MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku mendapatkan banyak masukan dari berbagai kalangan terkait keberadaan jalur sepeda di jalan-jalan protokol ibu kota.
Masukan tersebut turut mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempertimbangkan kembali keberadaan fasilitas jalur sepeda yang telah dibangun di sejumlah ruas jalan.
"Yang mengenai apa fasilitas sepeda, karena kebetulan saya ini kan pesepeda, teman-teman sekalian tahu, saya juga mendapatkan banyak masukan tentang hal itu," kata Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
Pramono mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan untuk menghapus jalur sepeda di sejumlah jalan protokol.
Pertimbangan tersebut muncul setelah adanya masukan dari sejumlah warganet di media sosial.
Baca juga:
Kondisi Pembatas Jalur Sepeda Warisan Anies di Jalan Palmerah Timur Rusak dan Tak Terawat
Menurut Pramono, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera melakukan pembahasan secara khusus mengenai keberadaan jalur sepeda.
Bukan tidak mungkin, jalur sepeda yang telah dibangun bakal diubah peruntukannya.
Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan membahas secara khusus mengenai fasilitas sepeda yang dimiliki, apakah masih perlu dipertahankan atau diubah, nanti kami akan putuskan dalam rapat,
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Jalur Sepeda Ada di 17 Koridor
Diketahui, rute jalur sepeda diterapkan di 17 koridor jalan wilayah Jakarta.
Aturan mengenai jalur khusus sepeda diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 128 Tahun 2019 tentang Penyediaan Lajur Sepeda.
Terdapat tiga marka yang membatasi jalur sepeda di jalan raya.
Garis putih solid digunakan sebagai penanda jalur sepeda. Kemudian, marka jalan bercat hijau mengingatkan semua pengendara bahwa mereka mulai memasuki jalur sepeda.
Sementara itu, garis putus-putus disebut dengan mix traffic. Area mix traffic boleh dilintasi semua pengguna jalan, baik pesepeda maupun pengendara lainnya.
Baca juga:
Pemprov DKI Jakarta akan Bangun Jalur Sepeda Tambahan Sepanjang 3,8 Km dengan Konsep Complete Street
Jalur Sepeda Kerap Dimasuki Kendaraan Bermotor
Namun, dalam praktiknya di lapangan, jalur sepeda sering kali dilintasi oleh kendaraan bermotor.
Alhasil, keberadaan jalur sepeda dinilai sebagian pihak tidak efektif.
Seorang warganet dari akun Threads bahkan mengusulkan agar jalur khusus sepeda dihapus.
Alasannya adalah karena jalur tersebut dinilai tidak banyak digunakan pesepeda.
Masukan dari masyarakat tersebut kini menjadi salah satu bahan pertimbangan Pemprov DKI Jakarta sebelum menentukan apakah fasilitas jalur sepeda tetap dipertahankan atau diubah peruntukannya. (Asp)