Tetap Aman dari Penularan COVID-19 Saat Demonstrasi
Tetap aman meskipun melakukan demonstrasi. (Foto: Unsplash/Alex Radelich)
EPIDEMIOLOG Universitas Indonesia (UI), Tris Yunis Miko Wahyono, mengkhawatirkan penyebaran COVID-19 meluas saat demonstrasi menolak Omnibus Law.
"Di kerumunan demonstran kan mungkin saja ada kasus OTG atau gejala ringan, terbukti ada banyak yang positif. Saya tidak bisa membayangkan penambahan kasus di Jakarta, Surabaya, Semarang, Makassar yang banyak terjadi demo. Probabilitas penularannya besar. Penambahan kasus Covid-19 di 3-7 hari ke depan akan semakin banyak," kata Tri Yunis Miko Wahyono dikutip CNBC Indonesia.
Meski begitu, seluru warga negara tetap berhak mengemukakan pendapat di tempat umum bahkan dijamin secara konstitusional lewat Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.
Melakukan demonstrasi di tengah pandemi saat ini berpotensi membuat risiko penularan COVID-19 semakin tinggi. Namun, ada cara agar setiap masyarakat tetap bisa berunjuk rasa di tengah pandemi. Berikut tips mengurangi risiko penularan COVID-19 saat aksi demo melansir laman Hellosehat.
Baca juga:
1. Mengenakan masker dan kacamata goggle
Pastikan kamu mengenakan masker dengan nyaman dan aman. Bawa juga beberapa masker cadangan. Jangan lupa juga menambahkan kacamata goggle sebagai tambahan perlindungan. Menurut penelitian dilakukan ahli epidemiologi Boston University, Eleanor Jane Murray, kacamata goggle mampu mengurangi risiko tertular COVID-19.
Kacamata goggle juga bisa membantu melindungi kamu dari paparan atau semburan gas air mata.
2. Membawa hand sanitizer
Kebersihan jadi faktor penting memutus rantai penyebaran COVID-19. Ketika demonstrasi, kita pasti menggenggam sesuatu, sehingga berpotensi berkontak menjalin kontak dengan bakteri bahkan virus. Dengan membawa hand sanitizer, kamu tentunya tidak perlu khawatir asalkan rajin digunakan. Pastikan tanganmu selalu bersih saat melakukan demonstrasi dengan hand sanitizer mengandung 60 sampai 70 persen alkohol.
3. Kurangi berteriak
Dengna berbicara saja sudah dapat menyebarkan cukup banyak virus menginfeksi seseorang di sekitarmu. Meski belum ada bukti berteriak bisa menyebabkan risiko lebih banyak penularan, tapi berteriak memungkinkan cipratan droplet keluar lebih jauh daripada berbicara.
Sebagai gantinya, gunakan alat-alat lain bisa mewakili suaramu, misalkan spanduk, pembuat kebisingan seperti drum, galon, atau pembuat suara lainnya.
Baca juga:
Kisah Pekerja yang 'Dituduh' Positif COVID-19 di Tengah Maraknya Isu PHK
4. Buat grup kecil
Buatlah grup kecil berisi kelompokmu dan pastikan semuanya mengenakan masker dengan baik. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam menjaga jarak fisik dan mencegah kontak dengan kelompok besar tidak dikenali.
5. Bawa air minum
Yang terakhir namun sering dilupakan, membawa air minum cukup. Kamu bisa saja membeli air minum di tukang starling, seperti kopi, teh, atau jus. Namun, siapa tahu soal kebersihannya? Lebih baik membawa air minum dari rumah masing-masing. (and)
Baca juga:
Studi: Orang yang Enggan Mengikuti Protokol Kesehatan Mungkin Berciri-Ciri Sosiopat
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Prabowo Klaim Aksi Demo Dikendalikan Asing, Sebut Punya Buktinya
Negara-Negara Eropa Perintahkan Warganya Secepatnya Tinggalkan Iran
Ancaman Invasi AS dan Kerusuhan Iran, DPR Soroti Keselamatan WNI
Ancaman Invasi AS ke Iran, Pemerintah RI Keluarkan Imbauan untuk WNI
Korban Tewas di Iran Bertambah Jadi 2.500, Jumlah Terbesar dalam Beberapa Dekade Terakhir
Iran Bergolak, Demo Ekonomi Berubah Ricuh hingga 2.000 Orang Tewas
Demo Ojol Hari Ini, Polisi Turunkan 1.541 Aparat dan Imbau Warga Jauhi Ring 1 Monas
Kelompok HAM Sebut Sedikitnya 648 Pengunjuk Rasa Tewas dalam Penindakan di Iran, Khawatirkan Jumlahnya Bisa saja Lebih Banyak
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
Hakim Tolak Eksepsi, Perkara Penghasutan Demo Delpedro Marhaen Cs Masuk Pokok Perkara