MerahPutih.com - Pemerintah mengumumkan penambahan pada jumlah pasien yang positif terinfeksi virus corona atau COVID-19 pada Kamis (23/4) Hasilnya, saat ini jumlah pasien positif mencapai 7.775 orang.
"Penambahan pada pasien positif sebanyak 357 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto di BNPB, Jakarta, Kamis (23/4).
Baca Juga
Presiden PKS Sebut Perppu COVID-19 Lahirkan Pemerintahan Otoriter
Yuri mengungkapkan jumlah penambahan pasien menjadi 960 yang sembuh.
"Ada 47 pasien yang sembuh. COVID-19 bisa sembuh dan ini memotovasi kita untuk hidup sehat. Kondisinya bagus dan tak dikhawatirkan menular. Mereka sembuh dan punya kekebalan imunitas yang baik," jelas Yurianto.
Sedangkan, kasus meninggal dunia bertambah 11 orang menjadi 647 pasien yang meninggal.
"Kasus kematian ini adalah dari penderita konfirmasi positif COVID-19. Optimisme kita perlukan," ucapnya.
Ia menambahkan, orang dalam pemantauan mencapai 195.948 Lalu, pasien dalam pengawasan 18.283
Yurianto mengatakan seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak kasus COVID-19, sedangkan kabupaten/kota yang terdampak sebanyak 267 kabupaten/kota.
Penambahan kasus positif COVID-19 terjadi di DKI Jakarta (133 kasus), Jawa Tengah (59 kasus), Jawa Timur (26 kasus), Jawa Barat (22 kasus), Kalimantan Barat (19 kasus), Bali (15 kasus), Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat (masing-masing 15 kasus), Sulawesi Utara dan Lampung (masing-masing 11 kasus), Sulawesi Selatan (10 kasus).
Kemudian, Kalimatan Selatan dan Papua (masing-masing tujuh kasus), Kalimantam Timur, Sumatera Barat, dan Papua Barat (masing-masing lima kasus), Sumatera Selatan (empat kasus), Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Maluku Utara (masing-masing dua kasus), serta Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Riau (masing-masing satu kasus).
Sedangkan penambahan pasien sembuh terjadi di Jawa Timur (11 orang), Bali dan Jawa Barat (masing-masing delapan orang), Sulawesi Selatan (lima orang), DKI Jakarta dan Papua (empat orang), Sumatera Barat (tiga orang), DI Yogyakarta dan Nusa Tenggara Barat (masing-masing dua orang).
Penambahan pasien meninggal terjadi di Sulawesi Selatan (empat orang), Jawa Barat (tiga orang), Jawa Timur (dua orang), serta Sumatera Barat dan Sumatera Utara (masing-masing satu orang).
Pemerintah telah melakukan pemeriksaan usapan rongga mulut dengan berbagai jenis spesimen mencapai 59.935 spesimen terhadap 48.647 orang yang dilakukan oleh 43 laboratorium.
Baca Juga
Pemprov DKI Diminta Perbaiki Pendistribusian Bansos COVID-19
Terhadap pemeriksaan tersebut, 7.775 orang dinyatakan positif COVID-19, sedangkan 40.872 orang dinyatakan negatif.
Provinsi dengan kasus terbanyak adalah DKI Jakarta dengan jumlah kasus positif 3.517 orang, 326 pasien sembuh, dan 301 pasien meninggal dunia.
Setelah DKI Jakarta, provinsi yang menempati posisi kedua dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jawa Barat dengan jumlah kasus positif 784 orang, 87 pasien sembuh, dan 74 pasien meninggal. (Knu)

