Ramadan 2022

Hukum dan Cara Bersikat Gigi Saat Puasa

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 12 April 2022
Hukum dan Cara Bersikat Gigi Saat Puasa

Cari tahu hukum dan cara bersikat gigi saat puasa. (Foto: freepik/cookie_studio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KETIKA menjalani ibadah puasa Ramadan, mulut tidak tersentuh air dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, mulut menjadi kering dan rentan menimbulkan bau kurang sedap. Untuk mengatasinya, sebagian orang yang berpuasa memilih menyikat atau menggosok gigi. Namun karena sikat gigi termasuk aktivitas memasukkan benda ke dalam mulut, tidak sedikit yang khawatir bahwa aktivitas ini bisa membatalkan puasa.

Apa sebenarnya hukum sikat gigi saat berpuasa, apakah boleh? Terlebih bila dilakukan di siang hari. Selain itu, kapan waktu yang tepat untuk menyikat gigi selama berpuasa?

Baca Juga:

Mengenang Sahur on the Road, Kebiasaan Ramadan Masyarakat Urban

sikat
Sikat gigi tidaklah membatalkan puasa tetapi makruh hukumnya jika dilakukan siang hari. (Foto: freepik/master1305)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis memberikan penjelasan terkait sikat gigi saat berpuasa ini. "Aktivitas sikat gigi tidaklah membatalkan puasa terlebih bila dilakukan di pagi hari," jelasnya.

Cholil kembali menjelaskan bahwa apabila sikat gigi sebelum dzuhur itu diperbolehkan sedangkan bila dilakukan setelah dzuhur maka itu hukumnya makruh. Hukum makruh dipahami sebagai 'sia-sia'. Itu artinya, menyikat gigi di siang hari saat berpuasa tidaklah membatalkan ibadah puasanya namun makruh termasuk perbuatan yang dibenci oleh Allah.

"Makruh itu dibenci Allah tapi tidak diberi ancaman dosa dan tidak membatalkan puasanya, dan enggak mengurangi pahala puasanya," jelas Cholil.

Cholil menuturkan, secara fiqih, ada tiga hal yang membatalkan puasa. Tiga hal tersebut yakni makan, minum, dan melakukan hubungan intim. Tiga hal inilah yang harus dicegah selama berpuasa. Bila umat Muslim menjalankan puasa hanya dengan menahan ketiganya, ia belum mendapatkan pahala dari puasa.

Baca Juga:

Tips Aman Berpuasa untuk Pengidap Gagal Ginjal

sikat
Lidah dan gusi harus dijaga kebersihannya, sebagai bagian dari kesehatan mulut dan gigi. (Foto: freepik/racool_studio

"Itu merupakan puasa untuk menggugurkan kewajiban. Tapi jika untuk dapat pahala, maka puasa itu
tidak boleh riba, tidak boleh fitnah, tidak boleh maksiat, karena perbuatan itu dapat menggugurkan
pahala," tutur Cholil.

Untuk mengurangi risiko bau mulut saat berpuasa, waktu yang tepat untuk sikat gigi adalah setelah makan sahur dan buka puasa. Disarankan untuk menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi ber-flouride. Tidak hanya sekadar menyikat gigi, membersihkan mulut berarti membersihkan mulut dari segala sisa makanan yang mungkin masih tersisa di sela-sela gigi.

Kegiatan sikat gigi hanya membersihkan sekitar 60 persen dari permukaan gigi dan tidak bisa menjangkau sela-sela gigi dengan optimal. Maka, bersihkan sisa-sisa makanan yang terselip di antara gigi, makanan inilah yang bisa menimbulkan bau mulut tidak sedap.

Dikutip dari Alodok, lidah dan gusi juga tidak boleh luput dari kebersihan mulut. Kamu bisa membersihkan bagian putih pada permukaan lidah menggunakan pengerik lidah atau alat lain. Pastikan Kamu membersihkan bagian putih yang menempel di permukaan atasnya. Untuk gusi, cukup gunakan alat yang lembut atau jari, setidaknya selama dua menit. (DGS)

Baca Juga:

Pilihan Minuman Pencegah Dehidrasi saat Berpuasa

#Lipsus April Puasa #Puasa #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan