Israel Ingkar Janji Gencatan Senjata, Lebanon Kerahkan Pasukan ke Perbatasan
Map Lebanon-Israel
MerahPutih.com - Serangan Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai hampir 17.000 lainnya. Serangan yang dimulai pada Oktober 2023 itu berubah menjadi serangan besar-besaran pada September 2024.
Berdasarkan gencatan senjata, Israel seharusnya menarik mundur pasukannya dari Lebanon selatan pada Januari.
Namun, mereka hanya menarik sebagian pasukan saja dan terus mempertahankan keberadaannya di lima pos perbatasan dan berulang kali melakukan serangan.
Akhirnya, Lebanon mengerahkan tentara ke kota perbatasan selatan Meiss El-Jabal pada Minggu menyusul pergerakan militer Israel di dekat perbatasan.
Baca juga:
Presiden Lebanon Perintahkan Militer Balas Serangan Israel
Kantor berita resmi Lebanon itu menyebutkan, pasukan Israel bersiaga di wilayah pendudukan dekat kawasan permukiman Kroum al-Marah, sebelah timur Meiss El-Jabal, yang mendorong militer Lebanon mengerahkan kendaraan dan pasukan ke sana.
Langkah itu diambil setelah Presiden Lebanon Joseph Aoun yang memerintahkan militer menghadapi setiap upaya infiltrasi pasukan Israel ke wilayah yang telah dibebaskan di selatan.
Perintah itu keluar setelah serangan Israel menewaskan seorang pegawai di dalam gedung pemerintah Blida, Lebanon selatan.
Ketegangan meningkat di wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir ketika Israel melakukan serangan udara hampir setiap hari meski gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.
Stasiun TV Israel KAN melaporkan bahwa Tel Aviv tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan operasi militer di Lebanon dengan dalih mencegah kelompok Hizbullah memperkuat kemampuan militernya.
Bagikan
Alwan Ridha Ramdani
Berita Terkait
Minta Pemimpin Dunia Hentikan Perang, Megawati: Kita Itu Satu Bumi
Drone Iran Ditembak Jatuh Saat Dekati Kapal Perang USS Abraham Lincoln di Laut Arab
China dan Rusia Perkuat Kerja Sama Hadapi Hukum Rimba Global
Komisi I DPR Kecam Serangan Israel ke Gaza, Singgung Peran Board of Peace
Garda Revolusi Iran Dicap Organisasi Terorirs, Atase Militer Negara Eropa Diusir
KRI Sultan Iskandar Muda Selesaikan Misi Perdamaian 14 Bulan di Lebanon, Jadi Misi Terakhir
Setelah Selat Hormuz, Militer AS Tingkatkan Kekuatan di Teluk Persia
DPR Desak Kemenlu Bersiap Hadapi Perang AS-Iran, Evakuasi WNI Jadi Utama
Garda Revolusi Iran Ditetapkan Jadi Organisasi Teroris, Iran: Eropa Sibuk Mengipasi Api.
Ketegangan Dengan AS Meningkat, Iran Klaim Kendalikan Penuh Selat Hormuz