Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

User-generated Content Lebih Mengena pada Konsumen

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 03 Mei 2018
User-generated Content Lebih Mengena pada Konsumen

Para influencer dapat mempengaruhi para calon konsumen. (Foto: webdam)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KONSUMEN di zaman modern sudah kritis dan cerdas. Mereka tak lagi tergiur dengan iklan. Masyarakat milenial bahkan cenderung alergi dengan iklan yang ditayangkan di berbagai media. Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik brand ternama.

Produsen harus memutar otak supaya calon konsumen mau melirik produk yang ditawarkan. Promosi yang dilakukan tak cukup dengan hanya menggembar-gemborkan kelebihan dari produknya. Promosi yang dilakukan lewat selebaran, iklan, atau native ad tak lagi mempan. Kini, penggunaan media sosial sebagai alat promosi jauh lebih efektif dan efisien.

Promosi melalui media sosial dikenal dengan sebutan user-generated content. User-generated content adalah konten yang dibuat dan dipublikasikan secara terbuka oleh pengguna sosial media.

medsos influencer
Para influencer yang mempengaruhi calon pembeli. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Konten tak selalu dibuat oleh para pemilik brand tetapi juga sesama konsumen. Para calon konsumen menilai, bahwa konten dan review yang autentik dan relevan justru datang dari sesama konsumen. Autentik yakni review terhadap suatu produk benar dan apa adanya sementara relevan adalah produk sesuai dengan keinginan calon konsumen.

Dalam hal ini, konten suatu produk akan jauh lebih efektif apabila dibuat oleh influencer. Para influencer dapat mempengaruhi para calon konsumen untuk membeli suatu produk.

Sebanyak 50 persen online customer lebih percaya user generated content yang dibuat dan dishare di media sosial daripada media lain.

"Word of mouth menjadi kunci 20 dari 50 persen dalam memutuskan belanja atau tidak," ucap Senior Product OwnerMatahariMall.com, Julius Kurniawan.

medsos
Promosi melalui media sosial dikenal dengan sebutan user-generated content. (Foto: hotelspeak)

Apabila suatu produk mendapat banyak review positif seperti jumlah likes yang banyak komentar bagus, calon konsumen akan tergiur untuk membeli produk tersebut.

Untuk dapat menjaring lebih banyak konsumen, MatahariMall.com memiliki konsep yang unik. Konsep tersebut dapat dilihat dari tampilan website yang berbeda dari perusahaan start up fashion lainnya. Mereka mengusung tampilan seperti laman sosial media, Instagram.

"Para konsumen non online yang jarang mengecek website jual beli online biasanya punya sosial media. Supaya mereka merasa familiar, kami mendesain tampilan website layaknya sosial media," jelas CEO MatahariMall.com, Hadi Wenas saat ditemui di kawasan SCBD, Rabu (2/5). (avia)

#Media Sosial
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Kualitas panggilan video ditingkatkan melalui fitur QuickHD yang memungkinkan video berkualitas tinggi ditampilkan sejak awal panggilan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Sejumlah platform media sosial dikenakan pajak baru oleh Komdigi. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Indonesia
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
BPJS Kesehatan menegaskan tidak ada kebijakan penggantian atau reimburse biaya transportasi pasien rujukan. Simak klarifikasi resmi terkait informasi viral di Threads.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
Lifestyle
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Kehadiran fitur ini disebut-sebut sebagai salah satu pembaruan yang paling banyak diminta oleh komunitas kreator.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Kini Bisa Menulis Caption di Setiap Foto Carousel
Fun
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Konten kreator kini wajib punya NIB. Lalu, apa itu NIB dan bagaimana cara mendaftarnya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.
Soffi Amira - Jumat, 19 Juni 2026
Konten Kreator Kini Wajib Punya NIB? Begini Penjelasan Lengkap dan Aturan Terbarunya
Indonesia
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Masifnya sebaran di media sosial membuat banyak warga telanjur mempercayai foto tersebut sebagai peristiwa nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 02 Juni 2026
Polisi di Palembang Amankan Pemuda Bikin Konten Pocong AI, Alasannya Resahkan Warga
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Penggunaan media sosial harus diatur dengan baik demi menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Mei 2026
Akun Medsos Wajib Cantumkan Nomor Ponsel, DPR: Cegah Hoaks dan Penipuan
Indonesia
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Masyarakat yang bekerja memiliki kontribusi penggunaan internet terbesar dengan penetrasi mencapai 84,9 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 21 Mei 2026
Begini Data Terkini Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026, Masih Ada Jutaan Orang Tidak Dapatkan Akses
Bagikan