Tantangan Sulitnya Indonesia Jadi Negara Besar di Mata Para Pakar

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 24 Maret 2022
Tantangan Sulitnya Indonesia Jadi Negara Besar di Mata Para Pakar

Presiden Joko Widodo menyatukan air dan tanah dari 27 kabupaten/ kota sebagai simbol persatuan dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. (ANT)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia kini tengah berusaha untuk bangkit dari tekanan ekonomi dalam negeri ataupun global. Namun, Ekonom Senior Rizal Ramli mengungkapkan tantangan yang datang untuk Indonesia menjadi negara besar seakan menerpa tak ada henti.

Menurut Rizal Ramli, Indonesia terperangkap dalam narasi-narasi yang bersifat retorik, emosional, dan romantisme belaka. "Perkara ini malah membuat Indonesia sulit tumbuh menjadi bangsa besar," kata dia, dalam Talk Show bertajuk Indonesia 1928 di Jakarta, dikutip Kamis (24/3).

Baca Juga:

Isu Pelanggaran HAM dan Kebebasan Demokrasi Masih Jadi Masalah di Rezim Jokowi-Ma'ruf

Mantan Menko Kemaritiman dan Investasi ini menyebut tiga persoalan yang membelenggu bangsa ini sehingga menyebabkan generasi muda khususnya, sulit berkembang. Tiga persoalan ini adalah korupsi, nepotisme dan anti-pluralisme.

Untuk itu, Rizal menilai narasi semangat nasionalisme yang digaungkan saat ini harusnya bersifat substantif, seperti isu keadilan dan kesejahteraan. “Beban ini menyeret anak Indonesia turun ke bawah. Jadi tugas kita, kita harus potong ketiga beban itu," ujar sosok yang beberapa kali menjadi menteri sejak era Gus Dur itu.

Baca Juga

IMF Nilai Kinerja Ekonomi Indonesia Terus Menguat

Lebih jauh, Rizal menekankan tidak ada negara maju jika masih ada korupsi, tidak ada negara maju jika masih ada nepotisme. "Perbedaan harus kita hargai, yang anti perbedaan tidak cocok karena kita negara Pancasila," tegas sosok yang kerap dikenal dengan jurus Rajawali Ngepret saat menjadi menteri Jokowi itu.

Para Pakar yang hadir dalam Talk Show bertajuk Indonesia 1928 di Jakarta. (MP/Kanugrahan)

Sementara itu, Sejarawan Anhar Gonggong menilai yang menjadi persoalan saat ini adalah pudarnya peranan organisasi politik. Seperti partai dalam menjalankan fungsi edukasi.

“Pertanyaan saya sekarang adakah partai mendidik rakyat. Kan itu persoalannya. Hal ini yang harus dipikirkan," jelas Anhar, dalam acara yang sama.

Menurutnya, fungsi edukasi ini bertujuan untuk memperbaiki mental ditengah kecenderungan perilaku kurang baik di sebagian elit. Oleh karena itu, pendidikan bisa memberikan sistem tertentu yang bisa mengubah mentalnya.

"Orang-orang yang berjuang memerdekakan Indonesia adalah pemimpin yang mampu melampaui diri sendiri. Kontras dengan kondisi saat ini dimana rakyat terkesan diabaikan ketika politisi telah menang Pemilu," sebut Anhar.

Baca Juga:

Begini Efek MotoGP Mandalika Terhadap Ekonomi Daerah

Pada kesempatan yang sama, Pendiri Pusat Orientasi Rusia Indonesia (PORIN) Sunaryo N. Soenhadji juga menambahkan keterkaitan bahasa dan budaya.

Baginya, mempelajari kosakata dan gramatikal saja tidak cukup untuk memahami budaya. Sedangkan seseorang yang mengetahui bahasa, maka besar kemungkinan dia akan mengetahui budaya. Dewasa ini, kata Sunaryo, faktor bahasa sangat penting.

