Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 2 jam, 5 menit lalu
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026

MRT Jakarta (Foto: MerahPutih.com/Didik Setiawan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking kawasan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) berupa jalur pedestrian melingkar menyerupai "cincin donat" di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada pertengahan 2026 mendatang untuk mengintegrasikan mobilitas warga.

Proyek ambisius ini dirancang guna mempermudah akses pejalan kaki yang menghubungkan empat titik strategis di kawasan tersibuk ibu kota tersebut.

"Saya targetkan paling lambat di pertengahan tahun 2026 bisa groundbreaking," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, Selasa (27/1).

Baca juga:

Pembangunan MRT Fase 2 Berlanjut, Penumpang Ditargetkan Tembus 50 Juta

Menghubungkan Empat Kuadran Raksasa

Proyek ini lahir sebagai solusi atas terfragmentasinya kawasan Dukuh Atas. Saat ini, sisi Gedung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Gedung Landmark Centre, Jalan Kendal–Blora, dan Jalan Tanjung Karang belum terkoneksi secara efisien bagi pejalan kaki.

Jalur pedestrian "Cincin Donat" ini nantinya akan memiliki diameter sekitar 118 meter dengan lebar mencapai 12 meter.

Tuhiyat menjelaskan bahwa jalur ini tidak hanya sekadar tempat melintas. Dari total lebar 12 meter, sekitar lima meter akan dialokasikan untuk area komersial seperti pop-up store atau tenant UMKM, sementara tujuh meter sisanya murni untuk pergerakan pejalan kaki.

Fasilitas eskalator juga akan dipasang guna menjamin kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat.

Studi Kelayakan dan Skema Pendanaan Jepang

Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) dan pendalaman desain yang telah dimulai sejak November 2025.

Proses ini memakan waktu cukup lama karena tim teknis harus memetakan keberadaan infrastruktur vital di bawah tanah.

"Karena kita punya pilar untuk penyangga pedestrian deck. Pilar di situ ada yang tidak boleh dilakukan, karena ada pompa air dan sebagainya," jelas Tuhiyat.

Baca juga:

Ada Stasiun MRT, Kawasan Harmoni Diproyeksikan Jadi Pusat Transit Oriented Development

Terkait pembiayaan, MRT Jakarta berencana menggunakan kombinasi dana mandiri dan bantuan luar negeri.

“Untuk financing-nya itu memang MRT. Setengahnya kurang lebih dari equity. Setengahnya lagi kami berupaya untuk melakukan skema pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA),” pungkasnya.

#MRT Jakarta #PT MRT Jakarta #Penumpang MRT Jakarta #Pemprov DKI Jakarta #Pemprov DKI
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
Saat ini, proyek tersebut masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study) dan pendalaman desain yang telah dimulai sejak November 2025
Angga Yudha Pratama - 2 jam, 5 menit lalu
Cincin Donat MRT Jakarta Hubungkan 4 Gedung Sultan di Dukuh Atas Mulai 2026
Indonesia
Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta
Pemprov DKI Jakarta terus menggelar OMC hingga wilayah penyangga seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang guna menekan risiko banjir akibat cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026
Pemprov DKI Jakarta membuka peluang melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026, menyusul prediksi BMKG soal cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Pemprov DKI Buka Peluang Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari 2026
Indonesia
IPO Bank Jakarta Dinilai Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong Bank Jakarta IPO demi membangun kepercayaan publik dan memperkuat tata kelola.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Januari 2026
IPO Bank Jakarta Dinilai Perkuat Transparansi dan Pengawasan Publik
Indonesia
Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Daerah Tetangga Masih Terendam
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengklaim banjir di Jakarta cepat surut berkat infrastruktur dan pengawasan langsung Pemprov.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Januari 2026
Pramono Klaim Banjir Jakarta Cepat Surut, Daerah Tetangga Masih Terendam
Indonesia
Hadiri KTT APCAT, Pemprov DKI Tegaskan Komitmen Kendalikan Rokok Elektrik
Pemprov DKI Jakarta memperketat pengendalian rokok elektrik dan tembakau alternatif untuk melindungi anak muda serta memperkuat Kawasan Tanpa Rokok.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Januari 2026
Hadiri KTT APCAT, Pemprov DKI Tegaskan Komitmen Kendalikan Rokok Elektrik
Indonesia
Pemprov DKI Siap Tanggung Biaya Modifikasi Cuaca untuk Daerah Sekitar Jakarta
Pemprov DKI Jakarta memperluas Operasi Modifikasi Cuaca ke daerah penyangga dan siap menanggung biaya untuk wilayah yang belum memiliki anggaran OMC.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 26 Januari 2026
Pemprov DKI Siap Tanggung Biaya Modifikasi Cuaca untuk Daerah Sekitar Jakarta
Indonesia
Atasi Banjir Jakarta, Pemprov DKI Prioritaskan Normalisasi 3 Sungai
Pemprov DKI Jakarta memprioritaskan normalisasi Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama sebagai solusi jangka menengah dan panjang untuk mengatasi banjir.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 24 Januari 2026
Atasi Banjir Jakarta, Pemprov DKI Prioritaskan Normalisasi 3 Sungai
Indonesia
Hari Kedelapan OMC, Pemprov DKI Fokus Penyemaian Awan di Bogor hingga Tangerang
Pemprov DKI kembali menggelar operasi modifikasi cuaca di hari kedelapan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
Hari Kedelapan OMC, Pemprov DKI Fokus Penyemaian Awan di Bogor hingga Tangerang
Indonesia
Pemprov DKI Tambah Durasi Operasi Modifikasi Cuaca, Dilakukan hingga 3 Kali Sehari
Pemprov DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 27 Januari 2026 sebagai upaya mitigasi banjir akibat cuaca ekstrem.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 23 Januari 2026
Pemprov DKI Tambah Durasi Operasi Modifikasi Cuaca, Dilakukan hingga 3 Kali Sehari
Bagikan