MerahPutih.com - Sindikat nasional peredaran ilegal tabung dinitrous oxide (N2O) atau yang dikenal sebagai Gas Tawa Whip Pink di kalangan generasi muda berhasil dibongkar
Jaringan itu tercatat memiliki gudang penyimpanan gas yang kerap disalahgunakan pengguna narkoba itu di 10 kota dengan jumlah 16 titik gudang mulai dari Jakarta, DI Yogyakarta hingga Lombok.
Baca juga:
Tabung Whip Pink di TKP Lula Lahfah, Kemenkes Tegaskan Aturan Medis Gas N2O
Taktik Pembelian Terselubung
Tim Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim berhasil membongkar jaringan itu memakai taktik pembelian terselubung dengan cara memesan langsung melalui WhatsApp.
Setelah pesanan terkonfirmasi oleh admin, tim melakukan transaksi pembayaran senilai Rp 578.000 ke rekening bank atas nama PT SSS. Usai mengetahui alamat pengirim, penyidik langsung menggerebek ruko alamat kantor.
“Tim kami melakukan pembelian terselubung melalui WhatsApp untuk melacak titik distribusi,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, dalam keterangannya kepada media, dikutip Rabu (15/4).
Baca juga:
Ditnarkoba Usut Temuan Tabung Whip Pink di TKP Apartemen Lula Lahfah
Modus Baru Pasca-Kasus Kematian Selebgram Lula Lahfah
Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan mesin pengisian gas N2O dari tabung besar berkapasitas 27–32 kilogram ke tabung kecil berlabel Whip Pink dengan berbagai varian berat, mulai dari 580 gram hingga 2.050 gram di lokasi ruko.
Ditemukan pula kardus pengemasan, label plastik merah muda, stiker, hot gun, dan timbangan yang digunakan untuk produksi ilegal. “PT SSS sebagai perusahaan yang tercatat tidak memiliki izin edar BPOM,” tambah Eko.
Polisi juga mengungkap modus penjualan pasca kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah pada Januari 2026. Pembeli diwajibkan mengisi formulir dengan mencantumkan nama usaha kuliner, meski bisa menggunakan identitas fiktif.
Baca juga:
Tren Mabuk Gas Tertawa Whip Pink, Ternyata Bahayanya Luar Biasa
Cara ini diduga untuk mengelabui sistem agar seolah-olah transaksi dilakukan secara business to business, bukan person to person.
Dari interogasi sembilan saksi, diketahui bahwa pengendali operasi adalah SJ, sementara pemilik gudang dan lokasi produksi tercatat atas nama AH, SC, dan JH. (*)