MerahPutih.com - Usulan Rumah Sakit (RS) COVID-19 khusus pejabat yang dilontarkan politisi Partai Amanat Nasional, Rosaline Irene, kembali mendapatkan penolakan. Kali ini dari Wakil Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPR Charles Meikyansah.
"Kami menolak keras permintaan atau gagasan tersebut. Ini suara yang sangat melukai hati rakyat pada saat ratusan ribu penduduk Indonesia terpapar virus corona. Banyak di antara mereka yang tidak bisa mendapatkan penanganan layak di rumah sakit lantaran jumlah pasien COVID-19 meningkat tajam," ujar Charles dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (9/7).
Baca Juga
Wacana RS COVID-19 Khusus Pejabat, DPR: Tidak Perlu Ada Perlakuan Istimewa
Permintaan semacam itu, lanjut legislator kelahiran Jakarta, 5 Mei 1973, dinilai mencederai semangat yang terkandung dalam UUD 1945. Menurut Charles, seluruh anggota fraksinya menyuarakan hal yang sama terkait adanya permintaan rumah sakit khusus itu.
"Kami berharap pemikiran seperti itu tidak terjadi lagi pada kemudian hari. Jelas hal tersebut bertentangan dengan komitmen kita yang tertuang dalam UUD 1945," katanya
Anggota Komisi IV DPR ini menjelaskan dalam Pasal 28 H Ayat 1 UUD 1945 disebutkan setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.
Sedangkan Ayat 2, ucap mantan wartawan Jawa Pos ini, berbunyi bahwa setiap orang berhak mendapatkan kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.
Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai NasDem itu menyebutkan sudah seharusnya para pejabat lebih mengutamakan kepentingan rakyat, bukan sebaliknya.
Menurut Charles, dalam kondisi bangsa dan negara yang tengah memprihatinkan akibat pandemi COVID-19, mestinya semua pihak dari berbagai latar belakang, bergandengan tangan dan bahu membahu melawan pandemi COVID-19.
"Miris kami mendengar permintaan atau usulan seperti itu, yang menganggap pejabat lebih berarti dari orang kebanyakan," tegasnya. (Asp)
Baca Juga

