Turunkan Berat Badan Sambil Berpuasa ala Ade Rai
Ade Rai membagikan tips menurunkan berat badan sambil berpuasa (Foto: instagram@ade_rai)
UNTUK kamu yang ingin menurunkan berat badan sambil berpuasa, tidak perlu bingung. Karena, apabila kamu melakukan caranya dengan benar, bisa jadi berat badanmu akan turun.
Hal tersebut disampaikan oleh Co-Creator program Fita, Ade Rai. Binaragawan ternama itu menganjurkan, pentingnya untuk memperhatikan asupan yang kamu konsumsi ketika sahur.
Baca Juga:
"Kalau saya mungkin pay attention-nya sebenarnya terhadap di sahur. Kalau sahur kita jadikan sebagai sebuah syarat. Misalnya kita ternyata hanya mau minum kopi atau teh saja. Atau kalau mau makan, kita masukkannya kalau bisa protein, lemak dan serat," jelas Ade Rai, seperti yang dikutip dari laman Antara.
Menurut Ade Rai, agar penurunan berat badan sambil berpuasa bisa berjalan lancar. Maka ketika sahur sebaiknya jangan mengonsumsi karbohidrat, agar tubuh bisa menggunakan lemak sebagai sumber tenaga ketika berpuasa.
"Apabila saat sahur kamu tidak mengonsumsi karbohidrat, maka tidak terjadi kenaikan insulin. Jadi otomatis badannya hanya tahunya 'oh iya. Gula enggak masuk, jadi masih pakai lemak sebagai sumber tenaga," jelas Ade Rai
Baca Juga:
Meski Gorengan Paling Dirindukan, Dokter Sarankan Awali Buka Puasa Minum Air Putih
Lebih lanjut Aderai menambahkan, apabila kamu hanya mengonsumsi protein, lemak dan serat, contohnya misalkan kamu terakhir makan jam 9 malam, dan kamu baru makan lagi jam 7 atau setengah 7 hari berikutnya. Itu artinya kamu berpuasa hampir 22 jam.
Meski begitu, Ade Rai menjelaskan setiap tubuh manusia memiliki kecerdasan tersendiri, dalam mencari sumber daya energi lain, ketika seseorang tidak makan. Karena itu, kamu tak perlu khawatir tubuh kamu akan merasa lemas bila tidak mengonsumsi karbohidrat ketika sahur.
"Justru kadang-kadang ketika kita tidak makan, badan itu punya kecerdasan buat mencari yang namanya alternatif sumber daya energi yang lain. Makanya dia pakai lemak," tutupnya. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Niat Puasa Ayyamul Bidh Bulan Rajab 1447 H: Bacaan, Jadwal, dan Keutamaannya
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry