Timwas Haji DPR Tinjau Klinik Madinah Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Ke-2

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 05 Juli 2023
Timwas Haji DPR Tinjau Klinik Madinah Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Ke-2

Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi, Selasa (27/6/2023). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nym.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Timwas Haji DPR RI meninjau kesiapan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Madinah, menjelang kedatangan jemaah haji gelombang kedua setelah puncak haji di Mekkah.

Rombongan Timwas yang dipimpin Anggota Komisi VIII Abdul Wachid diterima oleh Kepala Pusat KKHI Madinah Liliek Marhaendro beserta jajarannya. Di sana, Timwas Haji DPR memberi saran sekaligus meminta masukan dari KKHI.

Abdul Wachid lalu bicara soal kegiatan Timwas Haji DPR dan meminta satu per satu anggota DPR yang hadir untuk menyampaikan masukan kepada KKHI Madinah.

Baca Juga:

Pemerintah Bakal Percepat Pembahasan Biaya Haji 2024

Setelah Wachid, Syarif Abdullah Alkadrie bicara soal kemungkinan Indonesia membangun Rumah Sakit (RS) sendiri di Madinah. Politikus Partai NasDem ini ingin memastikan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia bisa maksimal.

Kemudian Hamid Noor Yasin dari Fraksi PKS mengutarakan soal perlunya KKHI Madinah membuat persiapan menyambut jemaah haji gelombang kedua ke Madinah.

Dia khawatir kondisi jemaah haji gelombang kedua ini lebih buruk dibanding gelombang pertama, karena baru saja mengalami pelayanan yang kurang baik selama beribadah di Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna).

Selaras dengan Hamid, politikus Gerindra Ade Rezki Pratama juga meminta KKHI membuat persiapan lebih menyambut jemaah haji gelombang kedua. Dia juga meminta KKHI Madinah mempersiapkan kemungkinan konseling bagi jemaah yang mungkin saja mengalami shock setelah dari Armuzna.

"Sangat mungkin ada problem mentalitas jemaah kita yang baru saja mengalami pengalaman di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tapi yang jelas, apa pun penyakitnya, saya ingin KKHI bisa memastikan rakyat kita diberikan pelayanan utuh dari ujung rambut hingga kaki," kata Ade Rezki.

Ade juga bicara soal perlunya stok obat-obatan selalu tersedia di KKHI, karena sempat ada keluhan dari jemaah soal habisnya obat-obatan. Dia khusus mengingatkan obat-obatan psikotropika, karena berdasarkan data cukup banyak jemaah haji Indonesia yang menderita demensia.

Ade lalu menyinggung soal rasio dokter dan jemaah yang masih 1 banding 1.000. Dia meminta masukan dari Liliek soal berapa jumlah ideal rasio dokter banding jemaah di musim haji.

Sementara, Nanang Samodra dari Fraksi Partai Demokrat juga meminta KKHI bersiap menyambut kondisi jemaah gelombang kedua yang mungkin lebih buruk. Dia mengungkit catatan kematian jemaah haji yang meningkat pesat, yaitu mencapai 367 orang.

"Mudah-mudahan tidak terjadi, tapi ini jumlah yang meninggal diperkirakan melebihi haji 2015 lalu," kata Nanang.

Baca Juga:

Tahun Ini Jemaah Haji Bawa Pulang 10 Liter Air Zamzam

Politikus NasDem Hasnah Syam meminta KKHI melengkapi dan menyesuaikan obat-obatan dengan kondisi cuaca di Arab Saudi. Dia mengatakan, seharusnya obat-obatan yang dibawa bisa diprediksi hingga tiga tahun ke depan, karena ibadah haji kemungkinan masih akan dilaksanakan di musim panas.

Liliek lalu merespons masukan-masukan dari para wakil rakyat. Soal kemungkinan membangun rumah sakit, dia mengatakan akan mencoba melakukan penjajakan. Namun, dia mengatakan kendala soal aturan dari Kerajaan Saudi bahwa tanah di Mekkah dan Madinah tidak boleh diperjualbelikan.

Soal obat-obatan, Liliek mengatakan, KKHI mencoba terus melengkapi dan menjaga stok. Dia juga mencoba mensinkronkan data obat antara petugas kloter dan nonkloter. Liliek mengatakan, KKHI juga sudah memiliki dokter psikiatri dan ditemani 4 perawat. Dia berharap jumlahnya bisa terus ditingkatkan di masa depan.

Liliek juga menyoroti soal kondisi jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci. Dia berharap ada screening yang lebih baik agar jemaah yang berangkat adalah yang sehat.
"Ada jemaah dua hari dirawat di klinik sudah wafat, artinya kesehatannya sudah tidak baik," ujar Liliek.

Dia juga mengungkap penyebab utama wafatnya jemaah haji adalah penyakit jantung. Lalu di urutan kedua penyebab meninggalnya jemaah haji adalah penyakit paru.

Awalnya Liliek menjelaskan, KKHI Madinah memiliki 68 ranjang perawatan. Jumlahnya memang tidak terlalu banyak, karena jemaah haji Indonesia yang ke Madinah tak sebanyak di Mekkah. Sementara soal masalah kesehatan, dari jemaah gelombang I, tercatat yang paling banyak adalah menderita batuk pilek.

Seperti diketahui sebagian jemaah haji Indonesia sudah mengunjungi Madinah sebelum ibadah puncak haji. Sebagian lainnya akan mengunjungi Madinah dalam beberapa hari lagi. (Pon)

Baca Juga:

Ketika Jemaah Haji Jabar Antre Beli Bakso Buat Dicampur Nasi

#Ibadah Haji #Jemaah Haji Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Sapu Mafia Haji-Umrah, Jangan Ada Lagi Jemaah Dirugikan
Presiden memberikan perhatian serius terhadap berbagai praktik pelanggaran dan kecurangan yang berpotensi merugikan calon jemaah.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Sapu Mafia Haji-Umrah, Jangan Ada Lagi Jemaah Dirugikan
Indonesia
Enam Pelimpahan Nomor Porsi Haji di Jatim Diduga Tak Sesuai Data, Kemenhaj Lakukan Pendalaman
Kemenhaj mendalami dugaan penyimpangan pelimpahan nomor porsi haji reguler di Jawa Timur. Dari 7 pelimpahan, 6 ditemukan bermasalah.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 19 September 2026
Enam Pelimpahan Nomor Porsi Haji di Jatim Diduga Tak Sesuai Data, Kemenhaj Lakukan Pendalaman
Indonesia
75 Ribu Orang Daftar Jadi Petugas Haji 2027, Yang Bakal Diterima di Bawah 1000 Orang
Salah satu perubahan dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), sehingga peserta seleksi tidak lagi harus datang ke Jakarta untuk mengikuti tes.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
75 Ribu Orang Daftar Jadi Petugas Haji 2027, Yang Bakal Diterima di Bawah 1000 Orang
Indonesia
Terganjal Isu Asuransi Jamaah, DP Haji 2027 Indonesia Diblokir Arab Saudi
Dana uang muka (down payment/DP) haji Indonesia untuk tahun 2027 senilai 14 juta riyal mendadak diblokir Pemerintah Arab Saudi
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Terganjal Isu Asuransi Jamaah, DP Haji 2027 Indonesia Diblokir Arab Saudi
Indonesia
Syarat, Jadwal, hingga Kriteria Tenaga Kesehatan untuk Petugas Haji Tahun Depan
Pendaftaran seleksi petugas kesehatan haji ini mulai dibuka pada 20 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Syarat, Jadwal, hingga Kriteria Tenaga Kesehatan untuk Petugas Haji Tahun Depan
Indonesia
Menhaj Usul Biaya Haji 2027 Rp 107 Juta Per Orang, Naik Rp 19 Juta Lebih
Pemerintah melalui Menhaj mengusulkan biaya haji 2027 sebesar Rp107,34 juta per jamaah. Kenaikan dipicu harga avtur, kurs rupiah, dan geopolitik Timur Tengah.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Menhaj Usul Biaya Haji 2027 Rp 107 Juta Per Orang, Naik Rp 19 Juta Lebih
Indonesia
Pemerintah Usulkan Pendanaan Haji 2027 60:40 Persen
Demi meringankan beban calon jemaah haji dalam membayar BPIH.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pemerintah Usulkan Pendanaan Haji 2027 60:40 Persen
Indonesia
Bakom RI Ungkap Presiden Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Dipersingkat
Pemerintah telah memangkas dan menyamaratakan masa tunggu keberangkatan jemaah haji reguler, dari semula rata-rata 40 tahun menjadi rata-rata 26 tahun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Bakom RI Ungkap Presiden Prabowo Minta Masa Tunggu Haji Dipersingkat
Indonesia
Besok Batas Terakhir, DPR Ingatkan Menhaj Segera Setor Bukti DP Haji 2027 ke Arab Saudi
Komisi VIII DPR RI mendesak Kemenhaj segera setor bukti DP haji 2027 Rp4 triliun ke e-wallet Pemerintah Arab Saudi. DPR khawatir dana umat bermasalah jika dokumen tidak lengkap.
Wisnu Cipto - Selasa, 14 Juli 2026
Besok Batas Terakhir, DPR Ingatkan Menhaj Segera Setor Bukti DP Haji 2027 ke Arab Saudi
Indonesia
Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipersingkat, Arab Saudi Berikan Tambahan Slot Penerbangan
Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan bagi seluruh jemaah haji dengan menyediakan berbagai kemudahan selama berada di Tanah Suci
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026
Masa Tinggal Jemaah Haji Bakal Dipersingkat, Arab Saudi Berikan Tambahan Slot Penerbangan
Bagikan