Vaksin COVID-19 Langkah Panjang Eradikasi Kasus

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 30 November 2020
Vaksin COVID-19 Langkah Panjang Eradikasi Kasus

Ilustrasu Vaksin. (Foto: Antara).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Semua orang ingin kembali hidup normal tanpa takut tertular COVID-19, tanpa memakai masker, dan bisa berkumpul seperti dulu lagi. Kondisi ini bisa terjadi dengan vaksinasi massal seluruh dunia. Namun kapan?

Ketua Umum PBNU Bidang Kesehatan Syahrizal Syarif bilang, vaksin merupakan substansi biologi berupa antigen yang disuntikkan ke dalam tubuh untuk merangsang sistem kekebalan tubuh. Sehingga orang yang tadinya rentan tertular, dengan vaksin jadi kebal.

Baca Juga:

Pemerintah Harus Yakinkan Masyarakat Pilkada Bebas COVID-19

Vaksin COVID sudah pasti menjadi program imunisasi di tiap negara di dunia yang dilanda pandemi. Sampai saat ini pandemi sudah berlangsung hampir setahun, menulari warga di lebih dari 200 negara, dan menginfeksi lebih dari 60 juta jiwa. Kasus Covid di Indonesia sendiri sudah tembus angka 500 ribu.

Indonesia, sama halnya dengan negara-negara lain, sudah berusaha melakukan pencegahan dengan melakukan PSBB, lockdown, pengetatan protokol kesehatan, dan lain lain.

“Tampaknya semua itu tak mampu menahan laju wabah. Sekarang bukan hanya Indonesia, seluruh dunia berharap pada vaksin,” kata Syahrizal Syarif, dalam webinar yang digelar PBNU, baru-baru ini.

Imunisasi sendiri bukan hal asing di Indonesia. Sebelum Covid, negeri ini sudah menjalankan program imunisasi untuk mencegah berbagai jenis penyakit menular sehingga terjadi eradikasi kasus atau capaian di mana penyakit menular tidak ada lagi.

Ia mencontohkan, imunisasi program nasional untuk pencegahan difteri, tetanus, dan lain-lainnya bisa mencegah penyakit pada kurang lebih 2,3 juta per tahun.

Saat ini di Indonesia, ada 8 vaksin program nasional yang diberikan gratis dan 13 vaksin pilihan atau berbayar.

Menurutnya, sejauh ini baru ada satu penyakit menular yang telah eradikasi, yakni penyakit cacar (smalpox) yang disebabkan virus variola.

Syahrizal Syarif bilang, sejak ditemukan cikal bakal vaksin cacar oleh Edward Jenner pada 1796, kemudian dilakukan rangkaian vaksinasi global hingga kasus wabah cacar terakhir di Somalia pada 1977.

Syahrizal Syarif
Ketua PBNU Bidang Kesehatan Syahrizal Syarif. (Foto: Tangkapan Layar).

Tiga tahun sejak kasus Somalia kemudian WHO menyatakan, cacar masuk eradikasi.

“Untuk seperti ini kurang lebih butuh waktu 181 tahun,” katanya.

Di tengah pandemi Covid, dunia sebenarnya mentargetkan eradikasi kasus polio. Namun saat ini masih ditemukan kasus polio terutama di negara-negara konflik seperti Afghanistan, Pakistan dan lain-lain.

Salah satu factor yang menghambah eredikasi ialah perang.

“Di sana pekan imunisasi tiba-tiba ada bom meledak dan membunuh petugas tenaga kesehatan,” katanya.

Dengan kata lain, eradikasi membutuhkan waktu yang tidak singkat. Begitu juga dengan COVID yang vaksinnya pun masih dalam tahap penelitian.

Syahrizal Syarif pun mewanti-wanti agar masyarakat selalu taat protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, dan memerhatikan kebersihan, selagi menunggu vaksin jadi. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Wagub DKI Ariza Positif COVID-19, Diduga Tertular dari Stafnya

#Vaksinasi #Vaksin Covid-19 #COVID-19
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Olahraga
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Terjerat skandal sertifikat COVID-19 palsu, Kapten Swiss Granit Xhaka akui kesalahannya dan mundur dari Timnas. Simak kronologi dan ancaman hukumannya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 22 September 2026
Aib Saat di Arsenal Terbongkar, Karier Kapten Timnas Swiss Granit Xhaka di Ujung Tanduk
Lifestyle
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
HPV merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir
Angga Yudha Pratama - Senin, 10 Agustus 2026
Vaksin HPV Mulai Menyasar Siswa Laki-Laki, Ini 3 Manfaatnya Bagi Kesehatan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Kondisi radang otak yang dialami bayi tersebut tidak berkaitan dengan vaksin yang diberikan.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA] :Bayi di Bekasi Alami Radang Orak karena Disuntik Vaksin Petugas Kesehatan
Indonesia
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Nurhadi mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada masuknya varian ke tanah air, tetapi lebih menekankan pada kekuatan kapasitas deteksi dini
Angga Yudha Pratama - Rabu, 08 April 2026
Waspada Ledakan COVID-19 Cicada, Varian Baru Incar Anak Tanpa Vaksin di 25 Negara Dunia
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Konten itu ternyata merupakan bagian dari materi promosi rumah sakit yang berlokasi di Be’er Ya’akov, Israel.
Dwi Astarini - Kamis, 19 Februari 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Video Perencanaan Pandemi COVID-19 dari Epstein Files Viral di Media Sosial
Indonesia
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan belum ada kasus Super Flu di Jakarta. Pemprov menyiapkan langkah pencegahan dan layanan vaksinasi influenza.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Januari 2026
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Berita Foto
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dokter memberikan vaksin influenza Flubio kepada warga di Klinik Pratama Aisyah, Taman Sari, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Januari 2026
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Lifestyle
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Secara umum, kalau makanan cukup bergizi maka sudah baik
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Indonesia
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Salah satu fokus dalam penanganan Tb adalah memperluas skrining atau deteksi dini. Masyarakat diimbau untuk tidak takut melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang konsisten.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Oktober 2025
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Bagikan