Media Sosial

Twitter Rilis Kebijakan Baru Terkait Verifikasi Centang Biru

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 18 Desember 2020
Twitter Rilis Kebijakan Baru Terkait Verifikasi Centang Biru

Kebijakan ini berlaku 20 Januari 2021. (Foto: Unsplash/Brett Jordan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TWITTER baru saja mengumumkan bahwa mereka akan mengeluarkan kebijakan baru mengenai verifikasi centang biru di 20 Januari 2021 mendatang. Kebijakan ini hadir kembali setelah Twitter sempat memberikan jeda selama tiga tahun. Pembaruan verifikasi ini didasari atas puluhan ribu saran publik sejak dua pekan lalu.

“Kebijakan baru ini akan meletakkan dasar untuk perbaikan di masa mendatang dengan menentukan arti verifikasi, siapa yang memenuhi syarat untuk verifikasi, dan mengapa beberapa akun mungkin kehilangan verifikasi agar lebih adil,” tulis pihak Twitter dalam blog resminya.

Juru bicara Twitter mengatkaan pengajuan untuk mendapatkan centang biru akan dimulai setelah perusahaan mengumumkan kebijakan ini. Artinya, pengguna baru bisa mengajukan centang biru setelah 20 Januari 2021.

“Aplikasi akan dibuka di beberapa titik di awal 2021,” kata juru bicara Twitter mengutip The Verge, Kamis (17/12).

Baca juga:

Cegah Hoaks, Twitter Akan Batasi Retweet

Twitter Rilis Kebijakan Baru Terkait Verifikasi Centang Biru
Twitter juga membatasi informasi seputar COVID-19. (Foto: Unsplash/Claudio Schwarz )

Sebagai salah satu perusahaan media sosial terbesar di dunia, Twitter memang mendengarkan setiap masukan dari penggunanya. Untuk kabar terbaru ini, mereka menerima lebih dari 22 ribu tanggapan survei dan belajar banyak untuk meningkatkan kebijakan mereka.

“Banyak dari pengguna menyarankan kami menambahkan kategori untuk verifikasi, termasuk akademisi, ilmuwan, dan pemimpin agama. Kami berencana untuk menjajaki penambahan kategori khusus ini ke kebijakan tahun depan,” kata pihak Twitter.

Twitter akan memperbarui refernsinya ke Wikipedia agar lebih selaras dengan standar yang diterbitkan ensiklopedia untuk kelayakan dan kualitas artikel. Selain itu, mereka juga akan menglarifikasi judul pada kategori 'Berita' untuk menyertakan 'Berita dan Jurnalis', serta kategori 'Olahraga dan e-Sport' agar lebih inklusif.

Beberapa perubahan dalam kebijakan verifikasi Twitter yang baru mencakup persyaratan informasi profil yang lebih longgar sebagai syaratnya. Pengguna akun harus mencantumkan alamt email, nomor telepon yang diverifikasi, gambar profil, dan nama tampilan.

Baca juga:

Berkicau 'Kebal dari Virus Corona', Trump Ditandai Twitter

Twitter Rilis Kebijakan Baru Terkait Verifikasi Centang Biru
Twitter tidak akan menghilangkan centang biru kepada orang yang sudah meninggal. (Foto: Social Media Week)

“Jika akunmu berisiko kehilangan tanda terverifikasi, kamu akan menerima email secara otomatis dan pemberitahuan dalam aplikasi untuk menghindari penghapusan otomatis centang biru,” kata pihak Twitter.

Di tahun depan, Twitter juga berencana untuk menghilangkan centang biru bagi akun yang tidak aktif atau melanggar kebijakan Twitter. Namun, Twitter tida akan menghapus centang biru pada orang yang sudah meninggal.

Sedangkan akun yang dijalankan oleh individu, selama pemegang akun membuat perubahan sebelum 20 Januari 2021 terkait persyaratan, tidak ada risiko kehilangan centang biru. (and)

Baca juga:

Twitter Tindak Tegas Cicitan Mengharapkan Kematian Seseorang

#Media Sosial #Twitter
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Tekno
Twitter Hidup Lagi! Siap Jadi Penantang X Milik Elon Musk
Twitter kini coba dihidupkan kembali melalui proyek Operation Bluebird lewat platform Twitter.now.
Yusuf Abdillah - Selasa, 01 September 2026
Twitter Hidup Lagi! Siap Jadi Penantang X Milik Elon Musk
Dunia
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Efektivitas larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun di Australia menjadi pertanyaan.
Yusuf Abdillah - Rabu, 26 Agustus 2026
Jumlah Anak Pengguna Media Sosial di Australia Justru Kembali Meningkat Setelah Adanya Larangan
Dunia
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
Selandia Baru telah mengkaji rencana pelarangan media sosial selama lebih dari setahun.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Selandia Baru Siapkan UU Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun, Tutup Akses ke Instagram dan TikTok
ShowBiz
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Pertumbuhan pendengar podcast di Indonesia menunjukkan potensi yang besar.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Indonesia Podcast Festival 2026 Resmi Gelar Roadshow di 5 Kota
Dunia
Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Persidangan ini akan menguji tuduhan empat negara bagian tersebut bahwa Meta merancang Facebook dan Instagram agar bersifat adiktif bagi anak-anak dan remaja.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
 Meta Disidang di 29 Negara Bagian AS, Bisa Ubah Masa Depan Instagram dan Facebook
Fun
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Instagram memperbarui logo teks setelah sekitar 10 tahun. Desain baru tampil lebih bersih dan modern, dengan bentuk huruf yang menyerupai tulisan tangan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Instagram Ganti Logo Teks Setelah 10 Tahun, Malah Bikin Pengguna Salah Baca
Indonesia
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Polisi mengamankan seorang perempuan yang diduga menyebarkan informasi palsu terkait ajakan demonstrasi menjelang HUT ke-81 RI.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
Polda Metro Jaya Amankan Perempuan Diduga Sebarkan Hoaks Ajakan Demo Jelang HUT ke-81 RI
Indonesia
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Kualitas panggilan video ditingkatkan melalui fitur QuickHD yang memungkinkan video berkualitas tinggi ditampilkan sejak awal panggilan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Kabar Terbaru Nih! WhatsApp Web Hadirkan Panggilan Audio dan Video
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Sejumlah platform media sosial dikenakan pajak baru oleh Komdigi. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Komdigi Tetapkan Pajak Baru untuk Platform Media Sosial
Indonesia
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
BPJS Kesehatan menegaskan tidak ada kebijakan penggantian atau reimburse biaya transportasi pasien rujukan. Simak klarifikasi resmi terkait informasi viral di Threads.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 04 Juli 2026
BPJS Kesehatan Bantah Isu Reimburse Biaya Transportasi Pasien Rujukan, Sebut Informasi Viral di Threads Hoaks
Bagikan