi Oktaviani juga menjelaskan kalau secara hukum dan perundang-undangan yang ada di Indonesia, masyarakat memiliki hak untuk memperoleh imunisasi dasar sesuai denga ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi.

dr. Dwi Oktaviani juga menyampaikan kalau lewat kegiatan-kegiatan yang ada selama pekan imunisasi dunia yang dilaksanakan pada awal bulan Mei ini, ia berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarkat tentang pentingnya imunisasi dan vaksinasi.

“Dengan ini saya berharap agar masyarakat memiliki sikap positif terhadap imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit yang paling efektif, dengan cara melakukan imunisasi dan vaksinasi ini,” tutup dr. Dwi. (dsh)

Baca juga:

Kurang Tidur Bikin Gampang Flu

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan