Tersangka Andhi Pramono Diperiksa KPK Hari Ini, Bakal Ditahan?
Mantan Kepala Bea dan Cukai Makassar Andhi Pramono mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini Jumat (7/7). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)
MerahPutih.com - Mantan Kepala Bea dan Cukai Makassar Andhi Pramono mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini Jumat (7/7).
Tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), itu datang seorang diri sekira pukul 10.03 WIB.
Andhi terlihat mengenakan kemeja batik di balut jaket hitam dan celana bahan hitam. Dia juga memakai kaca mata, masker, dan topi berwarna hitam.
Baca Juga:
KPK Selisik Unsur Pidana Eks Kepala Bea Cukai Yogyakarta
Andhi tidak menyampaikan komentar apa pun perihal kedatangannya di markas KPK. Dia langsung bergegas masuk ke dalam lobi kantor lembaga antirasuah.
Diketahui, KPK belum menahan Andhi Pramono meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi dan TPPU.
Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan alasan pihaknya belum menahan Andhi.
Menurutnya, penyidik KPK masih melakukan penyidikan atas dua kasus yang menjerat Andhi.
"Pertanyaannya mungkin begini, kenapa agak lama ditahan? Kita sedang menerapkan TPPU dalam perkara ini," ujarnya di Jakarta, Rabu (28/6).
Baca Juga:
Brigjen Endar Priantoro Pastikan Tetap Profesional Jabat Dirlidik KPK
Asep mengungkapkan, proses penyidikan kasus dugaan TPPU memerlukan waktu dan upaya maksimal dari tim penyidik.
Hal tersebut lantaran fokus penyidikannya adalah untuk mencari aset hasil korupsi yang disembunyikan, berubah bentuk atau bahkan dipindahtangankan.
"Banyak sekali cara mereka untuk menyembunyikan, kemudian juga mengoper atau juga mengalihkan kepemilikan dan lain-lain, sehingga diperlukan upaya maksimal dan waktu yang cukup untuk mencari dan menemukan barang-barang atau kekayaan yang berasal dari tindak pidana korupsi," ucap Asep. (Pon)
Baca Juga:
Brigjen Endar Batal Bertemu Pimpinan KPK
Bagikan
Ponco Sulaksono
Berita Terkait
Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Interpol, Polri Sebut Bisa Ditangkap di 196 Negara
Prabowo Subianto Gandeng Abraham Samad Hingga Susno Duadji Perkuat Strategi Pemberantasan Korupsi Nasional
Dugaan Korupsi RPTKA Kemnaker Capai Rp53 Miliar, KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Hanif Dhakiri
Pengamat Nilai Kesaksian Ahok Bongkar Borok Tata Kelola Pertamina 2013-2024, Kejaksaan Harus Tindaklanjuti
KPK Dalami Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri hingga Penukaran Mata Uang Asing Miliaran Rupiah
KPK Beberkan Alasan belum Tahan Gus Yaqut di Kasus Kuota Haji
Dikaitkan Kasus Korupsi Kuota Haji, Jokowi: Kerja Menteri Pasti dari Kebijakan Presiden
Gus Yaqut Tepis Tudingan Bos Maktour soal Pembagian Kuota Haji Khusus
Penuhi Panggilan KPK, Gus Yaqut Jadi Saksi untuk Gus Alex di Kasus Kuota Haji
Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas Jalani Pemeriksaan Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji di KPK