Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Januari 2026
Alasan Pramono Perintahkan Modifikasi Cuaca di Daerah Penyangga: Cegah Banjir Kiriman ke Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (foto: MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna menekan dampak cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan banjir di Ibu Kota.

Dalam pelaksanaannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa OMC tidak hanya difokuskan di wilayah Jakarta, tetapi juga dilakukan di daerah penyangga Ibu Kota.

“Kami sebenarnya juga melakukan di perbatasan. Karena memang ada kemungkinan untuk beberapa hari ini, baik di Tangerang, Tangerang Selatan, kemudian di Bogor, di Bekasi curah hujannya tinggi,” ujar Pramono saat ditemui di Jakarta Utara, Selasa (27/1).

Pramono menilai, modifikasi cuaca tidak akan efektif jika hanya dilakukan di wilayah Jakarta. Pasalnya, banjir di Jakarta juga kerap dipicu oleh kiriman air dari wilayah hulu yang berada di daerah sekitar.

“Percuma mengerjakan hanya Jakarta kemudian kami mendapatkan kiriman banjir yang cukup besar. Sehingga harus dilakukan secara keseluruhan. Tetapi memang fokus utamanya tetap Jakarta,” jelasnya.

Baca juga:

Arahan dari Prabowo, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek

Menurut Pramono, langkah tersebut penting untuk mencegah dampak curah hujan tinggi yang dapat kembali memicu banjir besar seperti yang terjadi beberapa hari terakhir.

“Yang paling penting adalah jangan sampai dampak curah hujan yang tinggi kemudian mengakibatkan banjir seperti yang kita rasakan beberapa hari yang lalu,” lanjutnya.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang untuk memperpanjang pelaksanaan OMC hingga satu bulan penuh. Kebijakan tersebut diambil menyusul potensi curah hujan tinggi yang masih diperkirakan terjadi hingga awal Februari di Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Baca juga:

Pemprov DKI Siap Tanggung Biaya Modifikasi Cuaca untuk Daerah Sekitar Jakarta

Politikus PDI Perjuangan ini menambahkan, Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran OMC selama satu bulan selama operasi tersebut masih dibutuhkan dalam upaya penanggulangan banjir.

Ia menegaskan, selama anggaran tersedia dan OMC dinilai efektif, Pemprov DKI tidak akan menghentikan operasi modifikasi cuaca.

“Pemerintah DKI Jakarta bersama dengan DPRD DKI Jakarta memang sudah mengalokasikan anggaran untuk satu bulan penuh. Jadi kalau memang masih diperlukan, kami akan melakukan OMC,” pungkas Pramono. (Asp)

#Pemprov DKI Jakarta #Pramono Anung #Operasi Modifikasi Cuaca #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Jakarta Running Festival 2026 digelar 24-25 Oktober. Peserta dengan bib resmi bisa menggunakan MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek dengan tarif Rp 0.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 26 menit lalu
JRF 2026 Digelar 24-25 Oktober, Peserta dengan Bib Resmi Bisa Naik Transportasi Publik Rp 0
Indonesia
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Pemprov DKI Jakarta berencana menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027-2028. Pramono menyebut penerbitan masih menunggu persetujuan pusat.
Ananda Dimas Prasetya - 1 jam, 54 menit lalu
DKI Rencanakan Obligasi Rp 5,6 Triliun, Pramono: Tunggu Izin Pemerintah Pusat
Indonesia
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Lapangan Banteng akan semakin nyaman dikunjungi. Proses penataan kini sudah mencapai 63 persen, kemudian rampung November 2026.
Soffi Amira - Rabu, 30 September 2026
Penataan Lapangan Banteng Capai 63 Persen, Ditargetkan Selesai November 2026
Indonesia
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
ramono mengatakan tambahan modal itu juga diperuntukkan guna menambah beberapa fasilitas layanan Transjakarta ke Pulau Seribu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Layani Kepulauan Seribu, Transjakarta Bakal Dapat Suntikan Modal Anyar
Indonesia
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
DPRD DKI Jakarta meminta pengelolaan data desil dikembalikan kepada Pemprov DKI setelah perubahan pemeringkatan berdampak pada bansos dan KJP.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Banyak Warga Tak Lagi Terima Bansos, DPRD DKI Soroti Perubahan Data Desil
Indonesia
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek akan disesuaikan mulai 1 Januari 2027. DPRD DKI masih mengkaji besaran tarif baru.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Bakal Disesuaikan, DPRD DKI Buka Suara
Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Cabuti Tiang Listrik, Menata Jaringan Kabel Udara tak Terpakai
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan seluruh kabel udara dapat diturunkan ke bawah tanah secara bertahap dalam lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Pemprov DKI Jakarta Cabuti Tiang Listrik, Menata Jaringan Kabel Udara tak Terpakai
Indonesia
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Kasus influenza di Jakarta mengalami kenaikan. Pramono Anung menyebut peningkatan masih kecil, sementara Dinkes mencatat ISPA naik 15,7 persen.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 30 September 2026
Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen, Pramono Sebut Masih dalam Batas Wajar
Indonesia
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Pemprov DKI Jakarta akan menambah enam golongan penerima transportasi umum gratis. Total penerima subsidi naik transportasi menjadi 21 golongan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Transportasi Umum Jakarta Gratis untuk 21 Golongan, Ini 6 Kelompok Tambahannya
Indonesia
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek dipastikan naik mulai 1 Januari 2027. Besaran tarif baru belum diumumkan Pemprov DKI Jakarta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 29 September 2026
Mulai 2027 Tarif Transjakarta dan Transjabodetabek Naik, Ini Kata Pramono Anung
Bagikan