Sedangkan, Direktur Eksekutif IndoNarator Sekar Hapsari mengungkapkan bila masih terdapat banyak hal yang dipelajari oleh generasi muda dan diterapkan ke depannya. "Ini bukan sekadar urusan kontestasi 2024, melainkan untuk kepentingan jangka panjang generasi muda Indonesia," tutur Sekar. (Knu)

Baca Juga:

Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf, Ancaman Pidana Kebebasan Berekspresi Dinilai Masih Terjadi

#Pemulihan Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Sekjen Gerindra Sebut Megawati Ajarkan Prabowo soal Pemulihan Ekonomi
Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani mengatakan, Megawati Soekarnoputri mengajarkan Prabowo soal pemulihan ekonomi.
Soffi Amira - Rabu, 09 April 2025
Sekjen Gerindra Sebut Megawati Ajarkan Prabowo soal Pemulihan Ekonomi
Indonesia
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Investor butuh kepastian kebijakan, sementara masyarakat butuh kepastian ekonomi
Angga Yudha Pratama - Kamis, 20 Maret 2025
Pemerintah Didesak Percepat Stimulus untuk Meredam Dampak Gejolak Ekonomi
Indonesia
Pemerintahan Prabowo-Gibran Diminta Manfaatkan Momentum Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
BPS juga tunjukkan Rasio Gini kita lima tahun terakhir stagnan di angka 0,379-0,381
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 Oktober 2024
Pemerintahan Prabowo-Gibran Diminta Manfaatkan Momentum Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia
Ekonomi Tiongkok Melambat, AS Mulai Tumbuh Baik
Konsumsi akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Januari 2024
Ekonomi Tiongkok Melambat, AS Mulai Tumbuh Baik
Indonesia
Impor Indonesia Turun
Total nilai impor mengalami penurunan baik secara bulanan maupun tahunan. Penurunan nilai impor bulanan terjadi pada kelompok migas dan nonmigas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 15 Januari 2024
Impor Indonesia Turun
Indonesia
Indonesia Ajak Vietnam Bersama Kembangkan Kendaraan Listrik
Sampai November 2023, penanaman modal investasi Indonesia di Vietnam mencapai USD 651,21 juta dengan total 120 proyek.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 12 Januari 2024
Indonesia Ajak Vietnam Bersama Kembangkan Kendaraan Listrik
Indonesia
BUMN PT PP Raih Kontrak Pembangunan RS PON Jakarta Rp 258 Miliar
Kontrak baru tersebut didominasi oleh proyek dengan sumber dana Pemerintah sebesar 42,79 persen, swasta sebesar 37,20 persen, dan BUMN sebesar 20,01 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Januari 2024
 BUMN PT PP Raih Kontrak Pembangunan RS PON Jakarta Rp 258 Miliar
Indonesia
Kemendag Musnahkan Pakaian dan Alas Kaki Bekas Impor Senilai Rp 174,8 Miliar di 2023
Peredaran barang-barang bekas asal impor telah membuat rugi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 05 Januari 2024
Kemendag Musnahkan Pakaian dan Alas Kaki Bekas Impor Senilai Rp 174,8 Miliar di 2023
Indonesia
17 Bank Konvensional dan 14 Bank Syariah Jadi Penyalur KPR Subsidi di 2024
Realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2023 tercapai sesuai target sebesar 229.000 unit dicapai lebih awal 13 hari dibandingkan dengan target FLPP pada tahun 2022 sebesar 226.000 unit.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 28 Desember 2023
17 Bank Konvensional dan 14 Bank Syariah Jadi Penyalur KPR Subsidi di 2024
Indonesia
15 Juta Kendaraan Listrik Ditargetkan Beroperasi di Indonesia Pada 2030
Saat ini kendaraan listrik di Indonesia masih sekitar puluhan ribu kendaraan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 23 Desember 2023
15 Juta Kendaraan Listrik Ditargetkan Beroperasi di Indonesia Pada 2030
Bagikan