Usulan Anggaran Dipangkas, Disdik DKI Tunda Rehabilitasi 30 Gedung Sekolah di Jakarta
Plt Kepala Disdik DKI Syaefuloh Hidayat (Foto: antaranews)
MerahPutih.Com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunda rehabilitasi 30 gedung sekolah yang berada Ibu kota pada 2020 mendatang.
Penundaan itu akibat dari pemangkasan anggaran yang diajukan Dinas Pendidikan DKI dalam KUA-PPAS APBD anggaran 2020. Adapun anggaran yang diajukan Rp3,7 trilliun dipangkas menjadi Rp2,3 trilliun.
Baca Juga:
Soroti Anggaran Aneh APBD DKI Beli Bolpoin Rp124 M, PSI: Siapa yang Usul?
"Artinya begini, kalaupun kami tunda, itu tidak membahayakan siswa," ujar Plt Kepala Disdik DKI Syaefuloh Hidayat.
Syaefuloh menyampaikan, bawasanya pihaknya mengusulkan sebanyak 86 gedung sekolah yang direhabilitasi total pada 2020. Karena ada pemangkasan hanya 56 gedung sekolah yang ditetapkan akan direhab total dalam KUA-PPAS 2020.
Artinya ada 30 gedung sekolah ditunda rehabilitasinya. Lanjut dia, kondisi gedung-gedung yang diajukan rata-rata sudah harus direhabilitasi. Namun penundaan ini perlu dilakukan mengingat anggaran rehabilitasi minim.
Syaefuloh mengaku pihaknya akan mengecek kondisi gedung-gedung sekolah tersebut. "Dipilihnya berdasarkan hasil pengecekan lapangan. Mudah-mudahan tidak mengganggu proses pembelajaran," tuturnya.
Baca Juga:
Meski demikian, lanjut dia, demi keamanan proses belajar-mengajar rehabilitasi 30 gedung sekolah yang tertunda bakal kembali diajukan dalam APBD tahun 2021.
"Kami hanya menunda proses pelaksanaan rehabnya, tapi tetap mengedepankan keselamatan siswa," tutup Syaefuloh.(Asp)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
DPRD DKI Ingatkan Dinas SDA untuk Singkirkan Ego Sektoral atau Jakarta Tetap Jadi Langganan Banjir
Tanggapan Santai Pramono Pedagang Daging di Jakarta Ancam Mogok Jualan 3 Hari
Jakarta Dikepung Genangan, Polisi Turun Tangan Cegah Warga Terjebak Banjir
Ruang Terbuka Hijau Jakarta Baru 5,6 Persen di 2025, Pemprov Kejar Target 30 Persen pada 2045
Dana Transfer Daerah Dipangkas, Target Sekolah Swasta Gratis DKI 2026 Turun Jadi 100 Sekolah
Pramono Sebut Pembayar QRIS di Jakarta Meroket Hingga 177 Persen di 2025, Tembus 5 Miliar Transaksi
Pemprov DKI Kucurkan Subsidi Rp 6,4 Triliun untuk Urusan Transportasi, Perut Sampai Pengelolaan Air Limbah
Pramono Tegaskan Ekonomi Jakarta 2025 Surplus Rp3,89 Triliun, Investasi Tembus Target
No Mercy untuk Bandar! Raperda P4GN Jadi Benteng Terakhir Lindungi Generasi Emas Jakarta dari Sabu Hingga Ekstasi