Tarantula Zebra Penolong Rakyat Kamboja dari Kelaparan di Era Khmer Merah

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 28 April 2023
Tarantula Zebra Penolong Rakyat Kamboja dari Kelaparan di Era Khmer Merah

'Cyriopagopus albostriatus' yang populer dikonsumsi sebagai makanan di Kamboja. (Foto: Instagram/@araignee.20)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BAGI rakyat Kamboja, periode Khmer Merah yang membayangi negara mereka pada 1975-1979 merupakan masa yang sangat kelam. Rezim komunis itu terkenal kejam bahkan hingga memicu kemiskinan dan kelaparan parah di Kamboja. Pemerintahan di bawah Partai Komunis Kampuchea itu diduga tega melakukan genosida dengan jumlah kematiannya mencapai jutaan orang.

Kondisi itu tentu saja membuat banyak rakyat Kamboja memutuskan untuk bertahan hidup walau dengan makanan seadanya. Di masa sulit itu, alih-alih kelaparan dan kekurangan protein, mereka melirik tarantula.

BACA JUGA:

Tidak Selalu Bahaya bagi Manusia, Tarantula Punya Potensi jadi Obat

Bagi kamu yang pernah berlibur ke Kamboja atau Thailand, tarantula yang digoreng atau dimasak dan dijajakan merupakan suatu hal yang lumrah. Namun, bagi masyarakat Kamboja, hewan berkaki delapan ini disebut membantu mereka bertahan hidup di era Khmer Merah.

tarantula
Tarantula biasanya digoreng dan dikombinasikan dengan bumbu sebelum dinikmati di Kamboja. (Foto: Instagram/@trigandlorna_travel_scrapbook)

Tak semua tarantula di Kamboja dikonsumsi. Meski begitu, hingga kini ada satu jenis yang memang masih kerap dikonsumsi, yakni Cyriopagopus albostriatus. Laba-laba yang memiliki sebutan Thailand Zebra Leg Tarantula ini merupakan hewan endemik di Kamboja, Thailand, dan Myanmar.

Tarantula yang warnanya didominasi hitam ini memiliki pola yang khas di bagian kedelapan kakinya, yaitu garis putih sehingga nama zebra disematkan ke laba-laba ini. Cyriopagopus albostriatus termasuk ke tarantula berukuran besar dengan tipe fossorial yang artinya dia hidup dengan membuat lubang yang dalam di bawah tanah.

BACA JUGA:

Tarantula Terkesan Seram tapi Datangkan Cuan

Masyarakat Kamboja atau Thailand yang berburu tarantula ini biasanya mencari lubang dan memancingnya keluar atau menggali lubang tersebut untuk menangkapnya.

Sebagaimana dilansir Food&Wine (22/6), hewan yang disebut warga setempat apin ini sebenarnya sudah mulai dikonsumsi sejak akhir abad ke-19 di Kamboja. Era Kepemimpinan Pol Pot yang akhirnya membuat praktik mengonsumsi tarantula tersebut jadi hal yang lumrah untuk bertahan hidup.

Proses menangkap dan mengolahnya hingga mengonsumsi Thailand Zebra Leg Tarantula disebut bisa dilakukan dalam waktu sekitar 10 menit sehingga dipandang tepat untuk mencegah kelaparan.

tarantula

Karena mudah ditemukan, Cyriopagopus albostriatus dapat menjadi protein untuk rakyat Kamboja bertahan hidup di tengah kelaparan akibat rezim Khmer Merah (Foto: Instagram/@shuyaman13)

Aspek yang menarik ialah gizi tarantula jenis ini terbilang cukup untuk membantu rakyat Kamboja tetap bertahan hidup kala itu. Di mana terdapat kandungan protein, asam folat, serta zinc yang mencukupi. Dari sinilah diduga mengapa Thailand Zebra Leg Tarantula akhirnya menjadi bagian makanan atau kudapan yang tetap eksis hingga kini di Kamboja.

Para turis asing yang datang ke negara ini juga kerap menjadikan Cyriopagopus albostriatus yang telah digoreng atau dimasak sebagai bagian dari menu yang wajib dicicipi ketika berada di Kamboja.(aru)

BACA JUGA:

Mengenal Ceratogyrus, Keluarga Tarantula Bertanduk

#Kuliner #Kamboja
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Olahraga
Siap Unjuk Gigi, Intip Profil 5 Debutan Baru Timnas Indonesia Lawan Kamboja
Lima pemain berpotensi debut saat Indonesia hadapi Kamboja di Piala AFF 2026: Mitchell Baker, Tim Geypens, Jens Raven, Brian Fatari, dan Rizky Eka Pratama.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Siap Unjuk Gigi, Intip Profil 5 Debutan Baru Timnas Indonesia Lawan Kamboja
Olahraga
Rekor Perkasa Jelang Duel ke-19 VS Kamboja, Timnas Indonesia 80 Kali Robek Gawang Lawan
Timnas Indonesia tak terkalahkan dari 18 laga lawan Kamboja dengan 17 kemenangan dan 80 gol. Duel ke-19 digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7) pukul 20.30 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 27 Juli 2026
Rekor Perkasa Jelang Duel ke-19 VS Kamboja, Timnas Indonesia 80 Kali Robek Gawang Lawan
Bagikan