Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
MRT Jakarta (Foto: MerahPutih.com/Didik Setiawan
Merahputih.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) berupa jalur pedestrian melingkar menyerupai "cincin donat" di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada pertengahan 2026 mendatang untuk mengintegrasikan mobilitas warga.
Proyek ambisius ini dirancang guna mempermudah akses pejalan kaki yang menghubungkan empat titik strategis di kawasan tersibuk ibu kota tersebut.
"Saya targetkan paling lambat di pertengahan tahun 2026 bisa groundbreaking," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, Selasa (27/1).
Baca juga:
Pembangunan MRT Fase 2 Berlanjut, Penumpang Ditargetkan Tembus 50 Juta
Menghubungkan Empat Kuadran Raksasa
Proyek ini lahir sebagai solusi atas terfragmentasinya kawasan Dukuh Atas. Saat ini, sisi Gedung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Gedung Landmark Centre, Jalan Kendal–Blora, dan Jalan Tanjung Karang belum terkoneksi secara efisien bagi pejalan kaki.
Jalur pedestrian "Cincin Donat" ini nantinya akan memiliki diameter sekitar 118 meter dengan lebar mencapai 12 meter.
Tuhiyat menjelaskan bahwa jalur ini tidak hanya sekadar tempat melintas. Dari total lebar 12 meter, sekitar lima meter akan dialokasikan untuk area komersial seperti pop-up store atau tenant UMKM, sementara tujuh meter sisanya murni untuk pergerakan pejalan kaki.
Fasilitas eskalator juga akan dipasang guna menjamin kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat.
Studi Kelayakan dan Skema Pendanaan Jepang
Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) dan pendalaman desain yang telah dimulai sejak November 2025.
Proses ini memakan waktu cukup lama karena tim teknis harus memetakan keberadaan infrastruktur vital di bawah tanah.
"Karena kita punya pilar untuk penyangga pedestrian deck. Pilar di situ ada yang tidak boleh dilakukan, karena ada pompa air dan sebagainya," jelas Tuhiyat.
Baca juga:
Ada Stasiun MRT, Kawasan Harmoni Diproyeksikan Jadi Pusat Transit Oriented Development
Terkait pembiayaan, MRT Jakarta berencana menggunakan kombinasi dana mandiri dan bantuan luar negeri.
“Untuk financing-nya itu memang MRT. Setengahnya kurang lebih dari equity. Setengahnya lagi kami berupaya untuk melakukan skema pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA),” pungkasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta
Pemprov DKI Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026
IPO Bank Jakarta Dinilai Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Daerah Tetangga Masih Terendam
Hadiri KTT APCAT, Pemprov DKI Tegaskan Komitmen Kendalikan Rokok Elektrik
Pemprov DKI Siap Tanggung Biaya Modifikasi Cuaca untuk Daerah Sekitar Jakarta
Atasi Banjir Jakarta, Pemprov DKI Prioritaskan Normalisasi 3 Sungai
Hari Kedelapan OMC, Pemprov DKI Fokus Penyemaian Awan di Bogor hingga Tangerang
Pemprov DKI Tambah Durasi Operasi Modifikasi Cuaca, Dilakukan hingga 3 Kali Sehari