Kesehatan

Waspadai Gejala Dehidrasi saat Berpuasa

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 13 April 2022
Waspadai Gejala Dehidrasi saat Berpuasa

Segera batalkan puasa jika ada gejala dehidrasi berat. (foto: pexels-pavel-danilyuk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT berpuasa, kamu amat mungkin akan mengalami dehidrasi. Tidak minum dalam jangka waktu yang cukup lama memang berpotensi membuat tubuh kekurangan cairan. Dehidrasi ringan memang cukup sering terjadi di bulan Ramadan. Namun, tidak demikian halnya dengan dehidrasi serius atau kronis.

Dehidrasi adalah kondisi saat tubuh kamu kekurangan cairan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik. Puasa, jika dilakukan dengan tepat, biasanya tidak menyebabkan dehidrasi meskipun kamu tidak minum apa pun selama berjam-jam. Namun, beberapa hal memang bisa memicu dehidrasi parah saat puasa. Contohnya, diare, muntaber, berkeringat karena berada di bawah terik matahari atau di ruangan panas, muntah-muntah karena mabuk perjalanan, tidak makan atau minum apa pun saat sahur dan sebelum tidur di malam hari, serta mengidap diabetes.

BACA JUGA:

Hukum dan Cara Bersikat Gigi Saat Puasa

Meski dehidrasi ringan masih terbilang aman, dalam taraf sedang hingga berat, dehidrasi bisa sangat berbahaya dan mengancam nyawa. Bila dehidrasi berat tak segera ditangani, kamu bahkan berisiko mengalami gangguan fungsi ginjal dan penyakit batu ginjal. Selain itu, dehidrasi juga dapat menyebabkan kerusakan otot dan gangguan pencernaan, misalnya sembelit. Dalam kasus yang ekstrem, dehidrasi bisa menyebabkan hilang kesadaran (pingsan) atau bahkan kematian.

pingsan
Segera batalkan puasa jika merasa lemas atau bahkan pingsan. (foto: freepik/benzoik)

Agar tak terjadi hal fatal saat berpuasa Ramadan, kamu perlu tahu dan mengenali gejala dehidrasi. Kamu mungkin sudah tahu berbagai tanda dehidrasi ringan, seperti merasa haus, bibir dan kulit kering, pusing, sakit kepala, lemas, hingga urine berwarna gelap atau bahkan tidak buang air kecil sama sekali.

Yang lebih penting, kamu juga wajib tahu 11 tanda dehidrasi saat puasa yang berbahaya dan mungkin mengancam nyawa. Seperti dilansir Hellosehat, kamu perlu membatalkan puasa dan segera cari bantuan medis bila mengalami 11 tanda bahaya berikut:

- Linglung dan tidak bisa berpikir
- Kulit tidak balik lagi seperti semula setelah dicubit
- Napas memburu
- Jantung berdebar
- Demam
- Meracau atau mengigau
- Pusing ketika bangkit dari tempat duduk, tapi pusing tak kunjung hilang
- Tidak buang air kecil selama lebih dari 8 jam
- Denyut nadi lemah
- Kejang
- Hilang kesadaran

water
Pastikan cukup minum sebelum berpuasa. (foto: pixabay/baudolino)

Saat mengalami gejala tersebut, jangan ragu untuk segera membatalkan puasa kamu ya. Pasalnya, keselamatan jiwa kamu juga penting lo. Agar tak mengalami dehidrasi berat, pastikan kamu tetap minum 8 gelas air dalam sehari. Kamu bisa membagi asupan air saat sahur dan berbuka puasa. Sebaiknya kamu sahur dan berbuka dengan menu yang kaya akan beragam nutrisi penting.

Selain itu, bila sedang diare, muntaber, atau mengidap penyakit tertentu, konsultasikan dulu dengan dokter apakah kamu bisa melanjutkan puasa. Pasalnya, penyakit-penyakit tertentu seperti demam berdarah atau tifus bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan tanpa ada penggantinya.(dwi)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan