UNICEF Sebut 1 Anak Tewas Tiap Harinya di Lebanon, Mereka Terluka Secara Fisik dan Mental
Serangan Israel di kota Khiam, Lebanon. (ANTARA/HO-Anadolu/www.aa.com.tr)
MerahPutih.com - Perang yang sedang berlangsung di Lebanon telah mengubah kehidupan anak-anak. Dalam banyak kasus, perang tersebut telah menimbulkan luka fisik yang parah dan luka emosional mendalam.
Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon, 166 anak telah tewas sejak Oktober 2023, sementara sedikitnya 1.168 orang terluka. Jumlah yang sangat besar ini terus bertambah setiap harinya.
"Sejak 4 Oktober tahun ini, sedikitnya satu anak tewas dan 10 orang terluka setiap harinya," kata Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell, dikutip dari laman resmi UNICEF, Kamis (31/10).
Ribuan anak lainnya yang selamat dari pengeboman terus-menerus selama berbulan-bulan tanpa cidera fisik, kini sangat tertekan oleh kekerasan dan kekacauan di sekitar mereka.
Baca juga:
Anak-anak di seluruh Lebanon menunjukkan tanda-tanda tekanan emosional, perilaku, dan fisik yang mengkhawatirkan. Tim UNICEF telah bertemu dengan anak-anak yang dicengkeram oleh rasa takut yang luar biasa dan kecemasan yang meningkat, termasuk kecemasan akan perpisahan, takut kehilangan, menarik diri, agresi, dan kesulitan berkonsentrasi.
Banyak yang mengalami gangguan tidur, dihantui oleh mimpi buruk, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan. "Kehilangan keamanan, stabilitas, dan dukungan yang disediakan sekolah, banyak dari anak-anak ini tidak memiliki ruang yang mereka butuhkan untuk bermain, belajar, dan pulih," tambah Russel.
Perang menghancurkan lingkungan yang aman dan mendukung yang dibutuhkan anak-anak. Ketika anak-anak dipaksa untuk menanggung stres traumatis dalam jangka waktu yang lama, mereka menghadapi risiko kesehatan dan psikologis yang parah, dan konsekuensinya dapat berlangsung seumur hidup.
"Sejak 23 September 2024, UNICEF telah menjangkau lebih dari 9.600 anak dan pengasuh dengan pertolongan pertama psikologis dan memberikan dukungan berbasis komunitas untuk hampir 10.000 anak."
Baca juga:
Pertimbangan Keamanan, Qatar Airways Hentikan Rute Iran dan Lebanon
Meski begitu, Russel mengatakan penyembuhan yang sebenarnya hanya dapat dimulai ketika kekerasan berakhir. Anak-anak di Lebanon membutuhkan gencatan senjata permanen dan segera sehingga mereka dapat mengakses layanan penting dengan aman dan mulai pulih dari trauma perang.
"Kita harus bertindak sekarang untuk mencegah lebih banyak anak terluka atau terbunuh, dan untuk melindungi masa depan setiap anak di Lebanon," tutupnya. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Presiden Lebanon Utamakan Bahasa Negosiasi Ketimbang Perang Hadapi Israel
Israel Ingkar Janji Gencatan Senjata, Lebanon Kerahkan Pasukan ke Perbatasan
Presiden Lebanon Perintahkan Militer Balas Serangan Israel
Israel Kembali Serang Pasukan Perdamaian di Lebanon Selatan, Lontarkan Granat dari Pesawat Nirawak
Miodrag Radulovic Ungkap Alasan di Balik Taktik Defensif Lebanon Melawan Indonesia
Israel Lakukan Serangan Udara Besar ke Wilayah Selatan dan Timur Lebanon
Lebanon Bersiap Gelar Pemakaman Mantan Pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah
Israel Tarik Sebagian Pasukan dari Lebanon, Sisanya Bersiaga untuk Jaga Perbatasan
Israel Masih Gempur Lebanon, Kesepakatan Gencatan Senjata Makin Sulit Tercapai
Tanah Lebanon yang Menanti Damai, Bayang-bayang Sepatu Bot Tentara Israel Masih Membekas